3 Daur Hidup Capung dan Penjelasannya Lengkap

Daur Hidup Capung
image by: goodnewsfromindonesia.id

Warta News – Daur hidup capung termasuk ke dalam proses metamorfosis. Capung merupakan salah satu spesies serangga yang sudah ada sejak 300 tahun lalu.

Oleh sebab itu, capung sering disebut sebagai serangga purba. Serangga ini memiliki beberapa keunggulan, yakni sebagai sumber makanan hewan lain dan dapat melestarikan ekosistem perairan

Apa Itu Capung?

Siklus Hidup Capung
image by: wikimedia.org

Sebelum mempelajari daur hidup capung, sebaiknya Anda mengenal capung terlebih dahulu. Capung merupakan serangga yang banyak ditemukan di persawahan, taman, dan halaman rumah. Walaupun hewan ini memiliki ukuran yang kecil dan tidak berbahaya, namun capung adalah predator yang ganas.

Disebut sebagai predator ganas karena hewan ini memiliki penglihatan 360 derajat dan rahang yang tajam. Selain itu, capung bisa terbang secara mundur dan memiliki kecepatan terbang hingga 30 mil/jam. Struktur tubuh capung terdiri atas tiga bagian, yakni kepala, dada, dan perut.

Pada bagian kepala capung terdapat dua buah mata yang besar. Pada dada capung atau sering disebut dengan thorax terdapat 4 sayap. Selain itu, capung juga memiliki 3 pasang kaki. Perut capung atau abdomen terdiri dari 10 segmen.

Terdapat dua jenis capung yang biasa dijumpai di Indonesia, yakni capung biasa dan capung jarum. Maksud dari capung biasa adalah capung yang berasal dari subordo Anisoptera.

Sedangkan capung jarum berasal dari subordo Zygoptera. Capung biasa memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan dengan capung jarum.

Bentuk abdomen yang dimiliki capung jarum mirip dengan sebuah jarum. Ketika hinggap di suatu tempat, sayap capung jarum akan menyatu atau menutup. Sedangkan bentuk sayap capung biasa ketika hinggap adalah terbuka ke samping.

Siklus Daur Hidup Capung

Siklus Hidup Capung
image by: seputarilmu.com

Sebelum menjadi seekor capung dewasa, tentunya capung akan melalui beberapa tahapan. Proses bertumbuhnya capung dari telur hingga imago atau dewasa harus memakan waktu bertahun-tahun. Berikut merupakan penjelasan mengenai tahapan daur hidup capung:

1. Telur

Tahap pertama dalam daur hidup capung adalah telur. Terjadi perkawinan antara capung jantan dan capung betina, sehingga menghasilkan telur capung. Ketika Anda melihat 2 ekor capung dengan jenis kelamin berbeda saling berdekatan, dapat dipastikan mereka sedang kawin. Cara membedakan jenis kelamin capung pun mudah, yakni dengan melihat bentuk ekornya.

Capung betina mempunyai ekor menyerupai gunting dan terdapat 2 ujung yang runcing. Sedangkan capung jantan memiliki ekor yang berbentuk menyerupai ujung fountain pen. Setelah melakukan perkawinan, maka capung betina akan mengandung.

Telur capung akan dikeluarkan oleh induknya ketika sudah siap keluar. Mereka akan meletakkan telurnya pada tempat yang menurutnya aman, seperti pada tumbuhan air. Dalam sekali perkawinan, capung mampu menghasilkan sekitar 100.000 butir.

2. Nimfa

Ketika telur capung berusia 1-2 minggu, maka nimfa capung akan terbentuk. Telur capung yang sudah menetas akan menjadi nimfa. Habitat nimfa adalah di dalam air, sehingga capung selalu meletakkan telurnya pada tumbuhan air. Apabila sudah bisa hidup di darat, nimfa akan berpindah tempat ke daratan.

Selama hidup di air nimfa membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Mereka akan memangsa hewan lain sebagai sumber makanannya, seperti berudu dan ikan kecil.

Oleh karena itu, capung sudah menjadi predator sejak masih dalam bentuk nimfa. Apabila sulit menemukan mangsa, nimfa capung dapat bersifat kanibal.

Fase nimfa merupakan fase terlama dari daur hidup capung, yakni dapat mencapai 4 tahun lamanya. Nimfa memiliki kemampuan berenang di dalam air dengan gesit dan cepat.

