4 Kisah Nabi Syuaib, Perjuangan Sang Orator di Tengah Kaum Penipu

Kisah Nabi Syuaib
Image by: suaramuhammadiyah.id

Warta News – Kisah Nabi Syuaib, Kemuliaan para nabi dan rasul pilihan Allah SWT memang sangat luar biasa. Salah satunya bisa diamalkan melalui kisah nabi Syuaib yang merupakan nabi ke-13.

Nabi syu’aib berasal dari suku Madyan, Nabi yang menurut silsilah merupakan keturunan nabi Ibrahim ini dipilih untuk menyadarkan kaumnya. Agar beriman kepada Allah dan meninggalkan keyakinan mereka menyembah benda mati.

Kisah Nabi Syuaib: Sejarah Kenabian

“Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).”

Surat Hud ayat 84-85 tersebut merupakan bukti bahwa kisah nabi Syuaib diutus Allah SWT kepada kaum Madyan, yang kini dikenal dengan nama Yordania memang benar adanya. Dia menjadi nabi di usia 50 tahun atau tahun 1550 sebelum masehi. Tujuan utamanya dalam berdakwah di tengah kaum Madyan yang berdomisili di Syam Mekah.

Kaum ini terkenal sebagai pedagang yang licik, mereka kerap menipu pembelinya dengan melakukan trik jahat. Seperti mengakali timbangan barang, atau memberikan produk yang tidak berkualitas dengan harga yang mahal. Bahkan dalam praktek berdagang tersebut, kaum Madyan seolah tak peduli bahwa apa yang mereka lakukan itu salah.

Selain menipu, kaum yang juga menetap di kawasan Al-Bad ini juga menyembah selain Allah SWT, tepatnya adalah pohon yang disebut keramat dengan istilah Aykah, ada juga yang menyebut mereka menyembah hutam. Kepada pohon inilah mereka meminta rezeki dan apapun yang mereka inginkan. Selain pohon mereka juga menyembah benda mati lainnya.

Karena kesesatan itulah Allah menurunkan Nabi Syuaib yang berasal dari kalangan Madyan sendiri. memiliki silsilah keluarga yang lekat dengan kaum tersebut kisah nabi Syuaib penuh dengan berbagai kemuliaan.

Kisah Nabi Syuaib dalam Perjalanan Dakwah

Dakwah yang dilakukan oleh Nabi Syuaib bukan hal mudah, dia harus beradu argumen dengan kaumnya sendiri. Walaupun ada kaum berhasil disadarkannya, namun tetap ada kubu penentang yang menjadikan dakwah benar-benar penuh perjuangan.

Kaum penentang tersebut bersikeras untuk tetap melakukan kegiatan berdagang sesuai yang mereka inginkan, yaitu menipu pembeli agar dapat untung banyak. Padahal seperti disebutkan dalam salah satu dari 10 ayat Alquran yang menjelaskan perjuangan nabi Syuaib yaitu surat Al-Ankabut ayat 36, dia sudah menyerukan secara tegas untuk beriman kepada Allah SWT dan berhenti membuat kerusakan di bumi.

Kepiawaiannya menjadi juru bicara juga dikerahkan untuk membujuk kaum Madyan untuk kembali ke jalan Allah SWT. Seperti disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa Nabi Syuaib adalah juru bicara dari para nabi hal itu berdasarkan kisah nabi Syuaib yang dijelaskan kepada umat Rasulullah. Sebab tata bahasanya sangat baik, fasih adu argument, dan menyerukan Islam dengan cara yang intelek.

Dakwah keislaman Nabi Syuaib juga merambah kaum Aikah sesuai dengan petunjuk dari Allah SWT. Kondisi di kaum tersebuat hampir sama dengan Madyan, dan sang nabi lagi-lagi ditentang dan mendapat ancaman untuk memberi azab kepada mereka jika memang Allah SWT menjanjikan azab tersebut. Penegasan soal azab tersebut terpapar jelas dalam Alquran Surat Hud ayat ke-89-90.

“Hai kaumku, jangan pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum nabi Hud atau kaum nabi Saleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih”.

Mukjizat Nabi Syuaib

Kaum yang disebutkan pertama kali binasa karena tak mau beriman kepada Allah SWT melalui dakwah Nabi Syuaib adalah Ashabul Aikah. Kaum tersebut diberi azab melalui mukjizat, yaitu membawa badai panas yang menghancurkan kota tempat kaum Aikah menetap. Tak seorang penentang pun yang berhasil luput dari azab tersebut.

