4 Kisah Nabi Yakub, Sosok Ayah Terbaik Berakhlak Mulia

kisah nabi yakub
Image by: hdnicewallpapers.com (Gambar ilustrasi perjalanan nabi Yakub)

Warta News – Kisah Nabi Yakub dalam mendidik dan membesarkan anak memang patut dijadikan contoh, belum lagi sederet kisah lainnya.

Kisah Nabi Yakub merupakan salah satu nabi yang memiliki akhlak mulia. Mengetahui seluk beluk kisahnya, merupakan hal yang bisa dijadikan suri tauladan.

Latar Belakang Keluarga Nabi Ayub

Merunut silsilah keluarga Nabi Yakub, dia adalah anak dari Nabi Ishak dan cucu dari Nabi Ibrahim. Dia lahir dari ibu bernama Ribka yang dinikahi sang ayah ketika Ishak sudah berusia 60 tahun.

Dia memiliki seorang saudara kembar bernama Aish. Kehidupan masa kecilnya cukup bahagia karena sangat disayang sang ibu, sedangkan Ishak lebih sayang pada Aish.

Beranjak dewasa, Aish merupakan sosok yang suka berburu sedangkan Yakub lebih banyak melakukan pekerjaan mengembala ternak. Suatu saat ketika Ishak sudah sakit-sakitan, dia meminta Aish berburu dan memasak makanan untuknya. Namun sang istri Ribkah meminta Yakub, untuk lebih dahulu menyediakan makanan itu untuk Ishak.

Alhasil pada lanjutan kisah Nabi Yakub, timbul kecemburuan Aish kepada Yakub karena berhasil mewujudkan permintaan sang ayah lebih dulu. Ditambah pula, dia mendapatkan doa keberkahan dari Ishak.

Untuk menghindari permusuhan yang semakin menjadi-jadi Ribka meminta Yakub merantau dan mencari pamannya yang bernama Laban, untuk kemudian menikah dengan anak sang paman.

Dia berangkat ke daerah Mesopotamia, untuk menemui Laban. Orang pertama yang dijumpainya adalah, anak kedua Laban yaitu Rahil yang membuatnya jatuh cinta.

Lalu dibawalah Yakub bertemu Laban untuk menyampaikan pesan orangtuanya, untuk menikahi salah satu putri Laban. Laban memberi syarat untuk bekerja tujuh tahun dulu di peternakannya, sebelum menikah dengan sang putri.

Yakub menyanggupi syarat dan akhirnya bisa menikah, namun harus terlebih dahulu menikahi Laila yang merupakan anak sulung Laban. Baru kemudian menikahi Rahil 7 tahun kemudian, dengan persyaratan yang sama. Selang beberapa tahun, Yakub kembali menikahi wanita yang merupakan budak Laila dan Rahil yaitu Zulfa serta Bahlah.

Dari empat istrinya tersebut kisah Nabi Yakub berlanjut, dengan dikaruniai 12 orang anak yaitu enam anak dari Laila bernama Ruubil, Yahuudza, Zabilon, Syam’un, Isaakhar, dan Laawi. Dari Rahil lahir dua anak yaitu Nabi Yusuf dan Bunyamin. Kemudian dari Bahlah lahir Daan dan Naftaali, lalu Jaad dan Asyir dari istri keempatnya yaitu Zulfa.

Kisah Keluarga Nabi Yakub

Saat menjadi kepala keluarga bagi empat istri dan anak-anaknya, Nabi Yakub dikenal sangatlah adil dalam membagi kasih sayang. Dalam mendidik anak-anaknya. dia memberikan pemahaman tentang Islam dan taat kepada Allah SWT.

Selain itu dia juga mengajarkan berbuat kebaikan kepada orang lain, yang kemudian sangat dipahami dan dijalankan dengan patuh oleh anak-anaknya terutama Yusuf.

Pemahaman Yusuf akan agama yang lebih baik ketimbang saudaranya yang lain, membuat Yakub lebih banyak mengajarkan Yusuf tentang hal itu.

Namun Yakub tetap adil kepada anak yang lain, tapi tetap saja timbul kecemburuan dari saudaranya yang lain. Dengan telaten Nabi Yakub memberikan pengertian, bahwa tak ada perbedaan kasih yang diberikannya kepada Yusuf atau anak lainnya.

Karena cemburu maka 10 saudara tua Yusuf berinisiatif untuk mencelakainya dengan membawanya ke hutan, lalu melemparkannya ke dalam sumur tua. Nabi Yakub yang bersedih kehilangan Yusuf, tetap mendoakan yang terbaik untuk semua anaknya termasuk Yusuf yang sudah entah berada dimana.

