4 Contoh Teks Drama Beserta Strukturnya Lengkap

Contoh Teks Drama
image by: bromsgrove-school.co.uk

Warta News – Contoh teks drama memang terlihat mudah untuk dibuat. Namun, akan terasa sulit jika Anda belum memahami unsur-unsurnya.

Teks drama setidaknya mengandung unsur penokohan, alur cerita, konflik dan klimaksnya, serta adanya pesan moral.

Semua itu bisa dikemas dengan cerita yang menarik untuk disimak. Berikut contoh-contoh teks drama yang bisa Anda jadikan rujukan.

Contoh Teks Drama Persahabatan

contoh drama persahabatan
image by: timeout.com

Drama berikut berisi kisah tentang persahabatan. Tokoh yang berperan ada 3 orang, yaitu Fina, Laila, dan Ibu Laila.

Fina adalah anak dari keluarga kurang mampu, sedangkan Laila berasal dari keluarga kaya. Setiap sore Fina selalu membantu Ibunya berkeliling kompleks untuk menjual aneka jajanan. Berikut kisah drama diantara Fina dan Laila.

Fina : “Kue kue.. pisang goreng, tahu goreng.. Siapa yang mau beli?”

Laila : “Laila, tunggu! Aku mau beli pisang goreng.”

Fina : “Oh ya, oke.”

Laila : “Fin, aku mau pisang goreng 3 ya, sekalian sama kue cucurnya 2.”

Fina : “Oke, La, aku bungkus dulu ya!”

Fina dan Laila sudah lama saling mengenal, Laila sudah sering membeli kue atau jajanan lainnya pada Fina.

Mereka juga berteman akrab di sekolah. Namun sayang, orang tua Laila tidak suka anaknya bersahabat dengan anak orang miskin.

Ibu Laila : “Laila! Ngapain kamu disitu, ayo masuk rumah!”

Laila : “Aku sedang beli jajan Bu, sebentar.”

Ibu Laila : “Sudah berapa kali Ibu bilang, jangan jajan sembarangan. Apalagi jajanan

seperti itu, kamu bisa sakit perut nanti!”

Laila memang sering dimarahi Ibunya ketika ketahuan sedang membeli jajanan dari Fina. Laila pun merasa sangat sedih dan merasa bersalah pada Fina.

Laila : “Fin, maaf ya. Aku tidak bermaksud membuat kamu sedih seperti ini. Maafkan Ibu aku juga, ya Fin.”

Fina : “Ga apa-apa La, Ibu kamu maksudnya baik kok. Kamu memang harus hati-hati kalau mau beli jajanan.”

Laila : “Tapi aku percaya kue-kue dari kamu sudah pasti bersih, tapi Ibu aku selalu tidak percaya.”

Fina : “Tenang aja La, aku ga apa-apa, ini kuenya. Kamu segera masuk gih, ditunggu Ibu kamu.”

Laila : “Sekali lagi, maaf ya Fin. Ini uangnya, terima kasih ya.”

Fina : “Iya, La. Kembali kasih.”

Fina pun melanjutkan perjalanan untuk kembali menjual kue-kuenya. Sedangkan Laila kembali masuk rumah dan masih dimarahi oleh Ibunya.

Kisah singkat ini mengajarkan kita semua untuk tidak pandang bulu dalam menjalin persahabatan. Laila begitu baik kepada Fina, meski latar belakang keluarga mereka berbeda.

Contoh Teks Drama Pendidikan

Contoh Drama Pendidikan
by: performingartsetc.co.uk

Contoh teks drama selanjutnya bertema tentang pendidikan. Drama ini mengambil setting atau latar belakang di sebuah sekolah. Ada beberapa tokoh yang berperan, yaitu sebagai murid dan guru.

Suatu hari di ruang kelas, saat pelajaran Bahasa Indonesia. Bu Yuni sebagai gurunya, selalu berhasil membuat suasana kelas menjadi menyenangkan.

Bu Yuni : “Ayo anak-anak, sekarang kita akan belajar menentukan cita-cita. Ibu akan tunjuk satu persatu dan menanyakan apa cita-cita kalian.”

Murid-murid : “Iya, Bu.”

Bu Yuni : “Ayo, Melani. Apa cita-cita kamu?”

Melani : “Ingin jadi orang tua yang baik, Bu.”

Bu Yuni : “Itu bukan cita-cita, itu memang sudah menjadi kewajiban” (jawab Bu Yuni sambil tersenyum)

Bu Yuni : “Ayo, Andi. Apa cita-cita kamu kalau sudah dewasa?”

