5 Kisah Nabi Yusuf Lengkap dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Yusuf
image by: republika.co.id

Warta News – Kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an dipaparkan secara lengkap oleh Allah. Nabi Yusuf menjadi satu-satunya utusan Allah yang ceritanya termuat khusus dalam satu surat yaitu Surat Yusuf ayat 1 sampai 111. Berikut ringkasan kehidupan Nabi Yusuf yang dipenuhi ujian dan kenikmatan dari Allah.

Kisah Nabi Yusuf: Kelahiran dan Masa Kecil

Ayah kandung Nabi Yusuf tidak lain adalah Nabi Yakub. Beliau adalah anak nomor sebelas dari dua belas anak Nabi Yakub.

Tetapi, Nabi Yusuf dilahirkan dari istri kedua Nabi Yakub yang bernama Rahil, dan beliau mempunyai adik seibu yang bernama Bunyamin.

Yusuf kecil sangat dicintai oleh sang ayah, terlebih lagi setelah mengetahui mimpi yang dialami beliau.

Dalam QS Yusuf ayat 4, kisah Nabi Yusuf bermimpi diceritakan. Setelah bangun, beliau mendatangi sang ayah dan menceritakan bahwa ia bermimpi menyaksikan matahari, bulan dan sebelas bintang bersujud di hadapannya.

Mendengar mimpi tersebut, Nabi Yakub menyadari anaknya akan mengalami peristiwa besar nan mulia nantinya.

Berdasarkan mimpi itu juga, Nabi Yakub mengetahui bahwa Yusuf akan menjadi penerusnya kelak.

Seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Yusuf ayat 6 “Dan demikianlah, Rabb-mu telah memilih engkau (menjadi seorang Nabi).”

Dalam ayat tersebut pula dijelaskan bahwa Allah memberikan anugerah kepada Nabi Yusuf berupa kemampuan mentakwilkan mimpi.

Nabi Yakub kemudian memperingatkan anaknya agar tidak menceritakan mimpi tersebut kepada kakak-kakak beliau.

Kalau saudara-saudara yang lain mengetahui, Nabi Yakub khawatir akan timbul kedengkian dalam diri mereka.

Bisa saja mereka akan menyusun rencaan jahat sehingga keharmonisan persaudaraan akan hancur.

Kisah Nabi Yusuf Dibuang ke Sumur dan Dijual sebagai Budak

Nabi Yakub memang mencintai semua anaknya, tak terkecuali Nabi Yusuf. Tetapi kesebelas kakak-kakaknya menganggap sang ayah tidak berlaku adil sebab perhatiannya hanya tercurah pada Yusuf dan Bunyamin.

Salah satu dari mereka mengusulkan dua pilihan. Pertama adalah membunuh Nabi Yusuf dan kedua adalah membuangnya di suatu tempat.

Akhirnya, mereka memilih untuk membuang Nabi Yusuf ke sumur. Kisah Nabi Yusuf dibuang oleh saudara-saudaranya tertulis dalam QS Yusuf ayat 10. Tujuan mereka adalah agar adiknya tersebut dapat diambil oleh musafir yang lewat.

Setelah mangatur siasat, para saudara Nabi Yusuf meminta izin kepada Nabi Yakub. Tetapi, beliau sangat keberatan untuk melepas anak tercintanya.

Nabi Yakub takut kakak-kakak Nabi Yusuf lalai dalam penjagaan sehingga Nabi Yusuf terancam dimakan binatang buas.

Dengan penuh keyakinan, para saudara Nabi Yusuf berjanji untuk selalu menjaga sehingga diizinkanlah mereka pergi.

Setibanya di tempat yang direncanakan, Nabi Yusuf yang masih kecil kemudian didorong ke sumur. Beliau menangis dan memohon untuk dikeluarkan tetapi tidak dihiraukan.

Kakak-kakak Nabi Yusuf segera pergi setelah melumuri sobekan baju beliau dengan darah hewan.

Sesampainya di rumah, mereka berpura-pura sedih dan menjelaskan rekaan cerita yang mereka karang sendiri.

Kisah Nabi Yusuf dijual sebagai budak berawal dari rombongan musafir yang menemukan beliau di sumur tersebut.

Lalu, beliau dijaul kepada Menteri Mesir di suatu pasar. Mereka menghargai Nabi Yusuf sangat murah, hanya beberapa keping dirham.

Kisah Nabi Yusuf Hidup di Mesir Hingga Digoda Zulaikha

Sesampainya di tempat Tuannya Nabi Yusuf, beliau diperkenalkan kepada istri Tuannya tersebut.

Namanya sangat dikenal sampai sekarang yaitu Zulaikha. Dalam QS Yusuf ayat 21, Menteri Mesir berkata kepada istrinya:

“Berikanlah kepadanya tempat dan pelayanan yang baik. Semoga ia dapat mendatangkan manfaat atau kita angkat saja ia menjadi anak.”

Nabi Yusuf tumbuh menjadi lelaki sang cerdas, berakhlak baik dan sangat rupawan. Suatu kenikmatan lengkap dari Allah yang didambakan setiap manusia. Pesona Nabi Yusuf ternyata menjadi penyebab datangnya ujian baru.

