4 Kisah Nabi Zulkifli Singkat dan Lengkap

Kisah Nabi Zulkifli
Image by: thenomadwolves.com

Warta News – Kisah Nabi Zulkifli ini bisa dijadikan sebagai suritauladan, apalagi jika Anda ingin belajar menjadi seseorang yang lebih penyabar.

Sebagai salah satu nabi utusan Allah SWT, dia memiliki sejumlah keutamaan yang tak dimiliki nabi lain. Bahkan ketika godan datang, dia tetap istiqomah menjadi pribadi yang beriman kepada Allah SWT. Seperti apa kisahnya?

Kisah Nabi Zulkifli: Sejarah Kenabian

Kalau merunut silsilah kenabiannya, Nabi Zulkifli merupakan anak Nabi Ayub. Dia tumbuh di lingkungan sederhana dan menjunjung tinggi iman kepada Allah SWT. Sejak kecil tanda-tanda manusia pilihan sudah tampak dari Nabi yang nama aslinya adalah Basyar. Dia memiliki banyak sifat yang diutamakan, bahkan orang di kawasan tempatnya tinggal yaitu dataran Syam menyebutnya anak yang baik.

Saat usianya dewasa, seorang raja yang merupakan pemimpin rakyat tempatnya tinggal di sana melakukan sayembara untuk mencari penggantinya memimpin negeri tersebut. Sebab sang raja merasa sudah uzur dan ingin turun tahta. Menurut beberapa riwayat disebutkan bahwa raja tersebut adalah Nabi Ilyasa.

Dikumpulkanlah semua rakyat oleh raja, kemudian diberikan tiga syarat untuk bisa menjadi penerusnya. Yaitu menahan emosi, puasa pada siang hari, beribadah di malam hari. Menurut kisah Nabi Zulkifli selanjutnya, Basyar (Nabi Zulkifli-red) merupakan satu-satunya rakyat Ilyasa yang tunjuk tangan dan menyanggupi persyaratan tersebut.

Bahkan ketika hari berikutnya kembali digelar sayembara yang sama, hanya Basyar yang kembali mengacungkan tangan. Akhirnya walau sang raja kurang yakin dengan kemampuan Basyar, tapi dia tetap menunjuk Basyar menjadi penggantinya. Sejak itulah nama Basyar diganti menjadi Zulkifli yang memiliki arti orang yang menepati janji, dan diapun mulai menjalankan amanah sebagai raja baru.

Sejak didapuk menjadi raja dia terus menjalankan syarat yang diamanahkan oleh raja terdahulu, setiap hari dia melakukan puasa, kemudian beribadah, dan tak pernah emosi. Bahkan beberapa riwayat mengatakan bahwa nabi ini melakukan ibadah hingga mencapai 100 kali setiap harinya.

Walau tak diketahui tepatnya kapan Nabi Zulkifli menerima wahyu dari Allah SWT, tapi selama kepemimpinannya rakyat sangat senang, nyaman dan bahagia. Karena sang raja baru tak pernah emosi seperti syarat yang diajukan oleh Raja Ilyasa. Semua cobaan keimanan yang dialaminyapun berhasil ditepis dengan sikap terpuji yaitu sabar tanpa emosi dan menyerahkan semua kepada Allah SWT.

Hingga akhir hayatnya di umur 75 tahun pada 1425 sebelum masehi, dalam kisah Nabi Zulkifli disebutkan bahwa kerajaan yang dipimpinnya aman sejahtera. Perkembangan Islam sangat luar biasa hingga ke daerah Damaskus dan Yordania. Karena orang sangat kagum dengan sosok sang nabi yang luar biasa.

Mukjizat Nabi Zulkifli

Hal utama yang dilakukan Nabi Zulkifli setelah ditunjuk menjadi nabi adalah, selalu meluangkan waktu untuk rakyatnya bercengkrama dan membantu setiap masalah. Bahkan dia hanya punya waktu istirahat sedikit setiap harinya, demi mendampingi rakyat di berbagai kondisi yang mereka alami.

Tugasnya menyebarkan ajaran uslam juga mampu membuat sadar kaum Rom, Syria, hingga Yordania yang menyembah berhala, dimana mereka sadar akan keesaan Allah SWT dan jadi mengikut Nabi Zulkifli yang beriman kepada Allah SWT. Keberhasilan itu tak lepas dari sifat sabar dan istiqomahnya di jalan Allah SWT.

Hal ini pula yang menjadikan kerajaannya hidup tanpa masalah, bahkan beberapa kali perang, pihaknya selalu menang. Salah satunya disebut sebagai mukjizat, yaitu ketika rakyat enggan perang karena takut mati, lalu Nabi Zulkifli berdoa kepada Allah SWT untuk melindungi rakyatnya. Dan terjadilah perang dimenangkan oleh kaum pengikut sang nabi tanpa seorangpun meninggal.