Hingga akhirnya anak-anaknya yang lain bertemu kembali dengan Yusuf, yang sudah menjadi orang ternama di Mesir. Yakub tetap mendoakan kebaikan bagi anak-anaknya, apalagi ketika Yusuf meminta untuk membawa Nabi Yakub ke Mesir untuk berkumpul bersamanya. Yakub semakin gembira dan tak henti bersyukur kepada Allah SWT, bahwa doanya sudah dikabulkan dimana Yusuf masih sehat.

Setelah semua anaknya berkumpul kisah Nabi Yakub berlanjut, dengan sepuluh saudara Yusuf yang meminta maaf kepada Yakub dan Yusuf. Kemudian semuanya kembali hidup damai, tanpa dendam sedikitpun. Sungguh mulia cara Nabi Yakub mencintai anak-anaknya, dan sabar menghadapi tingkah polah keturunannya tersebut.

Kisah Nabi Yakub Ketika Berdakwah

Pertama kali bukti kenabian dari Nabi Yakub, yaitu ketika mendapatkan mimpi tentang anak tangga yang menghubungkan langit dan bumi. Kemudian malaikat turun di tangga tersebut, dan memberikan penjelasan tentang jalan hidupnya nanti.

Selang beberapa lama Nabi Yakub yang selalu taat kepada Allah SWT, dan mewarisi sifat mulia dari sang kakek dan ayah diangkat menjadi nabi. Sesuai dengan surat Maryam ayat ke-49.

“Maka ketika ia (Ibrahim) sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah. Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Yaqub. Dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi.”

Dalam menjalankan dakwahnya sebagai Nabi di kawasan Syria dan Palestina, Yakub semakin gencar menyerukan ketaatan kepada Allah SWT. Dia juga rajin berzakat, tak lupa selalu melakukan kebaikan di manapun berada. Contohnya ada melalui sifat yang suka menolong, sangat santun dalam bertingkah laku.

Banyak rakyat kaum Hebron yang menjadi pengikutnya, lalu kembali ke jalan Allah SWT. Kawasan Hebron kemudian menjadi kawasan yang sangat makmur, dan rakyatnya hidup damai dan sejahtera. Sampai akhirnya Yakub ingin kembali ke daerah asalnya, kemudian meminta upah kepada pamannya Laban berupa hewan kambing dan domba bintik, belang, dan hitam.

Mukjizatpun diberikan Allah SWT, menurut kisah Nabi Yakub terlihat ketika domba yang lahir sesuai dengan kriteria yang diinginkannya. Ditambah pula kualitas hewan tersebut sangat baik, kuat dan sempurna. Kejadian itu lalu membuat Nabi Yakub gembira, kemudian berangkatlah Yakub, istri, anak dan rombongan lain menuju Palestina.

Suatu Ketika Nabi Yakub yang telah menjadi Nabi, bertemu dengan saudaranya Aish dalam perjalanan kembali ke Palestina.Yakub bersujud hormat pada sang saudara dan keduanyapun berpelukan, setelah sekian lama tidak bersua. Keduanya saling melepas rindu lalu Yakub memberikan sejumlah hewan miliknya untuk Aish, sebelum keduanya kembali berpisah tanpa menyimpan sedih dan sakit hati.

Hikmah Kisah Nabi Yakub

Sama halnya dengan nabi lain yang diutus Allah SWT untuk umat manusia, banyak keutamaan yang bisa dijadikan teladan dari kisah Nabi Yakub. Karena sebagai manusia pilihan, dia berhasil menyebarkan Islam dengan cara yang luar biasa.

1. Istiqomah

Sejak lahir dia tak pernah ingkar kepada Allah SWT, setiap saat dia tak pernah lupa berzikir, ibadah dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan petunjuk Allah SWT. Sehingga perjalanan hidupnya, diberi kemudahan.

2. Sopan Santun dan Baik Hati

Menjaga sopan santun kepada siapa saja sangat penting. Hal ini pula yang menjadi alasan semakin banyak orang yang kembali mentaati Allah SWT, lewat dakwah sopan yang dilakukan Nabi Yakub.

3. Adil

Walaupun memiliki empat istri dan 12 anak, Nabi Yakub terkenal sangat adil kepada semua istri dan anak-anaknya.

4. Sayang Keluarga

Kepada seluruh anaknya, Nabi Yakub sangat sayang. Maka semua anaknya sangat patuh, serta melakukan semua yang disuruhnya. Dia juga tak pernah henti mendoakan keselamatan, juga kebaikan untuk semua anak-anaknya.

Sungguh sangat inspiratif kisah Nabi Yakub, tentang bagaimana kasih sayang tulus seorang ayah kepada semua anaknya tanpa kecuali. Ditambah pula sejumlah kemuliaan yang membuat sosok Nabi Yakub patut dijadikan contoh baik, dalam menjalankan hidup dan tetap bertaqwa di jalan Allah SWT.