3 Kisah Nabi Zakaria Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Zakaria
image by: republika.co.id

Warta News – Kisah Nabi Zakaria tercantum di dalam Al Quran dan disebutkan namanya sebanyak 12 kali. Nabi Zakaria diutus oleh Allah untuk berdakwah kepada bani Israil yang mulai melenceng dari ajaran murni Nabi Musa dan Nabi Daud alaihissalam.

Ada banyak pelajaran yang bisa Anda dapatkan dengan membaca kisah Nabi yang mulia ini, terutama nilai kesabaran dan ketakwaan kepada Allah.

Silsilah Keluarga dan Keturunan Nabi Zakaria

Kisah Nabi Zakaria terjadi di Palestina sebagai tempat Nabi yang mulia ini diutus. Sepanjang hidupnya, Nabi Zakaria alaihissalam menghabiskan usianya untuk memelihara Haikal yang ada di Baitulmaqdis.

Beliau yang mulia tiada lelah terus berdakwah di jalan Allah kepada Bani Israel yang kehidupannya sudah mulai melenceng dari ajaran Kitab Taurat dan Zabur.

Nabi Zakaria alaihissalam hidup pada periode 91 SM hingga 31 M. Beliau dikaruniai umur yang panjang sampai 122 tahun dan dikaruniai satu orang anak, yakni Nabi Yahya alaihissalam.

Beliau wafat di Aleppo tepatnya di Halab. Nama lengkap nama Nabi Zakaria alaihissalam berdasarkan garis keturunannya hingga ke Nabi Adam alaihissalam yakni Nabi Zakaria alaihissalam bin

1. Dan
2. bin Muslim
3. bin Shaduq
4. bin Hasyban
5. bin Daud
6. bin Sulaiman
7. bin Muslim
8. bin Shiddiqah
9. bin Barkhiya
10. bin Bal’athah
11. bin Nahur
12. bin Syalum
13. bin Yahfayath
14. bin Aynaman
15. bin Rahab’am
16. bin Nabi Sulaiman alaihissalam
17. bin Nabi Daud alaihissalam
18. bin Isya
19. bin Uwaibid
20. bin Bu’az
21. bin Salmun
22. bin Hasyun
23. bin Aminadab
24. bin Aram
25. bin Hashrun
26. bin Farish
27. bin Yahudza
28. bin Nabi Ishaq alaihissalam
29. bin Nabi Ibrahim alaihissalam
30. bin Tarakh
31. bin Nahur
32. bin Saruj
33. bin Ra’u
34. bin Falij
35. bin Abir
36. bin Syalih
37. bin Arfakhsyad
38. bin Sam
39. bin Nabi Nuh alaihissalam
40. bin Lamak
41. bin Matusyalih
42. bin Nabi Idris alaihissalam
43. bin Yarid
44. bin Mihlail
45. bin Qinan
46. bin Anusy
47. bin Nabi Syits alaihissalam
48. bin Nabi Adam alaihissalam

Nabi Zakaria alaihissalam adalah seorang tukang kayu yang makan dan memberi nafkah kepada keluarganya dari hasil keringatnya sendiri. Beliau bukanlah orang yang memiliki banyak harta. Apalagi sebagai seorang Nabi dan Rasul, beliau sangat zuhud terhadap kehidupan duniawi.

Kisah Nabi Zakaria Memohon Keturunan Hingga Puluhan Tahun Lamanya

Kisah Nabi Zakaria alaihissalam yang sering diceritakan di dalam Al Quran adalah bagaimana beliau dan juga istrinya begitu tabah dan tawakal dalam meminta keturunan kepada Allah.

Sulitnya mendapatkan keturunan memang sering dialami oleh beberapa orang Nabi dan Rasul seperti halnya yang dialami oleh Nabi Ibrahim alaihissalam untuk menguji kesabaran dan ketakwaan mereka.

Nabi Zakaria alaihissalam dan istrinya yang telah berusia lanjut tiada lelah terus berdoa memohon keturunan hingga 60 tahun lamanya sampai usianya mencapai 80 tahun, sebuah usia yang banyak orang sudah ragu apakah mereka akan mendapatkan keturunan atau tidak.

Sejak usia pernikahan yang ke-20, Nabi Zakaria alaihissalam terus berdoa meminta keturunan yang akan membantunya di jalan dakwah dan mengurus Baitulmaqdis. Mengenai doa Nabi Zakaria alaihissalam dilukiskan sangat indah di dalam Al Quran surah Maryam ayat keempat.

“Ia berkata “Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku”

Ketidak putus asaan yang bisa kita baca dalam doa Nabi Zakaria alaihissalam di atas haruslah menjadi pelajaran yang sangat dalam untuk umat Muslim hari ini.