Ukuran nimfa capung lebih besar dibandingkan dengan nimfa serangga lainnya. Mereka juga akan mengalami pergantian kulit sebanyak 12 kali.

3. Capung Dewasa

Tahap terakhir dalam daur hidup capung adalah pada saat nimfa telah tumbuh secara sempurna. Ketika sudah waktunya, nimfa capung akan pindah ke daratan dan mencari tumbuhan untuk dijadikan tempat tinggal. Dalam tumbuhan tersebut, nimfa akan mengalami metamorfosis menjadi seekor capung dewasa.

Exuvia atau kulit lama nimfa akan terkelupas, sehingga terbentuklah capung muda. Metamorfosis pada capung tidak melalui tahap kepompong atau biasa disebut dengan metamorfosis tidak sempurna.

Usia capung dewasa hanya sekitar 2 bulan hingga 4 bulan saja. Mereka bertahan hidup dengan memakan serangga lain yang lebih kecil, seperti nyamuk. Namun, capung dewasa juga dijadikan mangsa oleh beberapa reptile seperti katak, bunglon, dan kadal.

Organ-organ reproduksi capung dewasa sudah berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, capung dewasa akan melakukan proses perkawinan untuk menghasilkan keturunan. Dengan begitu, daur hidup capung akan terulang kembali.

Cara Berkembang Biak Capung

Cara Berkembang Biak Capung
image by: kliknclean.com

Capung berkembang biak dengan cara bertelur (contoh hewan ovipar). Hewan ini sering dikenal dengan hewan yang setia terhadap pasangannya. Setelah melakukan perkawinan, capung betina akan mengandung telur. Selama capung betina hamil, mereka akan selalu diikuti oleh pasangannya.

Keselamatan jiwa capung betina akan menjadi sangat berbahaya ketika mereka hendak bertelur. Hal tersebut dikarenakan capung betina akan berkonsentrasi saat mengeluarkan telurnya. Pada saat itu, capung betina kehilangan perhatian dan menjadi target empuk bagi pemangsanya.

Tujuan capung jantan selalu mengikuti capung betina adalah untuk melindunginya. Ketika ada predator yang hendak menyerang, capung jantan akan terbang ke atasnya. Hal tersebut dilakukan agar yang dimakan predator bukan capung betina, melainkan capung jantan. Pada saat capung berada di fase nimfa, mereka akan menjadi hewan karnivora yang sangat ganas.

Fakta Unik tentang Capung

Berikut beberapa fakta unik mengenai capung yang jarang orang ketahui:

– Rahangnya Tajam

Rahang capung mampu menghancurkan tubuh mangsa dengan cepat. Uniknya, hal tersebut dapat dilakukan ketika capung sedang terbang di udara.

– Mahir Terbang

Capung memiliki kemampuan terbang ke segala arah, terutama terbang mundur. Selain itu, capung juga dapat terbang selama beberapa menit pada satu titik.

– Indera Penglihatannya Sangat Bagus

Mata capung adalah mata majemuk yang dapat menangkap informasi dari 30.000 segi. Hampir seluruh kepala capung dewasa dipenuhi oleh mata yang bisa melihat secara 360 derajat. Capung juga mampu melihat dan membedakan warna yang tidak bisa dilihat oleh manusia.

– Ada Spesies Capung yang Bertelur di Air Asin

Jarang sekali ada serangga yang dapat hidup di air laut. Namun, ada beberapa jenis capung yang mampu bertelur di air laut.

– Capung Mempunyai Manfaat Bagi Manusia

Meskipun capung merupakan predator ganas dan dapat mengganggu manusia, namun mereka juga memiliki manfaat. Keberadaan capung dapat mengurangi populasi nyamuk dan lalat yang sering membawa penyakit. Terdapat informasi, bahwa capung dapat memakan 50 ekor nyamuk setiap harinya.

– Capung Purba Berukuran Besar

Dalam sebuah penelitian telah ditemukan fosil capung purba yang mempunyai ukuran lebar sayap sebesar 3 meter.

Daur hidup capung terbilang cukup lama dibandingkan dengan serangga lainnya. Apalagi pada saat fase nimfa yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Perlu Anda ketahui, nimfa capung dapat digunakan untuk memantau kualitas air, karena mereka tidak bisa hidup di air yang telah tercemar.