Kisah Nabi Sulaiman Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Sulaiman
image by: republika.co.id

Warta News – Kisah Nabi Sulaiman menimbulkan decak kagum. Beliau dianugerahi banyak kenikmatan dan kelebihan dari Allah semenjak masa muda.

Nabi Sulaiman diberi amanah tidak hanya sebagai rasul tetapi juga sebagai raja yang berkuasa atas manusia, jin dan binatang.

Kisah Nabi Sulaiman: Kelahiran dan Masa Remaja

Nabi Sulaiman dilahirkan di Yerusalem. Beliau adalah anak kandung dari Nabi Daud yang paling muda. Apabila diruntut dari Nabi Ibrahim, beliau menduduki garis keturunan ke-13.

Sewaktu lahir, ayah Nabi Sulaiman masih menjabat sebagai raja sebagai pengganti Raja Thalut.

Walaupun anak termuda, ternyata Nabi Sulaiman paling unggul dalam hal kecerdasan dibanding kakak-kakak beliau.

Nabi Daud sangat bersyukur sebab beliau memang menginginkan seorang anak yang cerdas sehingga mampu mewarisi tahta kerajaan.

Kelebihan yang diberikan Allah kepada Nabi Sulaiman semenjak remaja yaitu ketajaman dalam berpikir, kebijaksanaan dan ketelitian.

Salah satu bukti kecerdasan beliau terdapat pada kisah Nabi Sulaiman dalam mengadili suatu permasalahan.

Saat itu, ada dua orang dari rakyat Nabi Daud datang untuk meminta keadilan. Perkaranya adalah kebun milik si A dirusak oleh kambing milik si B yang masuk pada malam hari. Si B pun mengakui kalau ia memang lalai.

Kemudian, Nabi Daud memberikan keputusan bahwa si B harus menyerahkan kambing-kambingnya kepada si A sebagai ganti rugi dari rusaknya kebun.

Mendengar hal tersebut, Nabi Sulaiman izin untuk angkat bicara dan memberikan pendapat kepada sang ayahanda.

Setelah ayahanda beliau mempersilakan, Nabi Sulaiman menjelaskan solusi yang lebih baik.

Pemilik kebun sebaiknya memberikan kebun yang sudah rusak tersebut untuk dirawat oleh pemilik kambing.

Sedangkan pemilik kambing memberikan hewan ternaknya kepada pemilik kebun. Tujuannya adalah agar kambing dapat dimanfaatkan oleh si pemilik kebun.

Sedangkan kebun yang rusak akan dirawat oleh si pemilik kambing. Setelah semua tujuan tercapai, barulah mereka mengembalikan kepunyaan masing-masing.

Penyelesaian tersebut pun diterima karena sama-sama menguntungkan. Itulah salah satu bukti dari kisah Nabi Sulaiman yang diberikan kelebihan oleh Allah sejak masih belia.

Kisah Nabi Sulaiman Menjadi Seorang Nabi dan Raja

Berkat kemampuan Nabi Sulaiman yang luar biasa, sang ayahanda berniat menjadikan beliau sebagai raja berikutnya.

Namun, salah seorang kakak Nabi Musa yang bernama Absyalum tidak terima. Dia menyusun rencana untuk memberontak yang akhirnya berujung pada ia terbunuh. Setelah Nabi Daud wafat, Nabi Sulaiman didaulat sebagai raja.

Selama menjadi raja, Nabi Sulaiman memiliki kekuasaan yang sangat luas dan kuat. Suatu waktu, beliau berdoa kepada Allah yang diabadikan dalam QS Shad ayat 35.

Terjemahannya yaitu “Sulaiman berkata: Ya Tuhanku, berikanlah ampunan kepadaku dan anugerahkanlah kerajaan yang tidak akan pernah dimiliki oleh siapapun sepeninggalku.”

Selain menjadi seorang raja, Nabi Musa juga terpilih menjadi utusan Allah. Beliau meneruskan perjuangan sang ayahanda, Nabi Daud.

Semua yang beliau dakwahkan bersumber dari Kitab Taurat. Kisah Nabi Sulaiman meminta kerajaan yang besar dengan wilayah kekuasaan yang luas bertujuan untuk mempermudah jalan dakwah.

Beliau ingin agama Islam tersebar secara luas dan cepat. Nabi Sulaiman sama sekali tidak gila duniawi dan kekuasaan sebab beliau mengabdikan diri semata untuk Allah.

Kisah Nabi Sulaiman yang Menjadi Raja Seluruh Makhluk

Atas izin Allah, Nabi Sulaiman tidak hanya dikaruniai kekuasaan atas wilayah tetapi juga kekuasaan atas semua jenis makhluk di muka bumi.

Mulai dari manusia, jin hingga binatang tunduk dan patuh terhadap Raja Sulaiman. Fakta tersebut dimuat dalam surat Al-Anbiya ayat 81 hingga 82:

“Telah Kami tundukkan kepada Sulaiman segolongan syaitan yang menyelam hingga ke dasar laut untuknya dan juga mengerjakan pekerjaan selain itu.”

