4 Contoh Teks Eksposisi Singkat Beserta Strukturnya Lengkap

Contoh Teks Eksposisi
image by: michaelhyatt.com

Warta News – Contoh teks eksposisi di bawah ini mungkin bisa membantu Anda dalam mengerjakan tugas sekolah.

Pasalnya, materi tentang teks eksposisi memang ada di dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Teks eksposisi merupakan sebuah teks berisi argumentasi yang kuat tentang suatu topik.

Argumentasi tersebut bisa bersifat pro atau kontra. Argumentasi ini juga harus disertai informasi yang akurat.

Contoh Teks Eksposisi Singkat

Contoh Teks Eksposisi Singkat
image by: website-files.com

Perlukah pemberian PR (pekerjaan rumah) bagi siswa sekolah? Pertanyaan ini terlihat mudah, tapi ternyata cukup sulit untuk dijawab.

PR bagi siswa sebenarnya bukan hal yang asing lagi, bahkan PR merupakan tugas wajib sehari-hari bagi siswa.

Namun rupanya, ada beberapa sekolah yang justru tidak menerapkan PR sama sekali kepada siswa-siswanya.

Alasannya, siswa sudah cukup lelah belajar seharian di sekolah, sehingga saat mereka sudah di rumah seharusnya mereka berada dalam waktu istirahat bersama keluarganya tanpa terbebani PR.

PR juga dinilai kurang efektif, karena siswa hanya merasa terbebani dan tidak akan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kecuali, bagi siswa yang memang betul-betul cerdas dan disiplin dalam belajar.

Sebagai pengganti PR, beberapa sekolah menerapkan sistem pembelajaran yang berbeda di setiap kelasnya.

Metode yang diajarkan biasanya lebih spesifik dan tepat sasaran. Siswa diajak berpikir secara langsung untuk menyelesaikan suatu masalah atau materi pelajaran. Metodenya bukan lagi “guru menerangkan, siswa duduk mendengarkan”.

Sebagai orang tua modern, saya lebih setuju terhadap metode ini. Lagi pula, saya juga merasa tidak tega jika setiap malam harus memaksa anak untuk terus belajar dan mengerjakan PR.

Saya lebih senang belajar hal-hal yang bisa membuat anak menjadi kritis. Misalnya, mengajak mereka berpikir mengapa gunung bisa meletus, mengapa air laut terasa asin, dan sebagainya.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Pendidikan

Contoh Teks Eksposisi Tentang Pendidikan
image by: assets.ey.com

Sistem pembelajaran secara online atau daring saat ini memang sedang gencar dilakukan oleh seluruh sekolah.

Mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga perkuliahan. Kebijakan ini diklaim menjadi satu-satunya jalan terbaik untuk saat ini, dimana Indonesia masih berada dalam pengaruh pandemi. Kebijakan ini tentu tidak serta merta berjalan mulus, realitanya justru sebaliknya.

Banyak pro dan kontra dalam menghadapi kebijakan ini, khususnya mereka yang berada dalam lingkup pendidikan, seperti para guru misalnya.

Tidak hanya itu, para orang tua juga telah dibuat “pusing” dengan kebijakan dari Pak Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan saat ini. Saya selaku orang tua sebenarnya kurang setuju dengan kebijakan ini.

Belajar online sangat tidak cocok bagi anak-anak tingkat TK dan SD. Mereka masih sangat kecil dan belum sepenuhnya paham tentang tanggung jawab.

Mereka hanya tahu bahwa sekolah libur, dan mereka bebas untuk bermain. Kami selaku orang tua akhirnya jadi semakin stress karena harus memarahi anak setiap hari, mereka sangat susah disuruh mengerjakan tugas.

Terlebih lagi jika orang tuanya seorang pekerja, siapa yang akan memantau belajar anak di rumah? Masalah inilah yang saat ini terjadi, alhasil anak menjadi lebih bebas, mereka tidak belajar dan pengetahuannya tidak bertambah. Selain itu, ada lagi kekurangan dalam kebijakan sekolah online ini, yaitu krisis moral.

Bagi anak-anak yang memang sudah pintar, mereka bisa saja semakin pintar hanya dengan belajar online melalui situs-situs internet. T

api, moral dan sosial mereka tidak terlatih dengan baik. Saya setuju dengan pepatah yang mengatakan bahwa “jika sekolah hanya membuat anak menjadi pintar, Google jauh lebih pintar”. Tapi urusan moral dan perilaku, sekolah tetap lebih baik dari Google.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Kesehatan

Contoh Teks Eksposisi Tentang Kesehatan
image by: sentrapolimer.com

Perlukah imunisasi bagi bayi dan balita? Bagi Anda yang sudah memiliki anak pasti tidak asing dengan istilah imunisasi.

