4 Daur Hidup Belalang dan Penjelasannya Lengkap

Daur Hidup Belalang
image by: newsweek.com

Warta News – Daur hidup belalang termasuk ke dalam metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis berasal dari kata “metamorphoo”, yang artinya bertransformasi atau bentuknya berubah.

Belalang merupakan salah satu jenis serangga yang kerap menjadi hama dalam pertanian. Hal tersebut dikarenakan makanan belalang berupa daun-daun hijau.

Pengertian Belalang

belalang
image by: thoughtco.com

Belalang adalah hewan serangga yang berasal dari ordo Orthoptera dan subordo Caelifera. Ciri khas yang dari belalang yaitu memiliki antena dan ovipositor yang ukurannya lebih pendek dari badannya.

Hewan ini mampu mengeluarkan suara dengan cara menggosokkan sayap atau abdomen dengan femur belakang. Selain itu, suara belalang dapat muncul karena kepakan sayap ketika mereka terbang.

Hewan herbivora ini dikenal dengan kemampuan meloncatnya yang sangat lincah. Hal tersebut dikarenakan femur belakang yang dimiliki belalang sangat kuat dan panjang. Belalang mempunyai sayap, namun sayapnya tidak selalu digunakan untuk terbang.

Pada umumnya, belalang mempunyai warna hijau, kuning, atau coklat tergantung pada jenisnya. Biasanya belalang betina mempunyai ukuran tubuh lebih besar dibandingkan dengan belalang jantan. Meskipun hidup sebagai hama petani, namun hewan ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Belalang biasanya hidup ditempat terbuka yang terdapat daun-daun hijau. Anda akan mudah menemukan belalang di wilayah perkebunan, hutan, persawahan, bukit, dan lain sebagainya. Berikut merupakan klasifikasi dari belalang:

Kingdom:Animalia
Filum:Arthropoda
Kelas:Insecta
Ordo:Orthoptera
Family:Acrididae

Siklus Daur Hidup Belalang

Siklus Daur Hidup Belalang
image by: seputarilmu.com

Secara umum, belalang memiliki 3 tahapan dalam daur hidupnya. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa belalang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Berikut penjelasan mengenai tahapan daur hidup belalang:

1. Betina Bertelur

Daur hidup belalang dimulai dari sang induk atau belalang betina bertelur. Belalang yang sudah dewasa akan bereproduksi. Ketika sudah sampai pada tahap imago atau dewasa, organ reproduksi belalang sudah berfungsi sepenuhnya.

Serangga ini bereproduksi secara generatif atau melewati proses perkawinan. Setelah terjadi pembuahan sel telur oleh sel sperma, maka belalang betina akan hamil. Butuh waktu selama 3 hingga 4 hari untuk belalang betina melakukan proses bertelur.

2. Fase Telur

Pembuahan antara sperma dan sel telur pada belalang akan menghasilkan telur. Belalang betina akan meletakkan telur-telurnya di berbagai macam tempat. Biasanya tempat yang dijadikan untuk meletakan telur belalang adalah batang tanaman, daun tanaman, dan di dalam tanah.

Induk belalang mampu menghasilkan telur sebanyak 10 hingga 300 butir dalam sekali pembuahan. Bentuk telur belalang ialah seperti biji beras. Telur belalang akan diletakkan di bawah tanah apabila habitat belalang di daerah subtropis.

Kedalaman tanah untuk meletakkan telur belalang ialah sekitar 4 cm. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga suhu ketika musim berganti, sehingga telur akan tetap hangat dan tidak rusak. Telur belalang yang berada di daerah tropis akan lebih cepat menetas dibandingkan dengan daerah subtropis.

3. Fase Nimfa

Jika sudah waktunya telur belalang akan menetas dan muncul sebuah nimfa. Fase nimfa dalam daur hidup belalang sama persis dengan fase dewasanya. Perbedaannya ialah ukuran tubuh, fungsi organ, serta warna kulitnya. Pada fase ini, organ reproduksi belalang belum berfungsi secara sempurna.

Sayap nimfa belalang juga belum berkembang sempurna. Nimfa belalang mempunyai warna tubuh agak putih. Akan tetapi, warnanya berubah menjadi hijau atau kecoklatan pada saat terkena paparan sinar matahari.

