6 Kisah Nabi Ilyasa Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Ilyasa

Warta News – Kisah Nabi Ilyasa mungkin tidak sepopuler nabi Muhammad, tapi tentu saja banyak hal yang bisa diambil dari kisahnya. Tahukah Anda siapa nabi yang ke-20?

Ialah Nabi Ilyasa, nabi yang diangkat Allah SWT menjadi penerus dalam menyebarkan kebaikan ajaran Islam.

Walaupun tak terlalu detail disebutkan dalam Alqur-an, namun banyak suritauladan yang bisa diambil. Mulai dari masa kecilnya, hingga kemampuan yang dimilikinya untuk mengajak umat melakukan kebaikan di jalan Allah.

Kisah Nabil Ilyasa: Riwayat Hidup

Nabi Ilyasa merupakan anak dari wanita yang menyelamatkan Nabi Ilyas AS dari kejaran bangsa Ba’lebak Bani Israil. Saat pertama kali bertemu Nabi Ilyas, dia masih belia dan sangat dekat dengan Nabi Ilyas, bahkan ketika Ilyas sakit bahkan nyaris meninggal, Nabi Ilyasa membantu mengobatinya dengan izin Allah SWT.

Selain itu, kemakmuran tak terhingga dirasakan Ilyas dan ibunya kala menampung Nabi Ilyasa, padahal sebelumnya mereka sangat miskin bahkan hampir meninggal karena tak memiliki makanan dan minuman lagi untuk bertahan hidup. Dan karena bertemu tiap hari, timbul kedekatan emosional antara keduanya, bahkan Nabi Ilyas akhirnya mengangkat Ilyasa menjadi anaknya.

Menurut silsilah, nabi Ilyasa merupakan anak dari Akhtub bin ‘Ajuz dan memiliki ikatan darah dari Nabi Yusuf AS berdasarkan garis keturunannya. Dia baru diangkat menjadi Nabi setelah Nabi Ilyas AS sang ayah angkat meninggal dunia. Memang tak ada ikatan darah antara Nabi Ilyas AS dan Ilyasa AS, namun dari segi cara berdakwah keduanya memiliki karakter yang sama.

Dalam kisah Nabi Ilyasa mengajarkan Islam, dia diutus untuk Bani Israel yang juga merupakan kaum penyebaran Islam dari Nabi Ilyas, serta Bangsa Arami atau Amoria di sekitar Panyas.

Sempat berada di jalan yang benar setelah menyembah berhala di masa Nabi Ilyas, sepeninggal sang nabi, Bani Israel kembali menyembah berhala dan tidak lagi ingat ajaran Allah.

Disitulah perjuangan Nabi Ilyasa dimulai, yaitu dengan kembali mengajak kaumnya ke jalan yang benar, walaupun butuh perjuangan besar. Berawal dari tahun 885 sebelum masehi hingga 795 sebelum masehi, selama itu pula banyak kaum Bani Israil yang kembali insaf dan menjadi pengikut setia Nabi Ilyasa.

Namun masa itu Allah SWT menguji kaum Bani Israil dengan bencana kekeringan berkepanjangan, dan disitulah Nabi Ilyasa terus berupaya membuat umatnya tetap berpegang teguh pada ajaran Islam, hingga perjuangan Nabi Ilyasa berakhir di usianya yang ke-90 dan dimakamkan di Palestina.

Kisah Kehidupan Nabi Ilyasa

Tidak ada penjelasan secara detail tentang keluarga yang dibina Nabi Ilyasa, tapi berdasarkan beberapa kisah Nabi Ilyasa yang disebutkan bahwa sang nabi tidak memiliki keturunan. Sehingga selama melakukan dakwah dia melakukannya seorang diri bersama para sahabat dan pengikut setianya.

Bahkan tak satupun referensi yang menginformasikan siapa nama istri dari Nabi Ilyasa. Perjalanan hidupnya lebih banyak disebut saat mulai menemani Nabi Ilyas berdakwah. Atas izin sang ibu, Nabi Ilyasa ikut kemanapun Nabi Ilyas pergi, sehingga dia tahu persis bagaimana cara berdakwah dan semua sikap tingkah laku sang ayah angkat.

Mukjizat Nabi Ilyasa

Salah satu mukjizat dari Nabi Ilyasa yang paling diingat adalah, kemampuannya untuk menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal. Mukjizat ini mirip dengan yang dimiliki Nabi Ilyas, dimana dia bisa menghidupkan orang hampir meninggal akibat sakit dengan berdoa kepada Allah.