Setiap bayi yang lahir pasti akan diberikan imunisasi hingga usia 2 tahun. Imunisasi atau dikenal juga dengan vaksin ini juga sudah menjadi program Pemerintah. Pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik lewat Posyandu di masing-masing Desa.

Tujuan utama dalam pemberian imunisasi pada anak adalah untuk membentuk daya tahan tubuh terhadap serangan beberapa penyakit yang dianggap cukup berbahaya.

Misalnya vaksin campak, vaksin ini dapat melindungi tubuh anak agar anak terbebas dari penyakit campak.

Namun rupanya, meski sudah berjalan lama, program imunisasi atau pemberian vaksin ini masih mendapat kritikan dari beberapa pihak.

Ada kelompok tertentu yang mengatakan bahwa vaksin ini haram, karena mengandung unsur -unsur dari babi.

Menurut pandangan agama Islam, segala sesuatu yang berkaitan dengan hewan babi jelas haram hukumnya, sehingga tidak boleh dikonsumsi.

Masalah ini sedikit menimbulkan polemik di masyarakat. Bagi masyarakat awam, mereka tentu akan mudah terpengaruh tanpa mengetahui secara detail informasinya,

MUI sebenarnya telah menerbitkan fatwa bahwa vaksin yang sudah beredar di masyarakat hukumnya adalah mubah (boleh).

Para ulama sudah mempertimbangkan keputusan ini berdasarkan banyak hal, salah satunya yaitu tujuan kesehatan dan keterpaksaan.

Disebut keterpaksaan karena hingga saat ini belum ada vaksin yang proses pembuatannya benar-benar halal 100% sesuai syariat agama Islam.

Pemberian vaksin dinilai lebih baik, daripada harus menanggung resiko timbulnya penyakit yang dampaknya lebih parah, khususnya bagi anak-anak.

Meski sudah dilandasi dasar hukum yang kuat dari Pemerintah dan Fatwa MUI, namun tetap saja ada beberapa pihak yang kontra.

Namun dari sisi medis, vaksin merupakan kebutuhan dasar yang wajib dilakukan demi keselamatan dan kesehatan anak-anak.

Contoh Teks Eksposisi Ekonomi

Contoh Teks Eksposisi Ekonomi
image by: cnet3.cbsistatic.com

Minimarket menjamur, bagaimana dengan warung tradisional? Dulu, minimarket dianggap sebagai toko besar yang menjual berbagai jenis produk dengan harga mahal.

Namun sekarang, minimarket menjamur dan hampir ada di setiap desa. Bahkan anak-anak SD sekarang bisa jajan disana.

Berbeda dengan generasi jaman dulu yang hanya bisa jajan makanan “jadul” seharga 500-1000 rupiah saja.

Bagi mereka yang mampu, jelas ini sebuah kemudahan. Mereka bisa berbelanja di warung tapi rasa supermarket, ya anggap saja seperti itu.

Minimarket lebih disukai karena tempatnya yang bersih, ber-AC, nyaman, aman, dan tentu saja produknya lebih komplit ketimbang warung-warung biasa.

Pembeli juga lebih merasa nyaman karena bisa bebas memilih produk tanpa harus tanya ke penjualnya.

Bagi saya pribadi, saya sangat setuju dan merasa terbantu dengan keberadaan minimarket.

Tapi rupanya bagi sebagian orang, minimarket dianggap sebagai “pembunuh” warung-warung kecil.

Realita ini mungkin memang benar terjadi, tapi tidak “membunuh” sepenuhnya, kok. Masyarakat yang lebih suka belanja di warung juga masih banyak, anak-anak yang jajan di warung pun juga masih banyak.

Persaingan seperti ini sudah sangat wajar terjadi, terlebih jika teknologi semakin canggih. Tentu gaya hidup orang-orang juga akan berubah.

Orang-orang akan banyak mencari layanan yang mudah, cepat, bagus, dan nyaman. Jika ingin tetap eksis, seharusnya setiap pedagang atau pelaku usaha harus berani berinovasi.

Contoh teks eksposisi di atas adalah gambaran tentang argumen seseorang terhadap suatu topik.

Setiap argumen baik pro atau kontra harus disertai alasan atau penjelasan yang kuat. Hal ini bertujuan untuk menyakinkan para pembaca agar ikut setuju dengan argumen tersebut.