4 Daur Hidup Aurelia Aurita dan Penjelasannya Lengkap

Daur Hidup Aurelia Aurita
image by: https://cdn-a.william-reed.com

Warta News – Daur hidup Aurelia aurita membahas tentang perkembangan atau perubahan yang dialami hewan ini semasa hidupnya.
Aurelia aurita juga sering dikenal dengan sebutan ubur-ubur bulan dan merupakan salah satu spesies dari genus Aurelia. Tahukah Anda bahwa semua spesies dari genus Aurelia sangat sulit untuk diidentifikasi?

Untuk mengidentifikasi spesies dari genus Aurelia harus disertai dengan pengambilan sampel genetik. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar spesies dari genus Aurelia memiliki sifat yang sama.

Ubur-ubur Aurelia aurita memiliki ciri tembus pandang tubuhnya dan berukuran antara 25-40 cm. Aurelia aurita bergerak secara terbatas dan biasanya berenang mengikuti arus air.

Apa Itu Aurelia Aurita?

siklus hidup ubur ubur
image by: foodnavigator.com

Sebelum memahami tentang daur hidup Aurelia aurita sebaiknya Anda tahu terlebih dahulu tentang hewan ini.
Aurelia aurita adalah hewan dari kelas Scyphozoa dan termasuk ke dalam filum Coelenterata. Spesies ini merupakan ubur-ubur (Jelly fish) yang berbentuk seperti mangkuk.

Salah satu ciri khas dari hewan ini adalah mempunyai lapisan berupa mesoglea yang tebal serta menjadi sumber nutrisinya.
Habitat hewan ini berada di laut dan hidup secara melayang atau planktonik. Dalam daur hidup Aurelia aurita terdapat dua bentuk tubuh yakni medusa dan polip.

Selama hewan ini hidup bentuk tubuh yang lebih dominan ialah medusa. Sedangkan bentuk tubuh polip hanya terjadi ketika di fase larva. Aurelia aurita mempunyai alat kelamin terpisah.

Ciri Ciri Aurelia Aurita

Berikut beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh Aurelia aurita:

1. Tubuhnya berbentuk seperti mangkuk.
2. Habitatnya berada di laut dan merupakan satu-satunya habitat hewan Aurelia aurita.
3. Memiliki tentakel yang mengelilingi bagian tepi tubuhnya.
4. Terdapat empat lengan pada sekitar mulutnya dan dilengkapi dengan nematokis.
5. Pada sistem pencernaannya terdapat saluran bercabang.
6. Anyaman merupakan bentuk sistem sarafnya.
7. Contoh yang dapat dijumpai di Indonesia adalah Obelia sp dan Aurelia sp.

Siklus Daur Hidup Aurelia Aurita

Daur Hidup Ubur Ubur
image by: idschool.net

Daur hidup hewan ini hampir sama dengan daur hidup obelia sp, memiliki dua bentuk kehidupan yakni polip dan medusa. Dalam daur hidup Aurelia aurita mengalami proses metagenesis. Berikut merupakan tahapan pada siklus hidup hewan Aurelia aurita:

1. Fertilisasi

Aurelia aurita berkembangbiak dengan cara seksual. Di dalam tubuh medusa jantan terdapat gamet jantan yang akan berkembang. Begitu pula di dalam tubuh medusa betina terdapat gamet betina. Gamet jantan yang biasa disebut dengan spermatozoa akan dilepaskan untuk mengawali proses fertilisasi.

Spermatozoa yang dilepaskan akan masuk ke dalam tubuh betina lewat mulutnya. Kemudian gamet betina akan dikeluarkan dari ovarium sehingga terjadilah pembuahan. Hasil dari pembuahan tersebut adalah zigot.

Setelah zigot terbentuk maka akan dikeluarkan lewat mulut dan menempel pada oral arm. Oral arm adalah semacam tentakel seperti lengan yang muncul dari mulut ubur-ubur dan mempunyai nematosit.

2. Pembentukan dan Perkembangan Planula

Pembentukan planula merupakan bagian dari daur hidup Aurelia aurita setelah zigot menempel pada oral arm. Pada tahapan ini zigot akan mengalami perkembangan hingga terbentuk planula. Berikut merupakan urutan perkembangan zigot menjadi planula:

a. Pembelahan mitosis
Terjadi pembelahan mitosis yang dialami oleh zigot. Hasil dari pembelahan tersebut yakni dua sel dengan asal yang sama.

b. Morula
Pembelahan pada zigot akan terjadi secara terus-menerus hingga zigot berubah menjadi morula. Morula merupakan kesatuan dari seluruh sel yang telah mengalami pembelahan dengan bentuk menyerupai bola.