Padahal merekalah yang menantang Nabi Syuaib untuk mendatangkan azab dari Allah SWT, karena mereka tidak mau beriman kepada Allah SWT dan lebih memilih tetap menjalankan hidup dengan menyembah hutan dan benda mati.

Setelah kejadian itu, kisah nabi Syuaib berlanjut dengan kembalinya sang nabi ke kerpampungan kaum Madyan. Tujuannya tentu untuk kembali menyerukan keimanan kepada Allah SWT, sayangnya tetap saja masih ada kaum yang menentang. Sehingga azab harus mereka rasakan.

Azab yang diterima kaum Madyan tak jauh berbeda dari Ashabul Aikah, dimana dengan mukjizat Nabi Syuaib usai badai panas yang datang membuat kaum tersebut berteduh, namun dilanjutkan dengan awan hitam yang kemudian luluh menjadi petir dan percikan api yang membinasakan kaum tersebut tanpa sisa.

Allah SWT menegaskan hal itu dalam Surat Al-Ankabut ayat ke-37 yang isinya kaum yang mendustakan nabi Syuaib diberi gempa luar biasa dan mayat mereka tergeletak di tempat tinggal masing-masing. Yang beruntung hanyalah anggota kaum yang menjadi pengikut sang nabi dan melanjutkan hidup dengan kemakmuran dan rahmat dari Allah SWT.

Keteladanan Nabi Syuaib

Nabi yang memiliki dua anak perempuan dan salah satunya menjadi istri Nabi Musa ini, memberikan banyak pelajaran berharga selama melakukan dakwah menyebarkan agama Islam kepada kaum Madyan dan Aikah dan sepanjang hidupnya hingga usia 110 tahun sebelum wafat dan dimakamkan di Yordania.

1. Jujur

Nabi Syuaib dikenal sebagai pribadi yang sangat jujur, makanya dalam kaumnya yaitu Madyan dia sangat disegani. Sifat ini merupakan salah satu kemuliaan, dan sudah sepantasnya ditiru oleh siapa saja termasuk Anda.

2. Bisa Dipercaya

Dalam kisah nabi Syuaib juga dijelaskan bahwa dia memiliki sifat yang bisa dipercaya, wajar saja banyak yang berubah haluan dan jadi pengikutnya untuk beriman kepada Allah SWT. Sebab apa yang dikatakannya adalah kebenaran.

3. Pandai

Orang yang pandai akan memiliki derajat lebih tinggi, itu juga merupakan kemuliaan yang dimiliki oleh Nabi Syuaib. Bahkan dia diberi julukan orator oleh Nabi Muhammad atau Khatibu Al-Anbiya. Kepandaiannya berbicara ini juga merupakan kemuliaan yang pantas ditiru, tapi tentunya dalam menyampaikan kebenaran.

4. Jangan Menipu

Kaum Madyan dan Aikah memiliki sifat buruk yaitu menipu saat berdagang, yang sangat merugikan orang lain. Hal itu sangat dibenci Allah SWT, dan tentunya akan berbuah azab setimpal dengan perbuatan. Seperti azab yang diberikan kepada kedua kaum tersebut.

5. Berdagang Sesuai Syariat

Kalau Anda berprofesi sebagai pedagang,, lakukanlah sesuai ajaran Islam, jika tidak maka dosa yang akan ditanggung. Sesuai dengan ilmu dagang yang disebutkan dalam Alquran surat Hud ayat ke-86, dimana Allah menyebutkan bahwa keuntungan yang didapatkan dari Allah adalah yang lebih baik.

6. Jangan Sombong

Tidak ada manfaatnya memiliki sifat sombong apalagi orang tidak mampu yang tetap saja sombong. Seperti halnya yang dimiliki sejumlah kaum Madyan yang sombong dengan usaha dagang licik mereka, karena akhirnya adalah azab yang akan diberikan Allah SWT.

7. Saling Menasehati Dalam Kebaikan

Nabi Syuaib juga mengajarkan bahwa menasihati orang lain dengan memberi contoh terbaik dari diri sendiri adalah hal mulia. Makanya saat mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT, nabi Syuaib sangat telaten dan memperlihatkan sikap yang baik sesuai petunjuk yang diberikan Allah SWT.

Tak ada ruginya untuk mengetahui secara detail kisah nabi Syuaib karena banyak hal positif yang bisa diambil dan diterapkan dalam hidup. Baik itu menyangkut sifat baik yang patut diteladani, hingga menghindari cara buruk dalam melakukan perdagangan, agar hidup Anda senantiasa diberkahi dan berada dalam lindungan Allah SWT.