4 Contoh Teks Narasi Pendek Beserta Strukturnya Lengkap

Contoh Teks Narasi
image by: kompasiana.com

Warta News – Contoh teks narasi memang menjadi topik paling diburu, baik untuk siswa, mahasiswa, maupun secara umum.

Kemampuan menulis narasi memang dirasa cukup penting untuk dikuasai. Pasalnya, kemampuan ini akan dibutuhkan dalam banyak bidang.

Misalnya, pekerjaan sebagai reporter, jurnalis, peneliti, guru, dan sebagainya. Berikut adalah contoh-contoh narasi yang bisa Anda pelajari.

Contoh Teks Narasi Singkat

Contoh Teks Narasi Singkat
image by: kompasiana.com

Gugur gunung merupakan suatu kegiatan gotong royong yang telah rutin dijalankan oleh warga Kalikonang, Desa Ngombak.

Setiap hari minggu, warga berduyun-duyun hadir di tepi sungai, mereka berkumpul dan mulai bergotong royong mencari batu di sungai.

Kegiatan ini mulai digagas oleh Kepala Desa Ngombak setelah terjadi musibah tanah longsor di sebuah tepi jalan.

Akibat musibah tersebut, jalan menjadi ambles dan tidak bisa dilewati lagi. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan pintas yang bisa dilewati warga, baik berjalan kaki, naik motor, bahkan cukup untuk dilewati mobil.

Jalan pun ditutup agar, maka artinya warga harus lewat jalan lain yang lebih jauh. Setelah melalui proses survei, tanah yang longsor harus ditopang kembali dengan pondasi batu yang kuat.

Sejak saat itu, Kepala Desa Ngombak mengajak warganya untuk bahu-membahu mencari batu-batu di sungai.

Batu tersebut dikumpulkan, jika sudah cukup banyak, maka akan dijadikan material utama dalam membangun pondasi baru di bagian tanah yang telah ambles.

Kegiatan ini sudah berjalan 4 kali, masih butuh sekitar 4 sampai 6 kali lagi agar terkumpul batu yang cukup banyak.

Contoh Teks Narasi Bahasa Jawa

Contoh Teks Narasi Bahasa Jawa
image by: qureta.com

Dino iki dadi dino paling tak enten-enteni. Aku bakal nglamar wong wadon ayu kang wes suwe tak tresnani.

Aku wes nglakoni opo wae kang dadi syarat seko wong tuone. Mbiyen aku durung kerjo, saiki aku wes kerjo.

Mbiyen aku durung duwe opo-opo, saiki aku wes mapan lan duwe omah raketan cilik. Bapake ngongkon aku nunggu tekan anake lulus kuliah, saiki yo wes lulus.

Kabeh wes tak lakoni kanti sabar, kabeh kui demi wong wadon ayu, pacarku. Seko keluargaku kabeh yo wes setuju, Bapak lan Ibuku yowes ikhlas ngrestoni niatku iki.

Atiku bungah sak bungah-bungahe, rasane koyo wes rak sabar tekan nggone dino nikahan. Berhubung aku wong Jowo, acara lamaran kabeh ugo nganggo adat Jowo.

Seko keluarga lanang, kudu nggowo sasrahan kanggo calon nganten wadon. Sasrahan seng digowo macem-macem, biasane ono klambi, sepatu, wedak, rukuh lan sajadah, jenang, wajik, lan lio-lione.

Sak liane kui, barang seng wajib digowo yoiku cincin. Cincin kanggone wong lamaran iku diibaratke tali seng biso naleni (tali pengikat).

Tegese, wong wadon kui berarti wes ditaleni (diikat), dadi orak intuk ditembung wong lanang liane.

Acara lamaranku iki ugo ngajak wong akeh, tetonggo kiwo tengenku kabeh melu ngeterke aku.

Neng dalan aku ngroso deg-degan orak bar-bar, orak nyongko blas iso tekan semene adohe.

Padahal aku karo pacarku kui koyo langit lan bumi. Pacarku anake wong sugih, sedangkan aku cuma anake wong tani.

Contoh Teks Narasi Fakta

Contoh Teks Narasi Fakta
image by: huawei.eu

Gangguan mental masih dinilai tabu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Menurut orang awam, gangguan mental identik dengan “gila”.

Padahal, gangguan mental terdiri dari banyak jenis. Gangguan yang paling ringan yaitu kecemasan, stres ringan, depresi, hingga kegilaan.

Gangguan yang paling sering muncul namun diabaikan adalah kecemasan atau ketakutan dalam diri seseorang.