Mukjizat yang juga sangat istimewa lainnya tentunya sifat mulia yang dimilikinya sejak kecil hingga akhir hayat. Hal ini pula yang menjadikannya sangat dikagumi dan disebut dalam surat Sadt ayat ke-48. “Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik,” karena tak semua orang bisa memiliki sifat tersebut bahkan Allah SWT mengakuinya.

Godaan Iblis yang Tak berhasil

Selama menjalankan amanah sebagai seorang raja, Nabi Zulkifli juga mendapatkan godaan luar biasa dari setan dan iblis yang tak senang dengan kemuliaan sifatnya. Salah satunya adalah upaya iblis untuk memperdaya sang nabi agar melanggar tiga amanah raja terdahulu, yaitu puasa, shalat dan tidak emosi dan pemarah.

Utusan pertama mencoba membuat emosi Nabi Zulkifli dengan tingkah laku dan hasutannya, namun tak berhasil. Begitu pula utusan berikutnya yang akhirnya membuat iblis marah besar dan berniat menggoda langsung Nabi Zulkifli.

Pertama, kisah Nabi Zulkifli menyebutkan bahwa Iblis datang di malam hari ketika waktunya sang nabi beristirahat, padahal dia sudah sangat capek dengan segala rutinitas. Dengan wujud kakek tua renta dia mengetuk pintu rumah raja dan curhat, tentang konflik yang dialaminya dengan kaum tempatnya bermukim, sehingga dia merasa terzalimi.

Tanpa menghiraukan waktu istirahat Nabi Zulkifli yang sudah hampir habis, iblis terus bercerita. Hingga Akhirnya Nabi berjanji untuk memberikan hak iblis berwujud orang tua itu di depan majlis yang akan dipimpinnya, untuk menyampaikan keluh kesah agar dicarikan solusi yang tepat. Namun ketika sampai di majlis, nabi tak melihat batang hidung kakek tua tersebut hingga malam tiba.

Beberapa kali iblis melakukan hal yang sama kepada sang nabi, bahkan menerobos rumah Nabi Zulkifli walaupun sudah dicegah pengawalnya. Barulah Nabi Zulkifli sadar bahwa tamunya adalah iblis, dia langsung bertanya apa maksud iblis mengganggunya, dan iblis mengaku ingin membuat sang nabi mengingkari tiga amanah yang diberikan raja terdahulu.

Lalu iblis berucap bahwa dia kehilangan cara untuk merusak iman Nabi Zulkifli, karena akhlaknya yang begitu mulia. Kemudian pergilah iblis tanpa berhasil membuat sang nabi emosi apalagi meninggalkan kewajibannya beribadah kepada Allah SWT. Lalu hingga akhir hayatnya di usia 75 tahun Nabi Zulkifli tak lagi pernah diganggu iblis dan setan, sehingga upayanya berdakwah tak mengalami kendala.

Keteladanan Nabi Zulkifli

Setidaknya ada lima keutamaan untuk dijadikan teladan dari kisah Nabi Zulkifli, yang membuatnya ditunjuk Allah SWT untuk menjadi nabi yang ke-16. Apa saja keutamaannya?

1. Ibadah

Sejak kecil Nabi Zulkifli adalah sosok yang sangat rajin beribadah, sehebat itu Nabi Ayub mengajarkannya sehingga tak pernah lupa beribadah. Maka sebagai umat yang taat kepada Allah SWT, merupakan kewajiban Anda untuk selalu beribadah kepada Allah dan semakin mendekatkan diri kepadaNya.

2. Tepat Janji

Sosok nabi yang memiliki ibu bernama Rahmah ini juga dikenal sebagai sosok yang selalu menepati janji. Hal ini sudah sangat dipahami semua rakyat di kawasan tempat tinggalnya, wajar kalau dia jadi sosok yang disenangi.

3. Sabar

Soal kesabaran Nabi Zulkifli memang tak ada tandingannya. Tak pernah sekalipun seumur hidup sifat emosi mempengaruhi fikirannya. Bahkan ketika cobaan bertubi-tubi dan godaan iblis datang membuatnya benar-benar lelah, dia tetap pada kesabaran yang luar biasa.

4. Jujur

Kejujurannya juga tersohor hingga pelosok negeri, setiap gerak geriknya tak pernah lepas selalu dilandasi kejujuran. Dan Anda bisa meneladani sifat ini karena sangat penting, apalagi untuk berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan sesama manusia.

5. Istiqomah

Bisa dirasakan sendiri bagaimana istiqomahnya Nabi Zulkifli dalam menjalankan amanah dari Raja Ilyasa. Dan bagaimana dia juga istiqomah menjalankan ibadah dan selalu taat kepada Allah SWT. Sehingga masyarakatnya yang sebagian besar menjadi pengikutnya juga melakukan hal yang sama dan mendapat berkah dari Allah SWT.

Walau hanya disebut dia kali dalam Alquran, namun kisah Nabi Zulkifli sangat inspiratif dan bisa jadi contoh baik. Apalagi buat Anda yang ingin berubah jadi muslim yang lebih baik, serta mengantongi semua sifat terbaik Allah.