4 Kisah Nabi Ilyas Singkat dan Lengkap

Kisah Nabi Ilyas
image by: republika.co.id

Warta News – Kisah Nabi Ilyas alaihissalam mungkin masih sedikit asing di telinga kebanyakan umat muslim. Pasalnya, nama Nabi dan Rasul dari 25 Rasul yang wajib diimani ini memang hanya disebutkan sebanyak empat kali di Al Quran.

Selain itu, terkait kisah perjuangan dakwah Nabi Ilyas sendiri bisa ditemukan di surah Ash – Shaaffat dari mulai ayat 124 sampai ayat 128. Lantas, seperti apakah kisah dari Nabi Ilyas alaihissalam?

Silsilah Keluarga dan Keturunan Nabi Ilyas alaihissalam

Nabi Ilyas alaihissalam berada di bumi pada periode sejarah mulai dari tahun 910 SM sampai tahun 850 SM. Usia Nabi Ilyas alaihissalam dikatakan hanya sepanjang 60 tahun saja di muka bumi ini.

Beliau alaihissalam diutus di daerah yang bernama Ba’labak, suatu tempat di negara Lebanon hari ini. Nabi Ilyas alaihissalam diutus untuk berdakwah kepada bangsa Fenisia.

Terkait silsilah keluarga Nabi Ilyas alaihissalam bin Yasin, berikut adalah garis keturunan Nabi Ilyas alaihissalam hingga ke Nabi Adam alaihissalam.

1. Nabi Adam alaihissalam
2. Nabi Syits alaihissalam
3. Anusy
4. Qinan
5. Mihlail
6. Yarid
7. Nabi Idris alaihissalam
8. Matusyalih
9. Lamak
10. Nabi Nuh alaihissalam
11. Sam
12. Arfakhsyad
13. Syalih
14. Abir
15. Falij
16. Ra’u
17. Saruj
18. Nahur
19. Tarakh
20. Nabi Ibrahim alaihissalam
21. Nabi Ishaq alaihissalam
22. Nabi Ya’qub alaihissalam
23. Lawi
24. Azar
25. Qahats
26. Imran
27. Nabi Harun alaihissalam
28. Alzar
29. Fanhash
30. Yasin
31. Nabi Ilyas alaihissalam

Nabi Ilyas alaihissalam berasal dari keturunan yang mulia karena moyang beliau juga merupakan Nabi serta Rasul yang mulia seperti Nabi Ibrahim alaihissalam, Nabi Ishaq alaihissalam, Nabi Harun alaihissalam hingga Nabi Adam alaihissalam.

Nabi Ilyas alaihissalam merupakan keturunan keempat dari Nabi dan Rasul Harun alaihissalam. Nabi Ilyas alaihissalam merupakan putra dari Yasin bin Fanhash bin Aizar bin Harun alaihissalam.

Kisah Nabi Ilyas alaihissalam Berdakwah Kepada Kaumnya

Nabi Ilyas alaihissalam diutus oleh Allah untuk berdakwah di suatu daerah di Lebanon kepada kaum Bani Israil. Terkait tempat diutusnya Nabi Ilyas alaihissalam di daerah Lebanon yakni Baalbek atau Ba’labakha dinyatakan oleh Sami bin Abdullah al-Mahluts di dalam kitabnya yang diberi nama Athlas Tarikh al-Anbiya war – Rusul atau dalam Bahasa Indonesia disebut Atlas Sejarah Nabi serta Rasul.

Sementara itu, di dalam kitab karya Syauqi Abu Khalil yakni Atlas Al Quran, dikatakan bahwa Nabi Ilyas alaihissalam diutus di daerah Ba’labak atau disebut sebagai Kota Matahari (Heliopolis).

Terkait kisah Nabi Ilyas alaihissalam dan tempat diutusnya juga dijelaskan oleh ulama besar Ibnu Katsir di dalam karyanya yakni Qishash al-anbiya atau Kisah Para Nabi.

Beliau alaihissalam diutus kepada Kaum Bani Israil. Kaum ini adalah kaum yang banyak diutus kepada mereka nabi – nabi dan rasul untuk mengatur urusan mereka.

Nabi Ilyas diutus oleh Allah kepada kaum Bani Israil ketika mereka telah menyekutukan dan melenceng dari aturan agama. Kaum Bani Israil ini justru menyekutukan Allah dengan menyembah berhala yang mereka namai Baal.

