3 Kisah Nabi Ishaq Singkat dan Lengkap

Kisah Nabi Ishaq
image by: republika.co.id

Warta News – Kisah Nabi Ishaq alaihissalam di dalam Al Quran sudah diceritakan oleh Allah ketika kedua orangtuanya sangat menantikan kehadiran buah hati selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

Nabi Ishaq alaihissalam dikenal sebagai moyangnya Bani Israil karena dari Nabi Ishaq alaihissalam dan istrinya kemudian terlahir Nabi Ya’qub alaihissalam yang menurunkan ke 12 suku dari Bani Israil.

Silsilah Keluarga dan Keturunan Nabi Ishaq

Ishaq bin Ibrahim alaihissalam dilahirkan pada tahun 1897 SM oleh ibunda wanita yang mulia yaitu Siti Sarah.

Nabi Ishaq alaihissalam hidup selama 180 tahun di muka bumi dan meninggal pada tahun 1717 SM. Ia diutus untuk berdakwah kepada bangsa Kan’an yang ada di sebuah kota di daerah Kan’an yakni Kota Hebron atau dikenal sebagai Al-Khalil.

Silsilah keluarga Nabi Ishaq alaihissalam dari Nabi Adam alaihissalam hingga ke ayahnya yakni Nabi Ibrahim alaihissalam bisa dilihat di bawah ini:

1. Nabi Adam alaihissalam
2. Nabi Syits alaihissalam
3. Anusy
4. Qinan
5. Mihlail
6. Yarid
7. Nabi Idris alaihissalam
8. Matusyalih
9. Lamak
10. Nabi Nuh alaihissalam
11. Sam
12. Arfakhsyad
13. Syalih
14. Abir
15. Falij
16. Ra’u
17. Saruj
18. Nahur
19. Tarakh
20. Nabi Ibrahim alaihissalam
21. Nabi Ishaq alaihissalam

Tidak banyak mengenai kisah Nabi Ishaq alaihissalam yang diceritakan di dalam Al Quran setelah kelahirannya serta aktivitasnya dalam berdakwah kepada kaumnya. Beliau disebutkan setidaknya sebanyak 17 kali di dalam Al Quran dan dikisahkan sebagai seseorang yang berakhlak mulia lagi terpuji.

Allah juga beberapa kali memuji Nabi Ishaq alaihissalam bersama – sama dengan ayahnya dan juga keturunannya yakni Nabi Ya’qub alaihissalam. Allah menyebutkan bahwa Nabi Ishaq memiliki ilmu yang tinggi serta telah disucikan oleh Allah berupa akhlak yang terpuji.

Nabi Ishaq alaihissalam selalu mengingatkan kepada kaumnya kepada negeri akhirat. Ia adalah salah satu dari orang pilihan Allah.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam juga memuji pribadi Nabi Ishaq alaihissalam beserta anak cucunya dan juga ayahnya dalam sebuah hadist riwayat al Bukhari dan juga Muslim berikut,

“Yang mulia putra yang mulia, putra yang mulia dan putra yang mulia adalah Yusuf putra Ya’qub, putra Ishaq, putra Ibrahim.”

Kisah Nabi Ishaq: Terkabulnya Doa Sang Ayah Memohon Keturunan

Nabi Ishaq alaihissalam bin Nabi Ibrahim alaihissalam adalah putra kedua dari Nabi dan Rasul yang mulia ini setelah Nabi Ismail alaihissalam. Kisah Nabi Ishaq diawali oleh suatu mukjizat yang besar yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada ibu dan ayahnya yaitu Siti Sarah serta Nabi Ibrahim alaihissalam.

Sudah bertahun – tahun lamanya keduanya meminta keturunan kepada Allah tiada henti dengan penuh keyakinan bahwa doa tersebut pasti akan diijabah oleh Allah suatu hari. Siti Sarah adalah istri pertama dari Nabi Ibrahim alaihissalam yang dikatakan memiliki masalah pada rahimnya yang menyebabkannya tidak dapat mengandung (mandul).

Sebelumnya, Siti Sarah memang telah menjodohkan suaminya Nabi Ibrahim alaihissalam dengan Siti Hajar yang merupakan mantan budak wanitanya. Perjodohan ini dilakukan Siti Sarah agar Nabi Ibrahim alaihissalam mendapatkan keturunan karena usia keduanya yang saat itu telah lanjut yakni sekitar 86 tahun.

Tak selang beberapa lama, Siti Hajar pun mengandung dan melahirkan seorang anak laki – laki yang diberi nama Ismail bin Ibrahim. Sejak saat itu Siti Sarah merasakan keinginan yang semakin besar untuk memiliki keturunan. Selama kurang lebih 13 tahun Siti Sarah dan Nabi Ibrahim alaihissalam berdoa memohon keturunan sejak kelahiran Nabi Ismail alaihissalam yang kini berada di dataran Mekah.

