5+ Contoh Teks Eksplanasi Beserta Strukturnya Lengkap

Contoh Teks Eksplanasi
image by: learnenglish.britishcouncil.org

Warta News – Contoh teks eksplanasi adalah materi paling dicari oleh siswa SMA. Ya, memang benar karena materi ini ada di pelajaran Bahasa Indonesia.

Tidak hanya terbatas untuk siswa SMA saja, teks eksplanasi juga perlu dikuasai oleh kalangan umum.

Pasalnya, teknik menulis teks eksplanasi juga penting dan akan berguna di lingkup pekerjaan maupun di masyarakat umum.

Teks eksplanasi setidaknya harus mengandung unsur sebab-akibat terjadinya suatu peristiwa. Penjelasan harus lengkap dan tuntas, berikut contoh-contohnya.

Contoh Teks Eksplanasi Singkat

Contoh Teks Eksplanasi Singkat
image by: studyinternational.com

Mengapa kita sering kencing setelah minum kopi atau teh? Pertanyaan ini sering muncul di benak kita, tapi jarang sekali ada yang tahu atau memahami bagaimana hal ini bisa terjadi.

Minum teh atau kopi memang sangat nikmat, apalagi dilakukan saat cuaca sedang dingin seperti saat hujan, atau saat pagi hari sebelum aktivitas.

Namun beberapa orang merasa enggan minum kopi atau teh karena takut nantinya sering kencing.

Hal ini tentu saja dapat mengganggu aktivitas, misalnya jika Anda adalah seorang pekerja lapangan yang jauh dari jangkauan toilet.

Ternyata memang benar kopi dan teh adalah 2 bahan yang bisa merangsang terbentuknya air kencing secara cepat. Tidak hanya sekali, Anda bisa kencing hingga lebih dari 3 kali.

Salah satu penyebab mengapa Anda sering kencing setelah minum kopi atau teh yaitu karena adanya kafein di dalamnya.

Kopi dan teh merupakan minuman yang berkafein tinggi. Umumnya tubuh kita hanya bisa mentoleransi jumlah kafein sebanyak 100 mg per hari nya. Sedangkan teh dan kopi dalam satu cangkir, rata mengandung kafein sekitar 75 – 95 mg.

Kafein disebut juga dengan zat diuretik. Zat diuretik adalah zat yang bertugas menahan ginjal agar tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Seperti kita tahu, ginjal bertugas untuk menahan dan menyaring semua cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Tugas ini akan terhenti saat ginjal kemasukan zat diuretik, alhasil air kencing pun menjadi lancar dan terjadi hingga beberapa kali, setidaknya sampai zat diuretiknya hilang.

Contoh Teks Eksplanasi Alam

Contoh Teks Eksplanasi Alam
image by: scx2.b-cdn.net

Hujan adalah fenomena alam yang paling sering kita jumpai. Meski sudah sangat sering melihat hujan, apakah Anda sudah tahu bagaimana hujan bisa terjadi?

Proses terjadinya hujan sebenarnya sudah sering dijelaskan dalam materi IPA, mulai dari bangku SD, SMP, hingga SMA. Namun terkadang, orang-orang sudah lupa atau kurang paham dengan penjelasannya.

Air hujan sebenarnya adalah kumpulan air yang berasal dari laut, sungai, dan danau. Air tersebut mengalami evaporasi atau penguapan.

Penguapan semakin cepat karena disinari oleh panas matahari, uap air pun akhirnya berkumpul di lapisan atmosfer.

Semakin lama uap air yang berkumpul tersebut berubah menjadi butiran-butiran air yang cukup dingin, proses ini disebut kondensasi.

Jika beban sudah terlalu berat, maka gabungan tetes air ini pun akhirnya jatuh ke bumi yang dikenal dengan hujan.

Hujan yang berbentuk air akan otomatis membasahi dan mengaliri bagian-bagian di daratan, termasuk sungai, danau, dan laut. Kemudian proses akan berulang lagi mulai dari penguapan (evaporasi), kondensasi, hingga hujan lagi.

Umumnya, uap air akan berubah menjadi hujan dalam rentang waktu selama 8 hari. Namun, hujan bisa terjadi lebih cepat atau lebih lambat karena pengaruh faktor-faktor lain.

Misalnya suhu daratan dan lautan, arah angin, serta jarak daratan dari sumber air. Jika daratan berjarak cukup jauh dari sumber air, maka hujan akan jarang terjadi.

