3 Macam Macam Riba dan Contohnya Lengkap

Macam Macam Riba
image by: republika.co.id

Warta News – Macam macam riba perlu dipahami setiap muslim karena merupakan salah satu dosa besar.

Riba merupakan penambahan sejumlah harta yang sifat dan kondisinya khusus. Apa itu riba dan macamnya dalam agama Islam?

Untuk memahaminya, simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Riba

Pengertian Riba
image by: rizqproperty.com

Secara singkat, riba adalah penambahan nilai pada kegiatan jual beli atau pertukaran barang yang bertujuan untuk mencari keuntungan.

Jika diperhatikan dari asal katanya, ‘riba’ berarti penambahan. Hal ini senada dengan yang dikemukakkan Sayyid Quthb dalam tafsirnya mengenai riba.

Beliau mengungkapkan secara spesifik bahwa riba merupakan penambahan utang yang sudah jatuh tempo dari kesepakatan sebelumnya.

Sedangkan secara umum, riba dapat diartikan sebagai penambahan jumlah pembayaran pada utang atau penambahan nilai barang tertentu.

Larangan Mengenai Riba

Pada awal masa perkembangan Islam, praktik riba dilarang secara bertahap. Hal ini serupa dengan larangan-larangan sebelumnya, misalnya khamr atau minuman keras.

Di zaman jahiliyah, kegiatan masyarakat memang penuh dengan praktik riba dan dilakukan dengan terang-terangan. Bahkan hal tersebut seolah sudah menjadi tradisi di lingkungan masyarakat.

Oleh karena itu, perintah larangan riba tidak dilakukan secara langsung. Melainkan dilakukan dengan cara bertahap agar tidak menimbulkan penolakan dan perpecahan antar masyarakat.

Seiring berjalannya waktu dan umat Islam kian bertambah, praktik riba pun benar-benar dilarang.

Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Muslim, Ahmad, Abu Daud dan At Tirmidzi mengenai riba. Jabir bin Abdullah RA berkata mengenai larangan ini, yaitu:

“Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam melaknat pemakan riba dan yang memberi makan riba, juga saksi dan penulisnya. Semua itu sama saja.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, dan At Tirmidzi).

Macam Macam Riba

Larangan Mengenai Riba
image by: lifepal.co.id

Ternyata riba yang merupakan penambahan nilai utang masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis.

Macam macam riba diantaranya adalah riba fadhl, riba nasiah, dan riba al-yadh yang penting dipahami setiap muslim.

1. Riba Fadhl

Riba fadhl merupakan salah satu inti dari makna riba itu sendiri. Riba jenis ini merupakan penambahan nilai pada kegiatan pertukaran barang demi mencapai keuntungan yang lebih.

Contoh mudahnya emas batangan 24 karat seberat 10 gram yang ditukar dengan emas 24 karat seberat 9 gram. Penambahan berat dan nilai emas itulah yang dinamakan riba.

2. Riba Nasi’ah

Mungkin Anda pernah mendengar kasus penangguhan barang yang pada akhirnya menimbulkan keuntungan bagi satu pihak.

Hal ini berhubungan dengan salah satu jenis riba berikutnya, yaitu riba nasi’ah. Riba jenis ini berupa penangguhan penerimaan atau penyerahan suatu barang yang akhirnya bersifat riba karena pertambahan nilai.

Contohnya adalah ketika seseorang membeli buah-buahan yang belum masak, lalu penyerahannya dilakukan setelah buah sudah masak dan siap dipetik.

3. Riba Al-yadh

Riba Al-yadh merupakan riba yang terjadi akibat transaksi jual beli barang disertai dengan penundaan penyerahan barang kepada penerima.

Macam macam riba tersebut sangat dilarang praktiknya dalam Al-Qur’an. Dengan demikian, hukum riba sudah jelas bersifat haram dilakukan setiap muslim.

Bahkan dalam buku ‘kiat-kiat syar’i menghindari riba’ karya Ahmad Sarwat, disebutkan bahwa Allah akan memerangi pelaku riba.

Sekarang Anda sudah mengetaui bahwa riba merupakan salah satu dosa besar dan berat ganjarannya. Hal ini dibuktikan dengan maklumat perang dalam ayat Al-Qur’an bagi mereka yang melakukan praktik riba.

Bagaimana dengan Bunga Bank, Apa Termasuk Riba?

Seperti yang telah diketahui, kehidupan masyarakat modern saat ini memang tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan perbankan.

