5 Kisah Nabi Saleh, Utusan Allah Untuk Kaum Tsamud

Kisah Nabi Saleh
Image by: al-monitor.com

Warta News – Meneladani kisah Nabi Saleh, ada banyak tauladan-tauladan yang wajib Anda petik sebagai pelajaran berharga hingga saat ini. Nabi Shaleh adalah utusan Allah SWT kelima yang diberi tugas membuat sadar kaum Tsamud, yang menetap di daerah Domatha hingga Hegra berjarak 470 km dari pusat Kota Madinah.

Kisah Nabi Saleh Singkat

Dalam Alquran surat Al-A’raf pada ayat ke-73 dijelaskan, bahwa Allah SWT mengutus Nabi Saleh kepada kaum Tsamud agar mereka menyembah Allah.

Nabi tersebut merupakan putra dari Ubaid bin Tsamud yang merupakan keturunan langsung dari Nabi Nuh AS. Keluarga mereka termasuk petinggi di antara kaum Tsamud dan cukup disegani.

Awal dari kenabian Shaleh adalah ketika kaum Tsamud benar-benar berada dalam keingkaran, dimana mereka menyembah berhala. Selain itu mereka juga memiliki sifat sombong dan ria yang sangat merugikan orang lain. Belum lagi hobi minuman keras dan banyak zina lainnya yang sering dilakukan oleh kaum Tsamud.

Sebagai salah satu yang dimuliakan kaum Tsamud, kisah Nabi Saleh ketika meninggalkan berhala dan beriman kepada Allah SWT membuat kaum itu pun terbelah jadi dua. Yaitu pengikut setia Nabi Saleh yang dikomandoi Junda bin Amru. Sedangkan kubu penentangnya dipimpin dua petinggi Tsamud yaitu Rabbab dan Dzu’ab.

Bahkan ketika sang nabi ingin mengajak sepupunya Junda bin Syihab, dua penentang itu melarangnya. Begitu juga ketika beberapa pemuka Tsamud lainnya yang ingin beriman kepada Allah SWT seperti yang sudah dilakukan Nabi Shaleh. Dengan berbagai cara Rabbab dan Dzu’ab mencegah agar mereka batal jadi pengikut Nabi Saleh.

Puncaknya adalah ketika dia ditantang untuk memperlihatkan mukjizat seperti dijelaskan dalam surat Asy-Syu’araa ayat 54. Nabi Saleh diminta menghadirkan unta betina dari balik bukit yang mereka tunjuk. Dengan kekuasaan Allah SWT, diapun mampu menghadirkan unta tersebut, dan sebagian besar pembelot pun beralih menjadi pengikut nabi tersebut.

Mukjizat Nabi Saleh

Dakwah mengajak kaum Tsamud beriman dijalani Nabi Shaleh penuh kesabaran, dengan tekad luar biasa Nabi Shaleh terus melakukannya dengan berbagai upaya sesuai dengn perintah Allah SWT. Usai menghadirkan unta betina di padang pasir Tsamud, kisah Nabi Saleh berlanjut dimana kaum Tsamud tidak boleh mengganggu si unta saat makan dan minum.

Seperti dijelaskan dalam surat Hud ayat ke-64 “Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat (yang menunjukkan) kebenaran untukmu, sebab itu biarlah ia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.” Sejak itulah dibuat jadwal pengambilan air untuk masyarakat dan si unta.

Keberadaan unta betina tersebut memang jadi salah satu simbol dakwah dari kisah Nabi Saleh saat menyebarkan Islam, apalagi setelah hewan tersebut melahirkan anak jantannya. Karena mereka banyak memberi manfaat bagi warga Tsamud, terutama menyediakan susu segar setiap hari. Bahkan dua ekor unta itu dijadikan lambang kasih sayang di masa itu.

Kisah Nabi Saleh dan Unta

Selama periode kenabiannya, Nabi Shaleh berada di tengah kaum Tsamud untuk mengajarkan Islam sejak 2150-2080 sebelum masehi. Selama itu pula banyak kaum Tsamud yang menjadi pengikutnya, walau tetap saja ada pemberontak yang tak senang dengan eksistensinya.

Kehancuran kaum Tsamud dalam perjalanan kisah Nabi Saleh dimulai saat sembilan pembangkang, membuat rencana untuk membunuh unta betina yang dihadirkan Nabi Shaleh. Mereka menunjuk Qaydar yang akan mengeksekusi unta di malam hari yang sudah ditentukan.