Tidak disangka, Zulaikha diam-diam tertarik kepada beliau. Perasaan Zulaikha kepada Nabi Yusuf menggiringnya untuk berbuat maksiat sehingga ia menyusun rencana. Kisah Nabi Yusuf yang digoda oleh Zulaikha termuat dalam QS Yusuf ayat 23 hingga 25.

Dalam ayat tersebut, digambarkan bahwa Nabi Yusuf diperintahkan masuk ke dalam ruangan Zulaikha.

Kemudian, semua pintu ditutup rapat dan mulailah Zulaikha menggoda Nabi Yusuf. Berkat keimanan yang begitu kuat, beliau mampu berpaling dari kemaksiatan tersebut. Beliau memohon perlindungan kepada Allah dan langsung berlari ke arah pintu.

Dengan segera, Zulaikha mengejar Nabi Yusuf dan menarik bagian belakang baju beliau hingga sobek.

Saat pintu terbuka, berdiri di hadapan mereka si Menteri Mesir. Zulaikha terkejut dan langsung memposisikan dirinya sebagai korban.

Dia berujar “Apakah balasan untuk orang yang berniat buruk kepada istrimu selain penjara atau siksaan yang pedih?” (QS Yusuf ayat 25)

Mendengar hal tersebut, Nabi Yusuf pun langsung menyanggah. Kemudian, didatangkanlah saksi dari keluarga perempuan.

Dia berpendapat bahwa apabila sobekan baju Nabi Yusuf berada di bagian depan, maka Zulaikha-lah yang benar. Apabila sobekan baju berada di bagian belakang, maka Zulaikha bersalah.

Ternyata sobekan ada di bagian belakang sehingga teranglah bahwa istrinya yang telah mengajak Yusuf bermaksiat. Kemudian, ia meminta kepada Nabi Yusuf untuk tidak dan menyuruh istrinya untuk memohon ampun.

Kisah Nabi Yusuf Menjadi Pejabat Kerajaan

Sebelum diangkat sebagai pejabat, Nabi Yusuf mendekam di penjara. Penyebabnya adalah permintaan beliau sendiri agar terhindar dari kemaksiatan.

Kisah Nabi Yusuf menafsirkan mimpi terjadi dua kali selama dipenjara. Terdapat dua orang selain beliau di dalam sel. Mimpi si A adalah memeras anggur dan mimpi si B membawa roti di kepala.

Nabi Yusuf mengartikan mimpi si A bahwa ia akan melayani tuannya minuman khamr. Sedangkan mimpi si B ditafsirkan bahwa ia akan mati disalib dan kepalanya dimakan burung.

Beberapa tahun kemudian, sang raja Mesir meminta Nabi Yusuf untuk menafsirkan mimpinya.

Mimpi raja adalah 7 sapi betina gemuk yang dimakan oleh 7 sapi betina kurus, dan 7 gandum hijau dan 7 tangkai lain yang mati.

Atas seizin Allah, Nabi Yusuf mampu mentakwil mimpi tersebut. QS Yusuf ayat 47 – 49 memuat tafsiran dari Nabi Yusuf.

Secara singkat, mimpi tersebut diartikan sebagai perintah untuk berladang selama 7 tahun sebagai persiapan musim paceklik. Kemudian, akan datang kembali musim hujan dan panen besar.

Berkat tafsirannya tersebut, raja akhirnya mengeluarkan Yusuf dari penjara dan mengangkat beliau menjadi bendahara kerajaan. Alasannya, beliau sangat pandai, teliti dan mampu mengelola harta.

Kisah Nabi Yusuf Bertemu Kembali dengan Keluarganya

Suatu saat, terjadi musim paceklik di Mesir. Anak-anak Nabi Yakub pun pergi meminta bantuan bahan makanan kepada pembesar Mesir.

Nabi Yusuf-lah yang bertugas untuk membagikan dan beliau langsung mengenali siapa mereka. Sayangnya, saudara beliau tidak mengenali Nabi Yusuf.

Kemudian, mereka datang kembali dengan membawa Bunyamin sesuai permintaan Nabi Yusuf. Singkat cerita, Nabi Yakub merasakan bahwa Nabi Yusuf masih hidup.

Kemudian, beliau menyuruh anak-anaknya untuk mencari ke Mesir. Saat bertemu kembali dengan Nabi Yusuf dan mendengar pengakuan beliau, mereka terkejut karena samak sekali tidak mengenali adik mereka.

Akhirnya, Nabi Yusuf kembali bertemu dengan kedua orang tuanya. Beliau persilakan keduanya untuk duduk di kursi kerajaan.

Lalu, semua saudara, Nabi Yakub dan ibunda beliau bersujud di hadapan Nabi Yusuf. Dalam QS Yusuf ayat 100, Nabi Yusuf berkata “Wahai ayah, inilah takwil dari mimpiku sewaktu dulu.”

Pelajaran dari kisah Nabi Yusuf adalah jadilah penyabar, mudah memaafkan dan selalu menjaga keimanan kepada Allah.

Nabi Yusuf mencontohkan bagaimana beliau bersabar menghadapi ujian, bersedia memaafkan saudara-saudaranya dan selalu mengingat Allah dalam keadaan apapun. Diperkirakan Nabi Yusuf wafat pada usia 110 tahun.