Contoh Teks Eksplanasi Angin Topan

angin topan
image by: time.com

Apa yang Anda ketahui tentang angin topan? Mungkin Anda sudah paham bagaimana wujudnya tapi belum tahu bagaimana peristiwa alam tersebut bisa terjadi.

Angin topan termasuk bencana alam yang cukup berbahaya, karena dapat menerbangkan dan merusak bangunan di sekitarnya.

Bangunan yang beterbangan atau roboh bisa berpotensi menghantam orang-orang di sekitarnya.

Namun beruntung, angin topan lebih sering terjadi di tengah samudra yang tentu saja jauh dari pemukiman penduduk.

Angin topan terjadi karena beberapa sebab, salah satunya yaitu adanya perbedaan tekanan udara.

Tekanan udara semakin kuat saat cuaca sedang panas, misalnya saat kemarau. Di sisi lain, samudra merupakan air laut yang bersuhu dingin.

Selain perbedaan tekanan udara (panas dan dingin), penyebab lain terjadinya angin topan yaitu penguapan air yang berjumlah cukup banyak.

Penguapan air yang terjadi secara cepat dan dalam jumlah besar, dibarengi dengan perbedaan tekanan udara, akan memicu timbulnya pusaran kuat, atau dikenal dengan angin topan. Angin topan bisa melaju sangat cepat, mulai dari 120 hingga 250 kilometer per jam.

Meski angin topan lebih sering terjadi di tengah samudra, namun keberadaannya juga tetap perlu diwaspadai.

Terjadinya angin topan merupakan ancaman fatal untuk transportasi darat dan laut. Jika angin topan mengenai kapal atau pesawat yang melintas, tentu dapat membahayakan para penumpangnya.

Selain itu, angin topan juga bisa merusak gelombang elektronik pada satelit-satelit komunikasi.

Contoh Teks Eksplanasi Efek Rumah Kaca

Contoh Teks Eksplanasi Efek Rumah Kaca
image by: upload.wikimedia.org

Rumah kaca merupakan rumah yang seluruh sisinya terbuat dari kaca. Bangunan seperti ini biasanya digunakan sebagai lahan perkebunan, misalnya untuk sayuran dan buah-buahan.

Namun, tidak semua negara cocok menggunakan bangunan ini. Rumah kaca lebih sering dibangun di negara-negara yang memiliki 4 musim, tujuannya adalah agar tanaman di dalamnya dapat tetap hangat meski cuaca berubah.

Efek rumah kaca merupakan sebuah istilah yang menggambar bahwa bumi sedang mengalami keadaan seperti rumah kaca, yaitu hangat cenderung panas.

Istilah lain yang lebih populer yaitu pemanasan global, karena bumi semakin panas merata di seluruh penjuru. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya yaitu:

1. Pembakaran Fosil

Fosil yang paling sering dibakar yaitu batu bara. Pembakaran batu bara secara berlebihan dapat merusak lapisan ozon.

Hal ini terjadi karena proses pembakaran akan menghasilkan gas CO2 yang berubah menjadi emisi di lapisan ozon.

2. Penggunaan Bahan Bakar

Penyebab efek rumah kaca paling besar selanjutnya yaitu berasal dari hasil pembakaran bahan bakar bermotor, misalnya bensin, solar, dan sejenisnya.

Gas yang dihasilkan yaitu Karbon Monoksida (CO), uap air (H2O), dan karbondioksida (CO2). Ketiganya berpotensi merusak lapisan ozon.

3. Pembakaran Hutan

Berikutnya adalah pembakaran hutan. Jika hutan terus dibakar, maka jelas akan menghasilkan gas yang menyebabkan bumi menjadi semakin panas.

Misalnya CO2 atau karbondioksida, gas ini akan “mengunci” radiasi matahari sehingga panasnya akan bertahan lama di atmosfer bumi.

Bumi akan semakin panas jika penyebab-penyebab di atas tidak diatasi dengan baik. Meski mustahil dihilangkan, tapi setidaknya 3 hal diatas harus bisa dikurangi.

Upaya ini bisa terwujud jika semua negara betul-betul berkomitmen menjalankannya.

Contoh teks eksplanasi di atas sebenarnya masih bisa dikembangkan lebih lanjut. Pembahasan terkait tema yang diangkat bisa diperpanjang lagi dengan penjelasan yang lebih rinci dan detail.

Namun ingat, penjelasan harus berdasarkan sumber yang valid atau bisa dipertanggungjawabkan.