Dalam perencanaan pembunuhan itu, terlibat dua wanita yaitu Shaduq binti Mahya bin Zuhair Al-Mukhtar dan Unaizah binti Ghunaim bin Mijlas.

Shaduq menawarkan dirinya untuk dimiliki sepupunya Mishra’ bin Mahraj bin Mahya. Sedangkan Unaizah membebaskan salah satu dari empat anak gadisnya kepada Qudar, jika mereka mau merealisasikan aksi pembunuhan unta tersebut.

Dan terjadilah pembunuhan unta tersebut dengan sangat keji, dumlai dari eksekusi oleh Qudar dan diselesaikan oleh yang lain hingga memotong kedua unta jadi beberapa bagian.

Azab Pedih Dari Allah

Usai membunuh unta yang pada akhirnya ketahuan oleh Nabi Shaleh dan pengikutnya, para penentang bukannya meminta maaf, namun semakin menjadi-jadi. Mereka malah merencanakan untuk membunuh Nabi Shaleh.

Rencana itu tak terlaksana karena berdasarkan kisah Nabi Saleh selanjutnya, Allah memberi perintah kepadanya dan pengikut untuk segera meninggalkan Tsamud karena azab akan didatangkan.

Azab didatangkan empat hari usai pembunuhan unta. Tiga hari berturut-turut terjadi perubahan drastis pada wajah para penentang Nabi Shaleh. Dimana hari pertama wajahnya jadi kekuningan, hari kedua menjadi merah dan kari ketiga menjadi hitam legam. Barulah azab itu muncul seperti disebutkan dalam Surat Al’A’raf ayat 78.

Dalam surat itu dijelaskan azab didatangkan dengan gempa, kemudian suara keras yang menghancurkan telinga, lalu petir yang menyambar. Tak satupun kaum Tsamud yang berhasil selamat. Bahkan Kalbah binti As-Salq yang lari ke kampung lain juga tewas seketika usai diberi minum. Sedangkan Abu Righal yang ada di Mekah juga tewas mengenaskan, sesaat setelah keluar Mekah.

Sifat Nabi Saleh

Usai hancur leburnya kamu Tsamud yang membangkang, Nabi Shaleh melanjutkan perjuangannya mengajarkan Islam bersama para pengikutnya hingga wafat di usia 70 tahun.

Dia dikebumikan di Mekah, dengan berbagai bukti yang dilindungi dunia saat ini. Selain itu juga banyak keutamaan yang bisa diambil dari kisah Nabi Saleh ini, diantaranya adalah:

1. Azab Bagi Yang Tidak Percaya Kepada Nabi dan Rasul

Allah SWT akan mendatangkan azab bagi umat yang tidak mempercayai keberadaan nabi dan rasul sebagai utusan-Nya. Hal ini terlihat jelas lewat azab bagi kamu Tsamud yang menentang Nabi Shaleh.

2. Hancurnya Peradaban Akibat Akhlak

Akhlak yang buruk akan membawa kepada kehancuran, hal ini sudah banyak terbukti baik saat masa kenabian hingga saat ini. seperti hancurnya kaum Tsamud karena akhlak buruk mereka yang sombong, suka melakukan kemungkaran dan secara terang-terangan menentang Allah SWT.

3. Mukjizat Untuk Nabi dan Rasul

Allah SWT memberikan mukjizat bagi nabi dan rasul pilihannya sebagai cara menunjukkan kebenaran ajaran Islam. Salah satunya seperti mukjizat unta betina yang dihadirkan Nabi Shaleh atas izin Allah SWT, untuk membungkam kaum Tsamud yang menentang beliau.

4. Kesabaran Tak Berbatas

Nabi dan rasul diberikan akhlak yang mulia diantaranya kesabaran yang tak berbatas, bahkan ketika mereka diperlakukan dengan tidak baik. Hal itu juga dilakukan oleh Nabi Shaleh yang terus telaten berdakwah di tengah kaum Kaum Tsamud walaupun dari golongan penentang, sering disikapi dengan tindakan tidak baik, bahkan hingga ingin membunuh nabi kelima tersebut.

Banyak pelajaran berharga dari kisah Nabi Saleh diantaranya bagaimana Allah memudahkan Nabi untuk menyebarkan Islam dengan memberikan mukjizat. Kemudian kita sebagai manusia tidak boleh sombong dan berakhlak buruk, karena pasti akan ada azab dariNya. Dan menerapkan akhlak mulia dari Nabi Shaleh yang terkenal sangat sabar dan taat hanya kepada Allah SWT hingga akhir hayatnya.