c. Blastula
Tahap selanjutnya adalah perubahan morula menjadi blastula. Pada saat morula sudah terbentuk maka akan muncul rongga yang berisi cairan (blastocoel) di bagian pusat morula. Bentuk tersebut dinamakan dengan blastula dan memiliki sebuah lapisan tunggal.

d. Gastrula
Setelah blastula terbentuk secara sempurna maka akan mengalami perubahan lagi menjadi gastrula. Gastrula memiliki dua jenis lapisan yang melindungi tubuhnya, yakni lapisan dalam (endoderm) dan lapisan luar (ektoderm).

e. Planula
Terakhir akan terbentuk sebuah planula. Pada tahap ini tubuh gastrula akan mengalami perpanjangan dan lapisan luarnya berubah menjadi silia. Perubahan bentuk menjadi panjang tersebut dinamakan planula. Oleh karena itu planula sering dikenal dengan larva bersilia.

Saat planula sudah terbentuk maka akan dilepaskan dari oral arm. Planula hidup berenang bebas di perairan laut. Kemudian seiring berjalannya waktu planula akan kehilangan silianya dan kembali melekat pada suatu substrat.

3. Pembentukan Skifistoma

Terjadi proses metamorfosis pada Aurelia aurita saat planula melekat pada substrat. Pada saat itu planula mengalami perubahan bentuk menjadi hydra tuba atau polip kecil namun tidak mempunyai perisarc.

Muncul semacam stolon yang mampu menyerap makanan di bagian dasar hydra tuba. Selain dapat menyerap makanan, stolon tersebut bisa membentuk hydra tuba yang baru.

Setelah beberapa saat hydra tuba akan mengalami pembagian dan membentuk menyerupai tumpukan cangkir. Peristiwa tersebut disebut dengan strobilasi dan hasil bentuknya disebut dengan skifistoma. Bentuk skifistoma terjadi selama musim dingin terjadi dan pada bagian tubuhnya terdapat larva efira.

4. Perkembangan Efira Menjadi Aurelia aurita

Setelah efira terbentuk maka akan mengalami perkembangan. Dalam perkembangannya efira membutuhkan makanan berupa protozoa. Ukuran mesoglea akan semakin meningkat seiring bertumbuhnya efira. Mesoglea dapat membuat lapisan endoderm berubah bentuk menjadi lamella endoderm.

Terjadi pengecualian pada pembentukan lamella endoderm di daerah enteron, tentakel, dan oral arm. Setelah itu efira akan terus berkembang dan berubah bentuk menjadi medusa dewasa.

Perubahan bentuk menjadi medusa dewasa tersebut terjadi selama musim panas. Medusa memiliki kemampuan untuk melepas gamet dan fertilisasi akan terjadi lagi.

Pada daur hidup Aurelia aurita yang telah dibahas tersebut diketahui bahwa hewan tersebut mengalami generasi seksual lalu berganti menjadi aseksual. Oleh karena itu Aurelia aurita sering dianggap hampir sama dengan Obelia sp karena juga mengalami metagenesis.

Struktur Tubuh Aurelia Aurita

Siklus Ubur Ubur
image by: geographical.co.uk

Bentuk medusa Aurelia aurita merupakan ubur-ubur yang biasa dilihat oleh masyarakat awam. Ubur-ubur merupakan hewan yang mempunyai gastrovaskuler dan tergolong ke dalam klasifikasi Coelenterata. Hewan ini memiliki tubuh yang transparan dengan warna pink atau kebiruan mirip seperti warna air laut.

Bentuk Aurelia aurita mirip dengan bentuk payung dan diameternya sekitar 7,5-10 cm. Akan tetapi ada beberapa Aurelia aurita yang diameternya mencapai 30 cm. Bagian tubuh yang berbentuk payung pada ubur-ubur ini terdiri dari dua bagian, yaitu:

– Permukaan exumbrellar: merupakan bagian atas tubuh ubur-ubur dengan bentuk yang cenderung cembung.

– Permukaan sumumbrellar: merupakan bagian bawah tubuh ubur-ubur dengan bentuk yang cenderung cekung.
Permukaan sumumbrellar terdiri dari beberapa bagian, yakni:

– Manubrium: bagian tengah dan mempunyai mulut berukuran besar.

– Oral arm: lengan dari mulut ubur-ubur.

– Gonad: berada di antara oral arm dan manubrium serta berjumlah empat.

Pada daur hidup Aurelia aurita dapat disimpulkan bahwa hewan tersebut mengalami fase generatif dan juga fase vegetatif. Sebenarnya hampir semua spesies ubur-ubur memiliki sifat dan perlakuan yang sama. Oleh karena itu tidak heran jika daur hidup hewan ini mirip dengan daur hidup Obelia sp.