3 Kisah Nabi Yahya Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Yahya
Image by: Republika.co.id

Warta News – Kisah Nabi Yahya alaihissalam diceritakan di dalam Al Quran bahkan sejak sebelum kelahirannya. Kisah Nabi yang dikatakan di dalam Al Quran dicurahkan keselamatan sejak ia dilahirkan, meninggal hingga hari ia akan dibangkitkan ini sangat erat kaitannya dengan kisah ayahnya yang juga merupakan Nabi serta Rasul yang mulia yaitu, Nabi Zakaria alaihissalam.

Silsilah Keluarga dan Keturunan Nabi Yahya

Nabi Yahya alaihissalam dididik dan dibesarkan di lingkungan yang sangat baik dan mendukung pembelajarannya.

Nabi yang mulia ini sejak kecil terpelihara dari perbuatan maksiat serta syirik berkat didikan kedua orang tuanya terutama Nabi Zakaria alaihissalam. Silsilah keluarga Nabi Yahya alaihissalam terpelihara hingga ke Nabi Adam alaihissalam.

1. Nabi Zakaria alaihissalam
2. Dan
3. Muslim
4. Shaduq
5. Hasyban
6. Daud
7. Sulaiman
8. Muslim
9. Shiddiqah
10. Barkhiya
11. Bal’athah
12. Nahur
13. Syalum
14. Yahfayath
15. Aynaman
16. Rahab’am
17. Nabi Sulaiman alaihissalam
18. Nabi Daud alaihissalam
19. Isya
20. Uwaibid
21. Bu’az
22. Salmun
23. Hasyun
24. Aminadab
25. Aram
26. Hashrun
27. Farish
28. Yahudza
29. Nabi Ishaq alaihissalam
30. Nabi Ibrahim alaihissalam
31. Tarakh
32. Nahur
33. Saruj
34. Ra’u
35. Falij
36. Abir
37. Syalih
38. Arfakhsyad
39. Sam
40. Nabi Nuh alaihissalam
41. Lamak
42. Matusyalih
43. Nabi Idris alaihissalam
44. Yari
45. Mihlail
46. Qinan
47. Anusy
48. Nabi Syits alaihissalam
49. Nabi Adam alaihissalam

Nabi Yahya alaihissalam memiliki beragam keistimewaan yang dijelaskan baik di dalam Al Quran maupun hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam bahkan mengatakan bahwa Nabi Yahya alaihissalam adalah seseorang yang tidak pernah melakukan dosa di hidupnya hingga terbebas dari segala dosa.

Terkait kisah Nabi Yahya alaihissalam yang terbebas dari dosa di hari akhir nanti disampaikan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam melalui hadist yang bisa dilihat dari Tafsir At-Thabari berikut ini,

“Setiap anak Adam memiliki dosa di hari akhir nanti kecuali Yahya bin Zakariya.”

Kisah Nabi Yahya: Sebelum Kelahirannya Hingga Masa Kecilnya

Kisah Nabi Yahya alaihissalam bisa kita simak dari sejak sebelum kelahirannya hingga masa kecilnya yang penuh makna di dalam Al Quran. Sementara untuk kisah ketika Nabi Yahya alaihissalam dewasa dan wafat, tidak diceritakan secara jelas di dalam Al Quran. Nabi Yahya alaihissalam dilahirkan oleh ibundanya ketika Nabi Zakaria dan ibunya berusia lanjut.

Nabi Yahya alaihissalam adalah anak yang kelahirannya benar – benar dinanti oleh Nabi Zakaria alaihissalam dan ibundanya hingga mereka berdua berusia lanjut. Kisah kelahirannya hampir serupa seperti kakek moyangnya, yakni Nabi Ishaq alaihissalam yang dinanti oleh Nabi Ibrahim alaihissalam dan Siti Sarah hingga keduanya sudah berusia sangat lanjut.

Sejak kecil, Nabi Yahya alaihissalam terpelihara dari perbuatan keji dan mungkar. Nabi Yahya alaihissalam dikatakan sebagai seseorang yang penuh hikmah (kebijaksanaan) bahkan sejak ia masih kecil. Hal ini bisa kita lihat seperti yang Allah sampaikan pada Al Quran surah Maryam ayat 12 hingga ayat 13 berikut ini,

“Hai Yahya! Ambillah kitab itu (peganglah kitab itu) dengan sunggunh-sungguh”, dan Kami berikan kepadanya hukum selagi ia kanak-kanak. Dan Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan kesucian. karena ia seorang yang bertakwa.”

Kitab yang dimaksud dalam ayat di atas itu adalah kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa alaihissalam dan berlaku untuk kaum bani Israil pada masa itu. Allah memberikan Nabi Yahya alaihissalam pemahaman berupa ilmu, tekad, kesungguhan serta kecenderungan terhadap segala sesuatu yang baik.

