7 Daur Hidup Kambing dan Penjelasannya Lengkap

Daur Hidup Kambing
image by: bostonmagazine.com

Warta News – Daur hidup kambing merupakan proses perkembangan kambing dari lahir sampai dewasa dan dapat menghasilkan keturunan yang baru.

Kambing merupakan salah satu hewan ternak yang mempunyai banyak manfaat. Seluruh bagian tubuh dari kambing dapat dijadikan sesuatu yang bermanfaat. Bahkan kotoran hewan ini juga mempunyai manfaat sebagai pupuk untuk menyuburkan tanah.

Dalam bidang beternak kambing sangat penting untuk mengetahui tentang daur hidup kambing. Sehingga peternak dapat mengetahui fase atau tahapan yang sedang dilalui kambingnya.

Tujuan mengetahui fase seperti fase melahirkan, fase birahi, fase subur, dan lain sebagainya adalah mempermudah perawatan hewan ini.

Pengertian dan Klasifikasi Kambing

goat
image by: gotomeeting.com

Sebelum mengetahui daur hidup kambing, sebaiknya Anda memahami tentang pengertian, klasifikasi, dan karakteristik kambing terlebih dahulu.

Kambing adalah hewan yang tergolong ke dalam kelas mamalia dan memiliki tulang belakang. Kambing berkembangbiak dengan cara melahirkan (vivipar).

Dalam sekali fase kelahiran kambing betina dapat melahirkan sekitar 1 – 3 anak kambing. Dalam satu tahun kambing mampu melahirkan dua kali dengan masa kehamilan selama 150 – 155 hari. Kambing memiliki umur hidup sekitar 18 tahun.

Ciri yang paling umum dan mudah dilihat dari kambing yaitu mempunyai empat kaki dan badannya diselimuti oleh bulu.

Kambing memiliki tanduk di bagian kepalanya yang berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan diri. Berikut merupakan klasifikasi kambing:

– Kingdom: Animalia
– Filum: Vertebrata
– Kelas: Mamalia
– Ordo: Artiodactyla
– Suku: Bovidae
– Genus: Capra
– Spesies: Capra Aegagrus

Ciri Ciri Kambing

Kambing
image by: minutemediacdn.com

Sama seperti hewan lain yang memiliki ciri khas tertentu, kambing juga memiliki ciri khas. Berikut beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh hewan kambing:

– Kambing memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan sapi.

– Ukuran panjang dan berat kambing beragam tergantung pada spesies.

– Kambing yang sudah dewasa biasanya memiliki janggut.

– Tekstur rambut atau bulunya cenderung kasar.

– Mempunyai sepasang tanduk pada bagian kepalanya.

– Mempunyai ekor yang tidak terlalu panjang.

– Pupil matanya datar dan cenderung sipit.

– Perut kambing terdiri atas empat bagian yang dapat membuat sistem pencernaan menjadi lebih efisien.

– Pada anak kambing hanya memiliki perut satu (monogastrik) pada sistem pencernaannya.

– Bereproduksi secara seksual atau generatif.

– Menyusui anaknya (hewan mamalia).

– Kambing betina mempunyai satu pasang puting susu untuk memberi nutrisi anaknya.

Siklus Daur Hidup Kambing

siklus hidup kambing
image by: pelajaran.co.id

Siklus hidup kambing sama sekali tidak melibatkan metamorfosis. Hal tersebut dikarenakan sejak kambing lahir hingga dewasa tidak mengalami perubahan bentuk.

Perubahan yang terjadi pada kambing hanyalah sistem pencernaan dan ukuran tubuhnya. Berikut merupakan tahapan daur hidup kambing beserta penjelasannya:

1. Anak Kambing

Fase pertama dalam daur hidup kambing yaitu berawal dari kambing baru lahir atau anak kambing. Ukuran tubuh anak kambing beragam tergantung pada spesiesnya.

Sebagai contoh yakni kambing etawa, mempunyai ukuran berat sekitar 3,3 kg. Adapun kambing dengan spesies kambing kacang memiliki ukuran berat sekitar 1,2 kg.

Anak kambing memiliki sifat yang sangat bergantung terhadap induk kambing. Anak kambing tidak bisa bertahan hidup tanpa ada induknya.

Sistem pencernaan anak kambing berbeda dengan sistem pencernaan kambing dewasa. Karena hanya memiliki perut satu (monogastrik) maka anak kambing mendapat nutrisi dari susu induknya.

2. Fase Menyusui

Susu pertama yang keluar dari induk kambing mempunyai manfaat sebagai antibodi. Susu tersebut dinamakan dengan kolostrum yang membuat imun anak kambing menjadi baik.

