7 Kisah Nabi Musa Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Musa
image by: republika.co.id

Warta News – Kisah Nabi Musa membelah Laut Merah adalah bukti kekuasaan Allah. Hal tersebut menjadi salah satu mukjizat yang Allah anugerahkan kepada Nabi Musa sekaligus untuk membinasakan raja zalim, Fir’aun.

Cerita tentang kelahiran Nabi Musa, turunnya wahyu kenabian, kekejian Fir’aun hingga binasanya Fir’aun menjadi hal yang wajib Anda imani sebagai seorang muslim.

Kisah Nabi Musa: Kelahiran

Nabi Musa lahir saat Fir’aun memerintahkan seluruh anak laki-laki dibunuh. Pemimpin zalim tersebut telah memperbudak Bani Israil selepas wafatnya Nabi Yusuf.

Penyebab pembunuhan tersebut adalah ketakutan Fir’aun akan mimpinya. Ahli tafsir mengartikan mimpi Fir’aun bahwa ada laki-laki dari Bani Israil yang membawa petaka besar bagi dirinya dan mampu menghancurkan kekuasaannya di Mesir.

Allah memberikan petunjuk pada ibunda Nabi Musa untuk menghanyutkan beliau ke Sungai Nil. Peti yang membawa bayi Musa tiba di kerajaan Fir’aun.

Kisah Nabi Musa menjadi anak angkat Fir’aun disebabkan oleh Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun, yang memang mandul sehingga menginginkan anak. Dia meminta izin kepada suaminya seraya memohon agar si bayi tidak dibunuh.

Fir’aun menerima permintaan dari istrinya. Setelah itu, Asiyah mencari ibu susu untuk Musa dan terpilihlah ibu kandung Nabi Musa sendiri.

Lalu, Nabi Musa pun dibesarkan di rumahnya sendiri bersama dengan keluarga kandungnya. Sebab, ibu kandung beliau menolak untuk menetap di istana. Upah dan uang pun diberikan untuk merawat bayi Musa.

Saat sudah dewasa, terdapat peristiwa menarik yaitu perginya beliau dari Mesir. Hal tersebut terjadi karena Nabi Musa membela orang Bani Israil yang dizalimi orang Mesir yang kafir.

Dengan satu pukulan, orang Mesir itu terbunuh padahal beliau tidak bermaksud demikian. Saat penduduk mengetahui bahwa si pembunuh adalah Nabi Musa, maka beliau memilih pergi ke Madyan.

Nabi Musa Menikah dan Menerima Wahyu Kenabian

Setelah tiba di Madyan, Nabi Musa melihat ada dua orang gadis yang mengalami kesusahan untuk mengambil air.

Kemudian, beliau memutuskan untuk membantu. Karena ingin balas budi, salah satu dari gadis tersebut mengusulkan kepada sang ayah untuk mempekerjakan Nabi Musa. Kebetulan, ayah si gadis memiliki peternakan dan sedang membutuhkan tenaga lebih.

Pemilik peternakan tersebut pun menyetujui dan mulailah Nabi Musa bekerja. Setelah berlalu 8 tahun, beliau mendapatkan tawaran untuk menikahi salah satu putri dari pemilik peternakan dan menyetujuinya.

Kisah Nabi Musa bercakap-cakap dengan calon mertuanya tersebut tertuang dalam QS Al-Qashash ayat 27 sampai 28. Nama istri beliau adalah Shafura.

Beberapa lama setelah menikah, beliau memutuskan untuk kembali ke Mesir. Dalam perjalanan itulah, Nabi Musa mendapatkan wahyu kenabian.

Wahyu dari Allah turun ketika Nabi Musa berada di lembah bernama Thuwa. Allah menunjukkan mukjizat kepada Nabi Musa dengan cara mengubah tongkat beliau menjadi seekor ular yang besar dan pancaran warna putih pada tangan beliau.

Nabi Musa Melarikan Diri Bersama Bani Israil

Allah memberikan perintah untuk berdakwah kepada Fir’aun yang menyebabkan keraguan dalam hati Nabi Musa.

Kisah Nabi Musa berdoa untuk dimudahkan urusan dakwah beliau oleh Allah termuat dalam QS Thaahaa ayat 25 hingga 35 dan sangat masyhur hingga sekarang. Makna doa tersebut adalah:

“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, lancarkanlah segala urusan yang Engkau perintahkan. Lancarkanlah lisanku agar orang lain dapat mengerti apa yang aku katakan dan jadikan dari keluargaku yakni Harun untuk membantuku.

Kuatkanlah kami dan jadikan Harun sebagai nabi yang juga membawa risalah bersama denganku. Sungguh Engkau Maha Melihat apa yang terjadi pada kami.”

Ajakan Nabi Musa kepada Fir’aun untuk beriman kepada Allah ternyata ditolak mentah-mentah. Fir’aun justru menghindar dan melemparkan olok-olok terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Harun.