Hampir setiap orang selalu mengalami kecemasan, baik anak kecil, remaja, dewasa, hingga lansia. Jika terus diabaikan, gangguan ini bisa menjadi lebih parah hingga berubah menjadi depresi berat.

Banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya kecemasan. Secara umum, kecemasan timbul karena adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan yang terjadi.

Terlebih lagi jika seseorang tinggal di lingkungan yang tidak cocok, maka kecemasan bisa bertambah parah dan semakin susah ditangani.

Misalnya saja, seorang siswa dengan gangguan disleksia yang sekolah di sekolah umum (bukan LSB).

Tentu saja lingkungan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan siswa penderita disleksia. Penderita disleksia termasuk dalam kategori “kebutuhan khusus”.

Meskipun secara sekilas, penderita disleksia masih bisa berkomunikasi normal dengan lingkungan.

Disleksia sendiri merupakan gangguan mental yang berkaitan dengan proses belajar. Penderita disleksia akan kesulitan mengenali huruf-huruf, sehingga sangat sulit untuk bisa membaca kalimat.

Mirisnya, banyak orang yang melabeli penderita disleksia sebagai “anak bodoh”, hanya karena tidak bisa membaca.

Di Indonesia sendiri, ada sekitar 5 juta anak menderita disleksia. Namun jumlah tersebut belum sepenuhnya ditangani secara tepat.

Bagi orang tua awam, mungkin masih kesulitan atau bahkan tidak tahu sama sekali bahwa anaknya menderita disleksia.

Namun bagi orang tua yang sudah paham, tentu akan segera membawa anaknya pada tenaga profesional yang tepat, misalnya konselor, psikolog, atau psikiater.

Permasalahan gangguan mental di Indonesia masih belum maksimal. Terbukti, sampai hari ini masih banyak orang tua yang tega mengurung anaknya yang mengidap gangguan mental.

Mereka berdalih, bahwa perilaku anaknya bisa mengganggu orang lain. Mirisnya lagi, mereka malu memiliki anak yang “gila. Kasus ini sering terjadi di pelosok-pelosok daerah, rata-rata dialami oleh keluarga ekonomi rendah.

Contoh Teks Narasi Tentang Guru

Contoh Teks Narasi Tentang Guru
image by: nea.org

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”, semboyan ini masih selalu terngiang di seluruh telinga orang-orang yang pernah bersekolah.

Tapi, apakah benar demikian? Nyatanya, guru justru menjadi tenaga yang dianggap paling “miskin” di Indonesia.

Lihat saja, guru honorer di sekolah dasar, menengah, hingga tingkat atas, gaji mereka tidak lebih dari 500 ribu per bulan, bahkan ada yang tidak digaji sama sekali.

Padahal, guru adalah sosok pertama yang mengajarkan kita semua tentang banyak hal. Lewat guru, seorang murid bisa menjadi dokter, profesor, menteri, bahkan presiden.

Meski Pemerintah telah berupaya keras merombak kebijakan untuk kesejahteraan guru, namun hal tersebut belum terealisasi secara penuh dan merata. Khususnya untuk daerah terpencil dan terluar, jelas akses mereka sulit untuk dijangkau.

Terlebih lagi, perkembangan teknologi di Industri 4.0 semakin “menggerus” guru-guru yang sudah senior atau bahkan dianggap “jadul”.

Contoh nyata, maraknya aplikasi bimbingan belajar online akan lebih dipilih ketimbang metode yang dibawa oleh guru “jadul”.

Alasannya, aplikasi bimbel online lebih ringkas, simpel, up to date, bahkan dikatakan lebih “pintar” dari guru.

Kenyataan kontras ini memang tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Satu sisi, kemajuan teknologi memang sejatinya harus dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak.

Namun disisi lain, kita harus ingat bahwa di dunia nyata, masih ada sosok guru yang yang tidak hanya pintar, namun juga mampu mengajarkan kita tentang tata krama, akhlak mulia, dan nilai-nilai kehidupan lainnya.

Uraian di atas hanyalah contoh teks narasi secara singkat. Anda bisa membuatnya sendiri secara lebih detail dan rinci. Teks narasi juga bisa disesuaikan dengan tema yang diangkat.

Jika narasi disertakan dalam sebuah topik atau isu tertentu, maka isi narasi harus disesuaikan agar pembahasan tetap sinkron. Lebih afdol lagi jika narasi tersebut menyertakan data yang akurat.