Kemudian, kisah Nabi Sulaiman memiliki tentara dari jin dan binatang juga diabadikan dalam QS An-Naml ayat 17. Berikut terjemahannya:

“dan dihimpun untuk Sulaiman, tentaranya yang terdiri dari jin, manusia dan burung. Mereka itu lalu diatur dengan tertib (dalam sebuah barisan).”

Banyak hal yang Nabi Sulaiman perintahkan kepada bala tentara dari segala makhluk tersebut.

Beberapa di antaranya seperti membangun kerajaan, mengambil kekayaan dari dasar laut untuk dimanfaatkan, membangun banyak gedung, dan merenovasi Baitul Maqdis.

Tidak ada satupun yang berani membantah Nabi Sulaiman. Barang siapa yang melakukan demikian maka akan dihukum dengan berat.

Walaupun jin, setan dan hewan patuh pada Nabi Sulaiman tetapi mereka tetap berada di bawah kekuasaan Allah secara penuh.

Nabi Sulaiman juga mampu menundukkan angin. Beliau sering memanfaatkan kekuatan angin untuk mengantarkan beliau pergi dan membawa barang-barang.

Dalam surat Al-Anbiya ayat 81, kisah Nabi Sulaiman menaklukkan angin dipaparkan. Berikut artinya:

“Telah Kami tundukkan kepada Sulaiman angin yang kencang sekali tiupannya dan berhembus atas perintah Sulaiman ke negeri yang telah Kami berkati.”

Hembusan angin dapat dikendalikan dengan baik oleh Nabi Sulaiman. Beliau dapat memerintah angin untuk berhembus pelan, sedang hingga kuat. Perjalanan beliau menjadi lebih cepat dibandingkan dengan menaiki seeokor kuda.

Kisah Nabi Sulaiman Mengajak Ratu Balqis Masuk Islam

Suatu ketika, Nabi Sulaiman tengah berkumpul dengan bala tentaranya. Beliau sangat marah saat mengetahui ketidakhadiran burung hud-hud hingga mengancam akan memberikan azab yang pedih.

Peristiwa tersebut tertulis dalam QS An-Naml ayat 21. Dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman akan mengazab atau menyembelih hud-hud apabila tidak memberikan alasan yang jelas.

Setelah itu, hud-hud pun akhirnya menampakkan diri. Pada QS An-Naml ayat 22 hingga 24 dijelaskan bahwa keterlambatan burung hud-hud disebabkan oleh sesuatu yang dilihatnya.

Burung hud-hud menyaksikan ada seorang ratu yang memerintah negeri Saba. Tetapi ratu dan rakyat Saba menjadikan matahari sebagai sesembahan.

Mendengar pengakuan tersebut, Nabi Sulaiman memutuskan untuk mengirim surat kepada kerajaan Saba.

Surat tersebut berisi ajakan kepada sang ratu yang bernama Balqis untuk tunduk kepada kerajaan Nabi Sulaiman dan masuk Islam.

Setelah membaca surat tersebut, Ratu Balqis meminta saran dari para pembesar kerajaan. Mereka menyarankan untuk melakukan penyerangan.

Tetapi, Ratu Balqis memilih untuk mengirimkan hadiah mewah berupa:

a. 500 batangan emas;
b. Mahkota dengan hiasan permata;
c. Minyak anbar;
d. Minyak kesturi.

Saat utusan sampai di kerjaan Nabi Musa, beliau menolak mentah-mentah hadiah tersebut. Kisah Nabi Sulaiman menolak pemberian Ratu Balqis dan mengundangnya ke kerajaan beliau diabadikan dalam QS An-Naml ayat 32. Penggalan terjemahannya adalah:

“Kembalilah kepada mereka beserta hadiah yang kamu bawa. Sungguh kami akan mendatangi mereka dengan pasukan yang mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Dan pasti kami akan mengusir mereka semua dari negeri itu.”

Ratu Balqis menerima undangan Nabi Sulaiman dan segera bergegas melakukan perjalanan.

Sementara itu, Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit untuk membawa singgasana Ratu Balqis dalam sekejap. Lalu, beliau juga memberi perintah untuk mengubah lantai istana agar sebening kaca dan memperindah bagian lain.

Sesuai rencana, Ratu Balqis sangat terkejut sekaligus takjub dengan kemegahan istana Nabi Sulaiman.

Apalagi ketika melihat bahwa singgasananya telah berada tepat di hadapannya. Pada akhirnya, Ratu Balqis menyadari betapa kecilnya ia kemudian menyerahkan diri untuk beriman kepada Allah.

Setelah masa dakwah Nabi Sulaiman selesai, Allah pun mewafatkan beliau. Kisah Nabi Sulaiman yang dicabut nyawanya ketika berdiri mengawasi kerja para jin dijabarkan dalam surat Saba ayat 14. Jin baru mengetahui hal tersebut setelah beliau jatuh karena rayap memakan tongkat Nabi Sulaiman.