Hingga akhirnya suatu malam doa keduanya diijabah oleh Allah yang kemudian disampaikan oleh malaikat yang datang ke kediaman mereka. Hal tersebut digambarkan dengan sangat jelas di dalam Al Quran surah Hud ayat 71.

“Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang [kelahiran] Ishak dan setelah Ishak [akan lahir] Yakub.”

Saat itu ada dua malaikat yang menyerupai manusia datang ke kediaman Nabi Ibrahim alaihissalam dan juga Siti Sarah. Nabi Ibrahim alaihissalam adalah orang yang sangat memuliakan tamunya maka ia pun segera pergi ke belakang untuk menyembelih seekor anak sapi untuk dihidangkan kepada kedua tamunya.

Selesai Nabi Ibrahim alaihissalam memanggang daging sapi yang gemuk, ia pun langsung menghidangkannya ke kedua tamunya tersebut. Namun, kedua tamu tersebut sama sekali tidak menyentuh daging anak sapi yang dihidangkan kepada mereka. Hal tersebut membuat Nabi Ibrahim alaihissalam ketakutan, namun keduanya segera mengungkapkan bahwa mereka adalah malaikat Allah.

Maiaikat itu mengungkapkan bahwa mereka diutus untuk membawa azab kepada Kaum Luth serta menyelamatkan Nabi Luth alaihissalam beserta pengikut – pengikutnya yang setia. Siti Sarah yang berdiri di balik tabir dan turut mendengarkan kabar itu merasa bahagia atas pertolongan Allah. Malaikat tersebut juga mengungkapkan kabar gembira bahwa mereka akan dikarunia seorang anak dari Allah.

Istri Nabi Ibrahim alaihissalam, Siti Sarah pun merasa semakin gembira dan tersenyum. Namun ia juga merasa heran karena kondisinya yang sudah tua serta mandul, Ada yang mengatakan usia Siti Sarah ketika itu adalah 90 tahun sementara sang suami yang sudah berusia 100 tahun.

Keheranannya ini dikarenakan bukan merupakan suatu kebiasaan bahwa pasangan lanjut usia bisa memiliki seorang anak. Namun tentu saja hal ini sangat mudah bagi Allah karena Allah yang menciptakan manusia maka Allah bisa memberikan anugerah berupa anak kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Hal ini pula yang disampaikan oleh kedua malaikat tersebut di dalam Quran surah Hud ayat 73 berikut.

“Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

Semenjak kedatangan para malaikat tersebut, Siti Sarah pun akhirnya mengandung selama beberapa bulan lamanya seperti halnya wanita normal lainnya ketika mengandung. Kebahagiaan menyelimuti keluarga Nabi Ibrahim alaihissalam saat kelahiran bayi Ishaq.

Beberapa tahun berlalu, Ishaq pun tumbuh menjadi seorang anak yang sangat patuh kepada kedua orangtuanya. Nabi Ishaq alaihissalam mendapatkan pendidikan agama yang sangat baik dari ayahnya hingga ia pun kemudian diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasul oleh Allah untuk berdakwah kepada kaumnya.

Kisah Nabi Ishaq Memohon Mendapatkan Keturunan

Salah satu kisah Nabi Ishaq alaihissalam yang juga cukup termasyhur adalah bahwa ia, seperti halnya orangtuanya, cukup sulit untuk mendapatkan keturunan. Kisah ini tidak terdapat di Al Quran karena Al Quran hanya menyebutkan bahwa beliau akan memiliki keturunan bernama Yaqub yang juga menjadi seorang Nab idan Rasul.

Sumber di luar Al Quran seperti kisah Israiliyat menjelaskan bahwa Nabi Ishaq alaihissalam kemudian menikah dengan Rafiqah. Rafiqah merupakan sepupu dari Nabi Ishaq alaihissalam karena ia adalah anak saudara kandung ayahnya, yakni Nahur. Kehidupan pernikahan keduanya diwarnai oleh dakwah di jalan Allah.

Namun, mereka berdua juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan. Hingga setelah menikah selama lebih dari 20 tahun, dan usia Nabi Ishaq lebih dari 60 tahun barulah mereka dikaruniai Allah anak kembar. Putra yang lahir pertama dinamai Ishu serta putra yang kedua dinamai Ya’qub. Ya’qub sejak kecil selalu mengikuti aktivitas dakwah sang ayah hingga akhirnya ia pun diangkat menjadi Nabi dan Rasul.

Dari kisah Nabi Ishaq alaihissalam serta ayahnya yakni Nabi Ibrahim alaihissalam kita belajar mengenai makna kesabaran dan tidak putus asa meminta pertolongan Allah. Nabi Ishaq alaihissalam terlahir dengan keajaiban dari Allah ketika kedua orangtuanya sudah lanjut usia. Beliau pun mengalami hal yang sama yakni kesulitan memiliki keturunan namun berkat doa dan kesabaran Allah mengkaruniakan keturunan.