Andi : “Ingin jadi manten, Bu!” (Jawan Andi sambil tertawa, murid yang lain pun ikut tertawa)

Bu Yuni : “Itu juga bukan cita-cita, Andi. Jadi manten atau menikah itu juga sudah menjadi naluri semua orang. Jadi, cita-cita adalah sebuah keinginan di masa depan.

Keinginan itu biasanya terkait dengan pekerjaan atau kesuksesan. Misalnya, kalian ingin jadi dokter, guru, presiden, dan sebagainya.

Bisa juga tentang pencapaian, misalnya kalian ingin membangun masjid, pesantren, rumah sakit, dan sebagainya.”

Murid-murid : “Oh.. begitu ya, Bu.”

Cerita tersebut memberikan pesan moral berupa pemahaman tentang cita-cita. Memang untuk sebagian murid, masih ada yang belum paham tentang apa itu cita-cita.

Mereka masih sulit membedakan antara cita-cita dan kewajiban. Seperti yang diutarakan oleh Melani dan Andi.

Contoh Teks Drama Singkat

Contoh Drama Singkat
image by: nesabamedia.com

Teks drama singkat ini diperankan oleh 2 tokoh, yaitu Ari dan Tia. Mereka adalah sahabat yang harus berpisah karena menempuh pendidikan yang berbeda.

Ari : “Tia, aku takut nanti kamu akan melupakan aku.”

Tia : “Ga akan, Ar. Kita bersahabat sejak kecil, jadi tidak mungkin lupa. Asalkan kita selalu menjaga komunikasi.”

Ari : “Iya, sih. Meskipun kita bisa tetap chattingan dan video call, tapi tetap rasanya beda. Kita tidak bisa bermain bersama lagi.”

Tia : “Kita sudah besar, bukan saatnya main-main lagi. Kita harus kuliah dan mengejar cita-cita kita. Kamu harusnya bersyukur karena sudah diterima kuliah di Amerika.

Artinya kamu mampu, di luar sana banyak orang yang ingin kuliah disana tapi gagal. Sedangkan aku juga ingin kuliah demi cita-citaku, hanya saja aku cukup kuliah di Jakarta.”

Ari : “Kamu betul, kita memang sudah saatnya serius dan konsentrasi untuk belajar. Tapi, kita tetap bersahabat kan?”

Tia : “Tentu saja, kita tetap bisa terhubung. Saat kamu liburan ke Jakarta, aku siap menemani kamu jalan-jalan.” (Jawab Tia sambil tersenyum ceria)

Cerita singkat di atas sedikit banyak bisa memberi gambaran pada kita, bahwa persahabatan memang perlu dijaga dan sebisa mungkin jangan sampai terputus.

Meskipun sudah terpisah jauh oleh jarak. Selain itu, pendidikan juga merupakan hal penting yang harus diutamakan.

Contoh Teks Drama Anak

Contoh Drama Anak
image by: mindchamps.org

Contoh teks drama anak juga cukup mudah dibuat karena alur ceritanya yang ringan. Berikut contoh percakapan di kalangan anak-anak. Kisah ini diperankan oleh 3 orang anak yang ingin bermain layangan di jalanan.

Iqbal : “Hai teman, ayo kita main layangan di sana!”

Andre : “Jangan! Itu kan jalan raya, banyak motor dan mobil lalu lalang.”

Wisnu : “Iya benar, kita tidak boleh main layangan di jalan raya, berbahaya.”

Iqbal : “Sebentar saja! Mumpung anginnya kenceng, nih!”

Iqbal akhirnya berlari sendirian bermain layangan di jalan raya. Iqbal sangat asik sehingga tidak memperhatikan keselamatannya. Sampai akhirnya Iqbal tertabrak motor dan terjatuh.

Wisnu : “Lihat! Iqbal tertabrak motor. Ayo kita tolong!”

Andre : “Iya benar, ayo kita kesana!”

Wisnu : “Iqbal, kamu tidak apa-apa kan?” (Wisnu panik dan segera menolong Iqbal)

Iqbal : “Iya, aku tidak apa-apa. Hanya terjatuh saja dan sedikit luka.”

Pesan moral yang disampaikan adalah, jangan bermain layang-layang di jalan raya. Konflik ini sering terjadi di kalangan anak-anak. Mereka belum bisa berpikir jernih terkait keselamatan.

Contoh teks drama diatas bisa Anda jadikan referensi. Khususnya saat Anda akan mempersiapkan sebuah penampilan drama, baik di depan kelas, atau di panggung.

Hal terpenting adalah, perhatikan alur cerita dan unsur-unsur lainnya, agar drama bisa ditampilkan secara maksimal.