Kota Ba’labak atau dikenal sebagai kota Fenesia saat itu pada mulanya ditempati oleh pelaut yang terkenal dan handal di lautan. Hal ini juga didukung oleh posisi geografis negeri yang berdekatan dengan laut. Sayangnya, kaum negeri Fenesia ini tidak beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Mereka menyembah banyak berhala yang salah satu tempat altar pemujaan mereka masih bisa disaksikan hingga kini yaitu Heliopolis. Dewa Baal yang disembah oleh bangsa Fenesia berbentuk seorang wanita yang kemudian dijadikan sebagai nama kota Baalbek. Karena kemusyrikan yang dilakukan Bani Israil sepeninggal Nabi Sulaiman alaihissalam ini Allah pun mengutus Nabi Ilyas di tengah – tengah mereka.

Namun, seperti kebanyakan kelakuan Bani Israil kepada Nabi dan Rasul yang diutus di tengah mereka, mereka pun berencana untuk membunuh Nabi Ilyas alaihissalam. Terkait kisah Nabi Ilyas alaihissalam yang berjuang untuk berdakwah kepada kaumnya ini bisa dilihat pada surah Ash – Shaffat ayat 124 sampai 128 berikut,

”(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Baal (berhala) dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?’ Maka, mereka mendustakannya karena itu mereka akan diseret (ke neraka). Kecuali, hamba-hamba Allah yang ikhlas (menyembah Allah).”

Azab Kaum Nabi Ilyas

Selama bertahun – tahun Nabi IIlyas alaihissalam terus berdakwah kepada kaum Bani Israil untuk memperingatkannya mengenai azab Allah jika mereka tidak kunjung berhenti dari apa yang mereka kerjakan. Namun, kaumnya sudah dibutakan oleh kesombongan karena banyaknya nikmat yang mereka miliki saat itu.

Kaum Bani Israil beserta Raja yang berkuasa saat itu yakni Raja Ahab yang kejam terus mendustakan peringatan – peringatan yang disampaikan oleh Nabi IIlyas alaihissalam. Mereka bahkan menatang Nabi IIlyas alaihissalam untuk memintakan azab kepada Tuhannya jika ia benar kepada mereka sebagai bukti bahwa apa yang diserukan oleh Nabi IIlyas alaihissalam memang benar adanya.

Kedurhakaan kaum Bani Israil semakin menjadi – jadi dengan mengusir Nabi Ilyas Nabi IIlyas alaihissalam dari negeri mereka dengan cara melemparinya dengan bebatuan serta mengancam untuk membunuhnya. Nabi Ilyas pun akhirnya meninggalkan negeri tersebut serta tinggal di dalam gua. Menurut beberapa sumber, gua ini terletak dekat Sungai Kerkit.

Allah mengutus burung gagak untuk mengirimkan makanan kepada Nabi IIlyas alaihissalam. Allah pun mengirimkan azab berupa bencana kekeringan kepada kaum Bani Israil di Negeri Ba’labak. Bencana kekeringan menyebabkan binatang ternak mati, sungai mengering, tumbuhan mati sehingga banyak penduduk yang meninggal dunia.

Bani Israil yang mulai berputus asa dengan bencana kekeringan yang tidak kunjung selesai ini kemudian memohon maaf kepada Nabi IIlyas alaihissalam. Kaum Bani Israil pun berjanji akan bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah. Akhirnya, Allah pun mengirimkan hujan kepada kaum tersebut sehingga tumbuhan mereka hidup kembali dan mereka dapat melanjutkan hidup dengan sejahtera.

Pengingkaran Kembali Kaum Bani Israil

Kisah Nabi Ilyas alaihissalam untuk berdakwah kepada kaumnya Bani Israil ternyata tidak berhenti sampai di sini. Pasalnya, selang beberapa waktu bencana kekeringan diangkat oleh Allah, kaum Bani Israil kembali membangkang dan mendustakan Allah. Akhirnya Allah pun mengirimkan bencana kedua kalinya berupa kekeringan yang membuat tanaman dan hewan ternak mereka mati.

Dikatakan bahwa Nabi IIlyas alaihissalam kemudian meninggalkan perkampungan Bani Israil yang durhaka tersebut. Sebuah riwayat menyatakan bahwa Nabi Ilyas tidak diwafatkan oleh Allah dengan cara seperti manusia kebanyakan. Ketika Nabi IIlyas alaihissalam telah meninggalkan kaumnya, Allah pun mengangkat Nabi IIlyas alaihissalam lansung ke langit.

Kita bisa belajar dari kisah Nabi Ilyas alaihissalam di atas mengenai keteguhan dan kesabaran di jalan dakwah. Jalan dakwah memang tidak ada yang mudah karena tentu akan terus mendapatkan pertentangan dari orang-orang yang merasa “dirugikan” atas seruan tersebut. Namun kita harus yakin bahwa Allah akan menolong hamba – hambanya yang bertakwa seperti yang dialami oleh Nabi Ilyas alaihissalam.