Nabi Yahya alaihissalam seperti halnya yang diharapkan oleh kedua ibu bapaknya, tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat taat kepada kedua orang tuanya. Beliau memiliki budi pekerti yang luhur serta tidak sombong lagi durhaka. Allah memberikannya keselamatan dari hari ia lahir, hari ia meninggal dan hari Nabi Yahya alaihissalam dibangkitkan seperti yang terlukis dalam Q.S Maryam ayat 14-15.

“Dan ia taat kepada ibu-bapaknya dan tidaklah ia sombong, tidak durhaka. Dan keselamatan (dicurahkan) atasnya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal, serta pada hari ia akan dibangkitkan dengan keadaan hidup.”

Semasa hidupnya, Nabi Yahya alaihissalam bertemu dengan Nabi Isa alaihissalam yang merupakan putra dari Ibunda Maryam bin Imran. Nabi Isa suatu hari pernah menyampaikan kepada Nabi Yahya alaihissalam untuk memintakan doa kepada Allah untuknya karena Nabi Yahya lebih baik darinya. Nabi Yahya pun menjawab sebagaimana yang disampaikan Nabi Isa untuk memohonkan doa kepada Allah untuknya.

Nabi Isa alaihissalam ketika itu menjawab, ”Engkau lebih baik dariku, aku memberikan salam kepada diriku sendiri sementara Allah memberikan salam kepadamu.” Maka Allah pun kemudian memberikan keutamaan untuk Nabi Isa dan Nabi Yahya.

Sejak kecil, keshalehan dari Nabi Yahya alaihissalam sudah terlihat sebagaimana yang disampaikan oleh Abdullah bin al Mubarok yang menyampaikan dari Ma’mar bahwa ketika Nabi Yahya kecil, beliau diajak bermain oleh teman-temannya.

Ketika itu, Nabi Yahya menjawab bahwa sesungguhnya kita (manusia) bukanlah diciptakan sekedar bermain – main. Hal ini sebagaimana yang tertera pada surat Maryam ayat 12 bahwa Nabi Yahya alaihissalam diberikan hikmah atau kebijaksanaan oleh Allah bahkan ketika ia masih kanak-kanak.

Kisah Nabi Yahya: Wafatnya Nabi Yahya alaihissalam

Ada hal menarik yang sering diceritakan terkait kisah Nabi Yahya alaihissalam saat wafat. Para ulama saling berbeda pendapat mengenai bagaimana Nabi dan Rasul yang mulia ini wafat. Salah satu kisah yang paling populer terkait bagaimana Nabi Yahya alaihissalam wafat sebenarnya cukup menyedihkan dan mengiris hati kita.

Nabi Yahya alaihissalam benar – benar mengikuti jejah ayahnya dalam berdakwah dan beramar ma’ruf nahi munkar di kaumnya Bani Israil. Pada masa hidupnya Nabi Yahya alaihissalam, hiduplah seorang Raja zalim yang berkeinginan untuk menikahi mahramnya sendiri. Nama Raja ini disebut sebagai Raja atau Kaisar Herodus. Sementara mengenai mahram yang ingin dinikahi sang Raja ini ada perbedaan pendapat.

Beberapa sumber menyatakan bahwa mahram yang ingin dinikahi adalah keponakan perempuannya sendiri. Sementara riwayat yang lain menyatakan bahwa yang ingin dinikahi sang Raja adalah anak tirinya.

Nabi Yahya pun menyampaikan bahwa pernikahan tersebut haram dan dilarang untuk dilaksanakan karena di dalam kitab Taurat sangat jelas Allah subhanahu wa ta’ala melarang pernikahan dengan mahram.

Nabi Yahya alaihissalam tetap teguh dalam pendiriannya ini dan tidak berniat Kaisar Herodes yang marah lantas berkeinginan untuk membunuh baik Nabi Yahya alaihissalam dan Nabi Zakaria alaihissalam yang merupakan ayah beliau.

Kedua orang yang mulia ini karena dianggap menghalangi keinginannya untuk menikahi mahramnya. Selain itu, dikatakan dalam suatu sumber bahwa keinginan membunuh Nabi Yahya alaihissalam ini juga dikarenakan bujukan sang wanita.

Anak tiri atau keponakan sang Raja Herodes menginginkan kepala dan darah dari Nabi Yahya alaihissalam sebagai hadiah untuk pernikahan mereka. Raja pun kemudian mengutus beberapa orang algojo istana untuk membunuh Nabi Yahya alaihissalam.

Mengenai kisah ini juga terdapat dalam kitab karya Buya Hamka yakni Tafsir Al – Azhar. Namun terkait kebenaran kisah ini masih diperdebatkan di kalangan ulama karena sumber kisah itu sendiri berasal dari Israiliyat yang tidak ada pada Al Quran dan hadist shahih.

Kisah Nabi Yahya mengajarkan kepada kita mengenai kesabaran dan taat kepada seluruh perintah Allah meski orang lain tidak menyukainya.

Beliau tetap berpegang teguh kepada aturan Allah meski bersebrangan dengan Raja yang memiliki pasukan di wilayah tersebut. Kuncinya tentu saja berkat didikan dari kedua orangtua sejak kecil yang menjauhkan Nabi Yahya alaihissalam dari syirik dan maksiat.