Jangan merasa berkecil hati meski menurut perhitungan manusia hal yang kita minta itu terasa tidak mungkin terwujud. Suara Nabi Zakaria alaihissalam selalu lirih dalam berdoa karena besarnya kecintaannya kepada Allah.

Ketabahan Nabi Zakaria alaihissalam untuk memohon anak kepada Allah akhirnya dikabulkan. Dikabulkannya permohonan Nabi Zakaria alaihissalam ini dilukiskan di dalam ayat Al Quran surah Ali Imran pada ayat 38 hingga 39 berikut:

“Disanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi Termasuk keturunan orang-orang saleh.”

Mengenai nama putra Nabi Zakaria alaihissalam, Allah sudah mengabarkan namanya yaitu Yahya yang belum pernah dimiliki oleh orang lain sebelumnya. Putra Nabi Zakaria alaihissalam yang kelak menjadi seorang Nabi dan juga Rasul ini Allah katakan belum pernah diciptakan yang serupa dengannya sebelumnya. Hal ini bisa dilihat pada surah Maryam ayat ketujuh berikut.

“Allah berfirman wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki. Namanya Yahya, yang kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.”

Allah pun memberikan tanda kepada Nabi Zakaria alaihissalam berupa tidak bisa berbicara dengan manusia lainnya hingga 3 malam. Padahal saat itu Nabi Zakaria alaihissalam dalam keadaan sehat.

Kisah Nabi Zakaria: Wafatnya Nabi Zakaria

Tidak ada ayat di dalam Al Quran yang menjelaskan bagaimana kisah Nabi Zakaria yang mulia ini wafat. Namun dalil dari sumber – sumber lainnya seperti dalam kisah Israiliyat serta hadist marfu’ menyatakan bahwa Nabi Zakaria alaihissalam wafat dalam kondisi digergaji oleh petugas kerajaan yang ditugaskan Raja untuk membunuh ayah dan anak, yakni Nabi Yahya alaihissalam dan Nabi Zakaria alaihissalam.

Dikisahkan bahwa Nabi Zakaria berlari dari kejaran para pengawal kerajaan dan bersembunyi di dalam pohon. Pohon tersebut atas izin Allah membelah dirinya menjadi dua sehingga Nabi Zakaria alaihissalam bisa masuk dan bersembunyi di dalamnya. Setelahnya pohon tersebut berubah seperti halnya pohon biasa. Para pengawal kerajaan kemudian mencari – cari Nabi Zakaria alaihissalam untuk dibunuh.

Pada saat mereka kebingungan mencari keberadaan Nabi Zakaria alaihissalam, tiba – tiba salah seorang dari mereka berpikir bahwa Nabi Zakaria alaihissalam tentu memiliki “sihir” yang sangat hebat untuk bisa bersembunyi di balik pohon.

Mereka pun memutuskan untuk menggergaji pohon tersebut hingga Nabi Zakaria alaihissalam meninggal di dalamnya ketika pohon digergaji menjadi dua.

Riwayat terkait wafatnya Nabi Zakaria alaihissalam karena digergaji oleh kaumnya ini bisa ditemukan dari riwayat Wahab bin Munbih ke ayahnya Idris bin Sinan kemudian Idris bin Sinan dan Abdul Mun’im. Dikisahkan bahwa ketika gergaji mengenai otot – otot dari Nabi Zakaria alaihissalam, ia pun merintih karena merasa kesakitan.

Allah kemudian menyampaikan kepada Nabi Zakaria alaihissalam bahwa apabila rintihannya itu tidak berhenti, maka Allah akan menjungkir balikkan bumi serta apapun yang berada di atas bumi saat itu juga.

Nabi Zakaria alaihissalam pun lantas berhenti dari rintihannya sampai jasadnya kemudian terpotong menjadi dua. Hadist mengenai hal ini adalah hadist marfu’.

Meski riwayat ini diakui oleh beberapa ulama, namun banyak juga ulama yang menyangsikan riwayat kisaha ini. Misalnya adalah riwayat dari Ishaq bin Basyar yang didapat dari riwayat Idris bin Sinan kemudian dari Wahab, bahwa orang yang berada di dalam pohon serta terbelah menjadi dua yaitu Sya’ya dan bukan Nabi Zakaria alaihissalam. Sementara Nabi Zakaria alaihissalam meninggal secara wajar.

Kisah Nabi Zakaria mengajarkan kepada kita terkait nilai – nilai kesabaran dan ketakwaan kepada Allah. Meski tidak kunjung mendapatkan keturunan berpuluh-puluh tahun lamanya, Nabi Zakaria alaihissalam tidak kehilangan harapannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Keteguhan dalam agama tentu mendatangkan banyak hambatan, namun jangan jadikah hambatan ini menghalangi dakwah Anda.