4 Kisah Nabi Luth Singkat dan Lengkap

Kisah Nabi Luth
Image by: republika.co.id

Warta News – Kisah Nabi Luth alaihissalam merupakan salah satu kisah para rasul yang paling sering kita dengar dan mengandung banyak pelajaran untuk umat manusia hingga hari ini.

Nabi Luth alaihissalam berdakwah kepada kaumnya dalam waktu lama namun dakwahnya selalu mendapat pertentangan yang hebat. Pertentangan hebat ini berakhir ketika Allah kemudian menurunkan azabnya kepada kaum Luth.

Silsilah Keluarga dan Keturunan Nabi Luth

Nabi Luth alaihissalam lahir pada tahun 1950 SM dan meninggal dunia pada usia 80 tahun di tahun 1870 SM. Nabi Luth alaihissalam wafat di suatu tempat di desa Shafrah di Negeri Syria atau Syam.

Nabi Luth alaihissalam diutus di daerah yang bernama Amurah dan Sodom. Kedua negeri ini terletak di dekat Laut Mati atau dikenal sebagai Danau Luth.

Nabi Luth alaihissalam memiliki dua orang putri yang bernama Za’rita dan Ratsiya. Garis keturunan Nabi Luth alaihissalam hingga sampai kepada Nabi Adam alaihissalam yakni:

1. Nabi Adam alaihissalam
2. Nabi Syits alaihissalam
3. Anusy
4. Qinan
5. Mihlail
6. Yarid
7. Nabi Idris alaihissalam
8. Matusyalih
9. Lamak
10. Nabi Nuh alaihissalam
11. Sam
12. Arfakhsyad
13. Syalih
14. Abir
15. Falij
16. Ra’u
17. Saruj
18. Nahur
19. Tarakh
20. Haran
21. Nabi Luth alaihissalam

Banyak yang belum mengetahui bahwa sesungguhnya masa hidupnya Nabi Luth alaihissalam bersamaan dengan masa hidup Nabi Ibrahim alaihissalam.

Bahkan, Nabi Luth alaihissalam sendiri sesungguhnya adalah anak saudara atau keponakan dari Nabi Ibrahim alaihissalam. Sebelum diutus oleh Allah untuk berdakwah kepada kaum Sodom, Nabi Luth alaihissalam berhijrah ke Mesir bersama pamannya.

Nabi Luth alaihissalam dan Nabi Ibrahim alaihissalam tinggal di negeri Mesir selama beberapa waktu hingga kemudian keduanya pergi kembali ke tanah Palestina. Di perjalanan menuju tanah Palestina, Nabi Luth alaihissalam memohon izin kepada Nabi Ibrahim alaihissalam untuk pergi ke Negeri Sadum atau Sodom yang terletak dekat dengan Laut Mati.

Nabi Luth alaihissalam dipilih oleh Allah untuk berdakwah di negeri tersebut. Nabi Luth alaihissalam pun berdakwah ke negeri Sodom ini dan menikah dengan salah satu wanita di negeri tersebut.

Kisah Nabi Luth Berdakwah Pada Kaumnya

Kisah perjuangan Nabi Luth alaihissalam untuk berdakwah kepada kaumnya dicatat dalam beberapa ayat Al Quran. Ada banyak nasehat dan ilmu yang kita dapatkan dari percakapan antara Nabi Luth serta kaumnya yang dikenal sebagai kaum Luth.

Nama Nabi Luth alaihissalam disebutkan setidaknya 27 kali di dalam Al Quran dan banyak dijelaskan dalam hadist – hadist Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Kaum Luth yang ada di Negeri Sodom adalah kaum yang dikenal memiliki akhlak sangat buruk. Akhlak mereka yang buruk bisa dilihat dari kebiasaan berbuat mungkar seperti curang dalam berdagang, berkhianat kepada teman hingga menyamun. Namun, tidak hanya perbuatan mungkar ini saja yang membuat kaum ini dilaknat Allah, namun pekerjaan keji berupa homoseksual.

Kaum Luth mengerjakan perbuatan keji homoseksual yang merupakan kali pertama dilakukan manusia di bumi ini. Laki-laki dari kaum Luth mendatangi laki-laki untuk menyalurkan nafsu syahwatnya sementara kaum wanita mereka tinggalkan. Nabi Luth alaihissalam pun tiada henti mendakwahi kaumnya untuk bertakwa dan beriman kepada Allah.

Anda bisa melihat betapa kerasnya pertentangan kaum Nabi Luth alaihissalam terhadap dakwahnya dari surah Asy Syu’ara ayat 160 hingga 168 berikut:

160. Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul,
161. ketika saudara mereka Luth berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”
162. Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
163. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
164. Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
165. Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks),
166. dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas.”
167. Mereka menjawab, “Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir.”
168. Dia (Luth) berkata, “Aku sungguh benci kepada perbuatanmu.”