Hal ini diceritakan dalam sebuah kisah, dimana setelah dia meninggal kaum Bani Israil kembali ke jalan sesat dan melakukan berbagai kemungkaran salah satunya adalah membunuh orang. Tak diketahui apa masalah yang terjadi antara Bani Israil dengan orang tersebut, namun kemudian mayatnya dibawa untuk dikubur.

Usai dikuburkan yang ternyata tepat di kuburan Nabi Ilyasa, tubuh orang tersebut menyentuh tulang sang nabi dan dengan izin Allah SWT hidup kembali. Sontak kejadian itu membuat Bani Israil terkejut dan mempercayai tentang kekuasan Allah melalui Nabi Ilyasa. Selain itu kesabarannya yang luar biasa juga merupakan mukjizat yang hanya orang terpilihlah yang memilikinya.

Seperti dijelaskan dalam Surat Shaad ayat 48 yang artinya “Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik,”. Hal itu jugalah yang menjadikan semakin banyak kaum Bali Israil yang menjadi pengikut sang nabi dan beribadah di jalan Allah SAW.

Keteladanan Nabi Ilyasa

Banyak hal positif yang bisa diambil dari kisah Nabi Ilyasa. Sebagai salah satu nabi yang diutus Allah SWT dia memiliki banyak keutamaan dalam tingkah laku dan kehidupan. Seperti dijelaskan dalam Alquran surat Al-An’am ayat 86 sampai 87 tentang penegasan Allah tentang kemuliaan Nabi Ilyasa dan juga nabi lainnya.

“Dan Ismail, Ilyasa’, Yunus dan Luth. masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebagian bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus,”

Berikut ini beberapa keutamaan yang dimiliki Nabi Ilyasa:

1. Soleh

Sama halnya dengan Nabi lainnya, dalam semua kisah Nabi Ilyasa sangat menggambarkan bagaimana rajinnya sang nabi beribadah kepada Allah SWT. Di setiap kesempatan, mengingat Allah adalah hal utama yang di lakukannya. Dan semua tingkah lakunya tersebutlah yang menjadi salah satu alasan semakin banyak umat Bani Israil yang menjadi pengikutnya.

2. Patuh

Kepatuhannya sangat tergambar dari perjalanan hidupnya, yang selalu melakukan segala perintah Allah SWT dan tak melakukan hal yang dilarang. Makanya dia berhasil mengembalikan iman Bali Israil dalam Islam, yang sempat rusak akibat ketidakstabilan pemikiran mereka.

3. Pantang Menyerah

Tak ada hal yang membuat Nabi Ilyasa takut saat menyebarkan ajaran Islam di tengah kaumnya. Bahkan dalam kisah Nabi Ilyasa dari berbagai sumber disebutkan, ketika banyak yang menghujat bahkan memeranginya, dia terus berusaha mengajarkan kebaikan walaupun balasannya sangat tidak menyenangkan.

Apalagi saat Allah SWT menurunkan musibah kekeringan yang melanda Bani Israil, hingga menyebabkan kelaparan luar biasa. Dia berupaya menyerukan Islam dan meminta umatnya kembali beribadah kepada Allah, walaupun pada akhirnya semua pembangkang itu mati pelan-pelan melalui musibah kekeringan.

4. Pemaaf

Sifat yang satu ini merupakan hal mulia yang dimiliki Nabi Ilyasa. Sejahat apapun perlakuan orang kepadanya, tak pernah ada rasa marah dan denda. Dia selalu memaafkan siapa yang menjahatinya bahkan mendoakan agar mereka segera diberi hidayah.

5. Amanah

Meneruskan dakwah yang sebelumnya dilakukan Nabi Ilyas, merupakan amanah besar yang dilakukan Nabi yang juga merupakan keturunan nabi Ibrahim ini. Walaupun tak memiliki hubungan darah dengan Nabi Ilyas, namun keteguhan hatinya menjalankan amanah berbuah manis dengan kembalinya kejayaan Islam di tengah Bani Israil untuk beberapa waktu.

6. Bijaksana

Dia juga dikenal dengan sosok yang sangat bijaksana, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Ilyasa pernah memimpin kerajaan di era Bani Israil dan bertindak sangat bijaksana. Makanya rakyat yang dipimpinnya sangat makmur dan hidup dalam limpahan rezeki, sebelum sang nabi mangkat.

Sungguh banyak kemuliaan yang bisa diambil dari kisah Nabi Ilyasa. Mulai dari keteguhan hatinya untuk membantu dakwah Nabi Ilyas, hingga menjadi Nabi yang diutus Allah SWT untuk melanjutkan perjuangan menyebarkan ajaran Islam. Sudah sepantasnya sebagai umat di zaman sekarang untuk meneladaninya dalam kehidupan.