Pada umumnya, fase nimfa belalang akan berlangsung sekitar 25 – 40 hari. Makanan utama nimfa belalang adalah dedaunan hijau yang masih muda. Kulit nimfa belalang akan berubah sebanyak 4 sampai 6. Hal tersebut juga bergantung pada keadaan suhu lingkungan dimana belalang tinggal.

Setelah kulit nimfa selesai berubah-ubah, mereka akan mempunyai sepasang sayap yang ukurannya masih kecil. Kemudian nimfa akan terus berkembang dan tumbuh hingga menjadi belalang dewasa.

4. Fase Dewasa

Fase terakhir dalam daur hidup belalang ialah saat menjadi belalang dewasa. Saat berusia 25 hingga 30 hari setelah menetas, belalang akan memiliki sayap yang sempurna. Nimfa telah bermetamorfosis menjadi seekor belalang dewasa dan siap untuk melakukan proses perkawinan. Organ reproduksi belalang dewasa sudah berfungsi sepenuhnya.

Perilaku belalang dewasa dengan nimfa tentunya berbeda. Belalang dewasa jauh lebih aktif dibandingkan dengan nimfa. Selain itu, belalang dewasa juga sering berpindah lokasi untuk menghindari predator serta mencari makanan.

Proses daur hidup belalang dari lahir hingga dewasa membutuhkan waktu sekitar 11 hingga 12 bulan. Belalang dewasa akan menunjukkan berbagai sifat birahinya untuk menarik perhatian lawan jenis. Setelah proses perkawinan, belalang betina akan menghasilkan telur dan daur hidupnya berulang kembali.

Jenis jenis Belalang

Jenis jenis Belalang
image by: britannica.com

Belalang merupakan hewan yang spesiesnya beragam. Pada data terbaru dinyatakan bahwa sampai saat ini telah ditemukan lebih dari 10 ribu spesies belalang. Berikut beberapa belalang yang paling terkenal:

1. Belalang Kayu

Belalang kayu merupakan spesies yang paling terkenal di antara banyaknya belalang yang ada. Spesies belalang ini mempunyai nama ilmiah Valanga nigricornis. Hewan termasuk hama ganas karena telah banyak menyerang pertanian, seperti tanaman jagung dan padi.

Ciri khas yang dimiliki belalang kayu ialah warnanya coklat tua seperti kayu dan ukuran dewasanya sekitar 90 mm. Pada saat masih berbentuk nimfa, belalang ini berwarna hijau dengan pola coklat di tubuhnya.

2. Belalang Hijau

Jenis belalang ini banyak dijumpai di Asia dan Afrika. Nama latin belalang hijau adalah Oxya serville. Sesuai dengan namanya, belalang ini berwarna hijau pada seluruh bagian tubuhnya. Akan tetapi, pada saat suhu lingkungan naik warna belalang ini akan berubah menjadi kecoklatan.

3. Belalang Kaki Merah

Belalang kaki merah merupakan serangga yang tidak ditemukan di Indonesia. Nama ilmiah dari spesies belalang ini adalah Melanoplus femurrubrum. Hewan ini termasuk hama ganas yang banyak menyerang pertanian di Amerika, Meksiko, dan Kanada.

Ciri khas yang dimiliki belalang kaki merah adalah bagian punggungnya berwarna coklat kemerahan. Sesuai dengan namanya, kaki jenis belalang ini juga berwarna merah. Pada bagian perut belalang ini mempunyai warna kuning kehijauan.

4. Belalang Cina

Belum banyak orang yang mengenal belalang jenis ini. Belalang yang mempunyai nama latin Acrida cinerea ini dikenal dengan kepalanya yang panjang. Terdapat stridulasi organ pada bagian tubuhnya serta memiliki ukuran yang berbeda dari belalang lain.

5. Belalang Batu

Belalang batu memiliki warna yang mirip dengan batu, yakni abu-abu disertai bercak putih dan hitam. Nama latin dari spesies belalang ini ialah Asiotmethis Limbatus.

Ketika dewasa, ukuran belalang ini dapat mencapai 2,5 cm. Hewan ini sulit ditemukan di alam bebas, karena warna tubuhnya yang mirip dengan batu.

Daur hidup belalang hampir mirip dengan daur hidup serangga lainnya, seperti capung, jangkrik, dan kecoa. Belalang termasuk hewan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Ada beberapa jenis belalang yang gemar makan tumbuhan beracun. Kemudian mereka akan menggunakan racun tersebut untuk menghindar dari serangan mangsa.