Ketika Nabi Musa menunjukkan dua mukjizat di hadapannya, Fir’aun malah menuduh itu adalah sihir. Kemudian, ia memerintahkan penyihirnya untuk melawan Nabi Musa.

Pertarungan antara Nabi Musa dan penyihir dari kaum Fir’aun akhirnya dimenangkan oleh beliau. Para penyihir justru terketuk hatinya dan mau mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan.

Sebab, mereka mengetahui bahwa ular dari tongkat Nabi Musa adalah benar mukjizat dari Tuhan. Fir’aun sangat marah dan semakin melampaui batas dengan menindas dan membunuh Bani Israil.

Pada malam hari, Nabi Musa mengajak orang-orang yang beriman untuk pergi dari Mesir. Kisah Nabi Musa meninggalkan Mesir merupakan perintah dari Allah yang ingin menyelamatkan beliau beserta kaumnya.

Perbuatan Fir’aun benar-benar sudah melampaui batas. Allah menimpakkan musibah bertubi-tubi kepada kaum Fir’aun. Bahkan ketika Allah mengabulkan doa Nabi Musa untuk mengangkat musibah, Fir’aun tetap ingkar. Padahal sebelumnya ia berjanji akan beriman kepada Allah.

Kisah Nabi Musa dan Firaun

Bani Israil yang kabur dipimpin oleh Nabi Musa ternyata sampai ke telinga Fir’aun. Dia segera mengerahkan pasukan yang jumlahnya sangat banyak untuk melakukan pengejaran.

Ketika terbitnya matahari, kedua rombongan bertemu di tepi Laut Merah. Dalam keadaan terpojok, Allah memberi perintah kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut. Seketika laut pun terbelah.

Atas izin Allah, rombongan Nabi Musa dapat melewati laut dengan aman. Dengan angkuhnya, rombongan Fir’aun menyusul di belakang.

Saat Nabi Musa sampai di tepi seberang, Fir’aun masih di tengah lautan dan saat itulah Allah menyatukan kembali belahan laut. Dengan begitu, tenggelamlah Fir’aun dan seluruh pasukan.

Kekafiran Fir’aun dalam kisah Nabi Musa digambarkan dalam Al-Qur’an. Berikut surat yang memuat kabar tersebut:

1. QS An-Naziat ayat 24 yang memiliki arti “Fir’aun berkata: ‘aku adalah Tuhan kalian yang kedudukannya paling tinggi.”

2. QS Al Isra ayat 102 yang penggalan maknanya yaitu “Musa mengatakan: ‘…..Sesungguhnya aku mempunyai persangkaan bahwa kamu, Fir’aun, merupakan manusia yang pasti akan binasa.”

3. QS Al-Mu’min ayat 36 hingga 37. Penggalan artinya yaitu “dan berkatalah Fir’aun: ‘Hai Haman, buatkanlah bangunan yang tinggi agar aku sampai ke pintu-pintu langit untuk melihat Tuhan Musa. Sesungguhnya aku mengangap dia sebagai seseorang yang berdusta.”

4. QS Al-Mu’min ayat 46 yang maknanya adalah “Allah berfirman: ‘Timpakanlah kepada Fir’aun dan kaumnya azab yang sangat keras.”

Fir’aun menyandang julukan orang terlaknat sehingga mendapatkan azab yang begitu pedih. Setelah Allah menenggelamkannya di Laut Merah, kemudian jasad Fir’aun dilempar ke daratan.

Hal tersebut bertujuan untuk membuktikan bahwa Fir’aun yang selama ini menganggap dirinya sebagai Tuhan, tidak dapat menyelamatkan diri sendiri dan mati. Tujuan lain adalah sebagai pembelajaran berharga.

Setelah itu, Nabi Musa dan Bani Israil dapat meneruskan perjalanan dengan tenang ke negeri Palestina.

Kisah Nabi Musa yang melakukan perjalanan bersama Bani Israil mendapatkan begitu banyak kenikmatan dan kemudahan dari Allah. Beberapa di antaranya adalah:

1. Mengirimkan awan untuk memberikan naungan agar mereka terlindung dari sengatan matahari selama berjalan;

2. Memancarkan air dari batu yang dipukul oleh tongkat Nabi Musa. Dengan begitu, terdapat 12 mata air yang dihadirkan berdasarkan jumlah suku dalam Bani Israil;

3. Memberikan makanan bernama manna yang memiliki rasa manis melebihi madu. Selain itu, Allah juga menghadirkan makanan bernama salwa yang bentuknya mirip seperti burung puyuh.

Banyak hikmah yang bisa Anda dapat dari riwayat Nabi Musa. Pertama, hendaklah selalu beriman dan bertakwa kepada Allah bagaimana pun keadaannya.

Kedua, selalu gantungkan harapan hanya kepada Allah. Ketiga, mintalah kemudahan untuk segala urusan hanya kepada Allah.

Terakhir, jauhi sifat sombong, dengki, dan kufur nikmat sebab hal tersebut akan mendekatkan Anda pada azab.