Bahkan di lingkungan masyarakat desa atau perkampungan sekalipun tak jarang sudah bisa mengakses bank.

Salah satu unsur perbankan yang sering ditemui adalah bunga bank, apakah hal tersebut merupakan praktik riba?

Bunga bank sendiri pada dasarnya merupakan keuntungan yang diperoleh pihak bank berupa presentasi saldo dalam jangka waktu tertentu.

Biasanya, hal ini bergantung pada ketentuan bank, apakah dalam jangka waktu tahunan dan bulanan.

Selain itu, hal ini juga berdasarkan jumlah pinjaman yang dilakukan nasabah dan perhitungan keuntungannya oleh bank.

Sepertinya bukanlah hal yang asing lagi bahwa bunga bank memang sudah biasa digunakan oleh bank konvensional maupun syariah. Hal ini tentunya bertujuan untuk margin keuntungan instansi bank itu sendiri.

Jenis Jenis Bunga Bank

Bunga bank bukanlah hal yang asing lagi bagi bank konvensional. Bunga tersebut dimanfaatkan untuk menanggung biaya keuntungan dan tentunya untuk perputaran uang di bank.

Dengan demikian, Anda mungkin sudah tidak kaget ketika mendapat manfaat dari bunga bank itu sendiri.

Berdasarkan manfaatnyam jenis-jenis bunga bank dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

– Bunga Pinjaman

Bunga jenis ini dibebankan pada nasabah yang memiliki pinjaman di bank sesuai kesepakatan yang dilakukan. Contoh dari bunga simpanan adalah bunga kredit.

– Bunga Simpanan

Bunga simpanan merupakan balas jasa yang diberikan pihak bank kepada nasabahnya karena telah menyimpan sejumlah harta di bank. Contoh dari bunga simpanan adalah bunga deposito dan bunga tabungan rekening.

Masih berkaitan dengan dua macam bunga bank tersebut, hal ini merupakan elemen utama yang membangun sektor bank konvensional.

Baik untuk pembiayaan maupun sumber pendapatan bank itu sendiri. Oleh karena itu, baik bunga simpanan maupun bunga pinjaman, keduanya sangat berpengaruh penting untuk kegiatan perbankan.

Namun, bunga bank dalam islam masih termasuk praktik riba. Hal ini karena kemungkinan terjadinya pinjaman bank yang sifatnya produktif ataupun konsumtif.

Mungkin Anda sudah mengetahui pada hakikatnya, bunga bank memang termasuk riba dan memberatkan peminjam.

Dampak Praktik Riba

Macam macam riba memang dapat menimbulkan berbagai dampak negatf. Praktik riba termasuk ke dalam dosa besar dan sangat dilarang dalam agama Islam.

Oleh karena itu, tak heran jika larangan riba memang sudah cukup jelas dalam Al-Qur’an dan hadits. Berikut dampak praktik riba yang banyak menimbulkan kerugian.

– Pemerasan

Praktik riba bisa menjadi suatu tindak pemerasan si kaya kepada si miskin. Tak jarang orang miskin akan semakin tertekan dengan jumlah hutang yang dilebihkan.

Bahkan bunga yang ditimbulkan kerap kali lebih besar dibanding jumlah nilai pokok utang itu sendiri.

Hal inilah yang akhirnya menyebabkan istilah yang kaya semakin kaya dan yang miskin kian miskin.

– Kebangkrutan Usaha

Tampaknya kasus kebangkrutan usaha akibat perilaku riba memang sudah tidak asing lagi. Mungkin Anda sudah pernah menemuinya di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, hal ini merupakan salah satu dampak riba yang merugikan masyarakat.

Tak jarang seseorang harus meminjam modal dari bank untuk usaha dengan jumlah bunga yang mencekik. Pada akhirnya, hal inilah yang akan merugikannya di akhirat nanti.

– Kesenjangan Ekonomi

Praktik riba dari zaman dahulu hingga sekarang memang dapat menyebabkan kesenjangan ekonomi yang cukup fatal. Tak jarang hal ini bisa berkembang hingga menjadi kekacauan sosial yang perlu dihindari.

Macam macam riba beserta dampaknya memang perlu dijauhi oleh setiap umat muslim. Allah bahkan menyatakan akan memerangi pelaku riba.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita sebagai umat muslim untuk menjauhi riba karena Allah pada hakikatnya menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.