Kisah Nabi Luth Didatangi Dua Malaikat

Pada masa-masa akhir perjuangan dakwah Nabi Luth alaihissalam, beliau didatangi oleh dua malaikat yang menyamar sebagai pria tampan. Dua malaikat ini sebelumnya telah mendatangi Nabi Ibrahim alaihissalam terlebih dahulu baru kemudian menemui Nabi Luth alaihissalam.

Mengenai kisah datangnya dua malaikat ini diterangkan dalam Surat Adz-Dzariyat 31 hingga 35 serta Surat Hud 69 sampai 81. Awalnya para malaikat ini mendatangi Nabi Ibrahim alaihissalam untuk memberi kabar gembira mengenai kelahiran Ishaq dari istri Beliau yakni Siti Sarah. Berikut adalah ayat surat Surat Adz – Dzariyat yang menjelaskan mengenai kedatangan malaikat.

31. Ibrahim bertanya: “Apakah urusanmu hai para utusan?”
32. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),
33. agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah
34. yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas”
35. Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu.

Kisah Nabi Luth ketika dua malaikat datang kepada rumahnya digambarkan sebagai sesuatu yang sangat memberatkan beliau. Hal ini dikarenakan paras tampan dan gagah kedua lelaki tersebut.

Nabi Luth alaihissalam sangat khawatir ia tidak mampu menjaga kedua tamunya ini apabila masyarakatnya kemudian mendatangi rumahnya dan berlaku yang tidak pantas kepada kedua tamunya.

Nabi Luth alaihissalam sebelumnya sudah menyampaikan kepada keluarga dan pengikutnya agar merahasiakan kedatangan dua orang lelaki tampan ke rumahnya. Namun, istri alaihissalam yang durhaka kemudian mengabarkan kedatangan tamu suaminya ke kaumnya hingga mereka bersegera pergi ke rumah alaihissalam.

Nabi Luth alaihissalam berusaha mencegah niat buruk kaumnya ini kepada kedua tamunya. Ia menawarkan kedua putrinya untuk dinikahi oleh salah seorang dari mereka karena wanita lebih suci untuk mereka nikahi ketimbang berbuat fahisyah (keji dengan berhubungan homoseksual). Namun kaumnya tidak perduli dan memaksa Nabi Luth alaihissalam untuk menyerahkan tamunya pada mereka.

Ketika kondisi sudah semakin parah, malaikat Jibril pun keluar dan membuat mereka seketika buta dengan memukul wajah kaum Luth menggunakan ujing sayapnya.

Kaum Luth yang buta pun kemudian saling bertabrakan dan terjatuh. Mereka kemudian mengancam Nabi Luth dan mengatakan akan kembali ke rumahnya besok pagi sembari pulang ke rumah masing – masing.

Mengenai kejadian dibutakannya mata kaum Luth diceritakan oleh Allah melalui Al Qamar ayat 37. “Sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.”

Mengenai kejadian pada malam saat dua orang malaikat mendatangi rumah Nabi Luth juga dijelaskan oleh Allah dalam Surat Hud dari ayat 77 sampai ayat 81.

Azab Kaum Nabi Luth

Datangnya kedua malaikat menjadi pertanda bahwa pertolongan Allah kepada Nabi Luth alaihissalam sudah sangat dekat. Hal ini juga berarti menjadi tanda bahwa kaumnya sudah akan diazab oleh Allah.

Kedua malaikat yang mendatangi rumah Nabi Luth alaihissalam menyampaikan bahwa Nabi Luth harus pergi dari negeri Sodom pada bagian akhir malam dengan membawa keluarga serta pengikutnya.

Mengenai diazabnya kaum Luth dikisahkan dalam berbagai surah seperti Surat Hud ayat 82, surat Asy Syu’ara ayat 169 sampai 175, Al Hijr 73 sampai 74, dan surat An – Najm 53.

Negeri kaum Luth dibalikkan oleh Jibril atas perintah Allah dengan sayapnya hingga menuju langit dunia. Selanjutnya negeri ini pun dibalik seketika itu juga hingga kaki dan kepala kaum Luth yang membangkang terbalik.

Melalui kisah Nabi Luth yang diterangkan dalam Al Quran, Istri Nabi Luth alaihissalam termasuk ke dalam kelompok yang tinggal saat azab dari Allah diturunkan.

Hal ini terjadi karena istri Nabi Luth alaihissalam tidak beriman kepada Allah dan rasulnya. Ia pun turut membantu kaumnya dengan memberi tahu mereka ketika Nabi Luth alaihissalam didatangi oleh dua malaikat yang menyamar sebagai pria tampan.

Kisah Nabi Luth mengajarkan kepada kita bahwa perbuatan homoseksual atau berhubungan seksual sesama jenis adalah perbuatan yang sangat terlarang dalam Islam. Bahkan Allah mengazab kaum ini dengan azab yang sangat keras yang memusnahkan mereka semua dalam waktu sekejab mata.