Fase menyusui berlangsung sampai anak kambing berumur 5-6 bulan. Hal tersebut dikarenakan kambing dengan usia di bawah 1 tahun giginya belum permanen.

Pada fase menyusui anak kambing akan belajar mengunyah makanan. Tujuannya adalah agar ruman (salah satu bagian dari 4 perut kambing dewasa) terangsang perkembangannya.

Tidak jarang para peternak akan memerah susu kambing pada fase ini. Karena susu kambing memiliki banyak khasiat yang baik untuk tubuh manusia.

3. Kambing Dewasa

Fase selanjutnya dalam daur ulang kambing setelah anak kambing tidak menyusu lagi adalah fase dewasa. Kambing yang sudah menginjak dewasa akan mulai membaur dengan lingkungannya. Biasanya kambing dewasa akan berbaur dengan kambing lain bahkan bergabung dalam status sosialnya.

Akan tetapi hal tersebut berbeda dengan kambing liar. Kambing dewasa liar cenderung suka hidup secara soliter atau menyendiri. Dalam suatu habitat yang akan memimpin kelompok adalah kambing tua.

Setiap kelompok kambing berisi 5 – 20 ekor kambing. Adapun kambing jantan yang memiliki tugas untuk penjagaan dalam suatu kelompok.

Perhatikan ciri-ciri yang dimiliki kambing ketika sudah dewasa:

a. Fase pubertas
Merupakan fase antara anak kambing menuju dewasa. Pada fase ini organ reproduksi kambing menunjukkan gejala kedewasaan. Kambing yang organ reproduksinya sudah siap biasanya akan menjadi birahi.

b. Fase tubuh
Dikatakan sudah dewasa apabila bentuk tubuh kambing sudah proporsional. Maksud dari proporsional adalah telah memenuhi hasrat reproduksi dan siap untuk bereproduksi. Yang dapat digunakan sebagai tanda ialah bentuk alat kelaminnya yang sudah utuh atau sempurna.

4. Fase Birahi

Pengertian birahi pada kambing adalah hewan ini sudah cukup mental untuk melakukan proses perkembangbiakan. Baik kambing jantan maupun betina akan menunjukkan keinginannya untuk melakukan proses perkembangbiakan. Cara mereka menunjukkan keinginannya adalah dengan melakukan hal yang dapat menarik perhatian lawan jenisnya.

Biasanya kambing betina akan menggerak-gerakkan ekornya di sekitar kambing jantan. Hal itu merupakan salah satu cara untuk memperlihatkan keinginannya kepada kambing jantan.

Sedangkan kambing jantan akan mengeluarkan bau yang berasal dari suatu kelenjar di bagian tanduk. Hal tersebut juga bertujuan untuk memperlihatkan keinginannya kepada kambing betina.

5. Fase Perkawinan

Setelah memperlihatkan perlakuan birahi, kambing akan melakukan proses perkawinan untuk mendapatkan keturunan. Pada fase ini biasa disebut dengan istilah estrus. Apabila pembuahan sel telur oleh sel sperma berhasil maka kambing betina akan mengalami ovulasi.

Dalam satu tahun kambing akan mengalami beberapa fase birahi. Makhluk hidup yang mengalami beberapa kali masa perkawinan dalam satu tahun disebut dengan polyestrus. Oleh karena itu tidak heran jika kambing melakukan beberapa kali perkawinan dalam satu tahun.

6. Fase Kehamilan

Tahap selanjutnya setelah fase perkawinan adalah fase kehamilan. Usia kehamilan pada kambing ternak adalah sekitar 150 – 155 hari. Sedangkan kambing liar mengalami fase kehamilan selama kurang lebih 170 hari.

7. Fase Melahirkan

Tahap terakhir dalam daur hidup kambing adalah fase melahirkan. Setelah masa kehamilan selesai kambing akan melahirkan anaknya dengan durasi waktu sekitar 15 menit.

Biasanya saat melahirkan induk kambing akan memakan air-ari yang keluar bersama bayi kambing. Hal ini dilakukan agar induk betina memperoleh nutrisi.

Untuk menghindari pemangsa mencium bau darah karena kelahiran, induk kambing akan menjilati bayinya hingga bersih. Setelah itu, bayi kambing akan belajar untuk berdiri dan menyusu untuk pertama kalinya.

Daur hidup kambing perlu untuk dipahami oleh peternak supaya dapat mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh kambing. Waktu yang dibutuhkan oleh kambing untuk menyelesaikan siklus hidupnya berbeda-beda tergantung pada spesies.