3 Kisah Nabi Idris Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Idris
image by: blog anak shaleh

Warta News – Kisah Nabi Idris alaihissalam memang tidak banyak diceritakan di dalam Al Quran namun terdapat sebuah pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kisahnya di luar Al Quran seperti hadist Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Beliau Idris alaihissalam dikatakan sebagai seorang Nabi dan Rasul pertama yang menerima nubuwah kenabian setelah era Nabi Adam alaihissalam dan era Nabi Syits alaihissalam.

Silsilah Keluarga dan Keturunan Nabi Idris

Kisah Nabi Ayub
image by: .republika.co.id

Nabi Idris alaihissalam hidup selama kurang lebih 345 tahun di muka bumi. Nabi Idris alaihissalam dilahirkan pada tahun 4533 SM dan wafat pada tahun 4188 SM.

Ada simpang siur informasi terkait wafatnya Nabi Idris alaihissalam. Namun yang paling termasyur adalah bahwa beliau diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’ala ke langit sehingga beliau alaihissalam tidak wafat di muka bumi.

Garis silsilah keluarga Nabi Idris alaihissalam masih sangat dekat dengan Nabi Adam alaihissalam. Nama lengkap Nabi Idris adalah Idris alaihissalam bin Yarid bin Mihlail bin Qinan bin Anusy bin Syits alaihissalam bin Adam alaihissalam. Nama lain Nabi Idris yakni Akhnukh bin Yarid. Ibu Nabi Idris alaihissalam yakni Asyut, istri dari Yarid.

Kisah Nabi Idris alaihissalam yang diceritakan adalah bahwa ia diutus oleh Allah untuk berdakwah di daerah Babilonia (Babylon) atau merupakan daerah Irak kuno serta daerah Memphis (Mesir saat ini). Di dalam Al Quran al Karim, nama Idris alaihissalam disebutkan sebanyak dua kali oleh Allah.

Allah menggambarkan Nabi Idris alaihissalam sebagai seseorang yang sangat membenarkan wahyu dari Allah. Nabi Idris alaihissalam juga seseorang yang telah diangkat martabatnya oleh Allah ke derajat yang sangat tinggi. Nabi Idris alaihissalam adalah moyang dari Nabi Nuh alaihissalam melalui anak cucunya yakni Matusyalih (anak) dan cucunya yakni Lamak.

Meski begitu, di kalangan sejarawan masih terdapat perbedaan pendapat terkait masa Nabi Idris alaihissalam diutus apakah sebelum Nabi Nuh alaihissalam atau setelah Nabi Nuh alaihissalam. Namun, pendapat mayoritas ulama menyampaikan bahwa Nabi Idris alaihissalam hidup sebelum masanya Nabi Nuh alaihissalam.

Ulama yang mendukung pendapat bahwa Nabi Idris alaihissalam hidup sebelum masa Nabi Nuh alaihissalam adalah Ath – Thabari, Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, As – Suyuthi, dan Asy – Syaukani. Ulama – ulama ini mengambil pendapat bahwa Nabi Idris alaihissalam hidup sebelum Nabi Nuh alaihissalam berdasarkan dalil Al Quran surah Maryam di ayat ke 58 yang berbunyi:

“Mereka itulah adalah orang-orang yang Allah telah beri nikmat, yaitu kalangan para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami angkat bersama Nuh dari keturunan Ibrohim dan Israil, dan dari orang-orang yang Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.”

Ulama-ulama yang mendukung pendapat bahwa Nabi Idris alaihissalam lahir sebelum Nabi Nuh alaihissalam mengambil dalil dari kalimat

“para nabi dari keturunan Adam”. Ayat ini diurutkan berdasarkan silsilah keturunan para nabi, sementara Nabi Idris alaihissalam tidak berada dalam satu perahu dengan Nabi Nuh alaihissalam.

Kisah Nabi Idris alaihissalam Sebagai Penemu Tulisan Pertama dalam Sejarah

Salah satu mukjizat Nabi Idris alaihissalam adalah ia merupakan orang pertama di muka bumi ini yang menulis sehingga disebut sebagai penemu tulisan pertama.

Kisah Nabi Idris berdasarkan hadist dari Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam yang diriwayatkan oleh Mu’awiyah bin Al-Hakam as-Sulami dari Muslim.

”Dahulu, ada seorang nabi yang menulis dengannya (maksudnya menulis di atas pasir). Barang siapa sejalan dengan tulisannya, demikian itulah (tulisannya).”

Nabi Idris alaihissalam adalah seorang nabi dan Rasul yang telah diberi Allah kelebihan berupa kepandaian dan kecerdasan. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Allah di dalam ayat 56 surah Maryam bahwa Nabi Idris alaihissalam merupakan seorang Nabi yang sangat membenarkan. Allah telah mengangkat derajat Nabi Idris alaihissalam ke martabat yang tinggi.

Tatkala Nabi Idris alaihissalam berdakwah kepada kaum yang ia diutus kepada mereka, Nabi Idris alaihissalam dapat menggambarkan bangunan kota. Total bangunan kota yang sudah dibangun di masa Nabi Idris alaihissalam bisa mencapai 188 bangunan kota.

Berdasarkan catatan dan bukti sejarah ditemukan bahwa bangsa Sumeria atau Babilonia serta bangsa Mesir adalah bangsa tertua di muka bumi yang menunjukkan kemampuan untuk menulis.

Bangsa Babilonia atau Sumeria bahkan menunjukkan bahwa sekitar tahun 3500 sampai 3000 SM sudah terdapat bukti tulisan mereka. Hal ini menjadikan bangsa Babilonia sebagai bangsa tertua dunia yang memiliki kemampuan tulis.

Sementara bangsa Mesir sudah menunjukkan bukti kemampuan tulis menulis pada sekitar tahun 3000 sampai 2000 SM. Kedua bangsa ini juga meninggalkan berbagai bangunan kuno yang masih menjadi bukti sejarah hingga saat ini. Bangsa Mesir misalnya meninggalkan bangunan piramida yang dibangun di sekitar tahun 2500 sampai 2000 SM.

Sementara bangsa Babilonia atau Sumeria meninggalkan bangunan kuno berupa taman gantung di tahun 2500 SM sampai 2000 SM. Kedua bangunan peninggalan dari bangsa kuno ini masih bisa disaksikan masyarakat dunia sampai saat ini.

Bangsa Sumeria dan bangsa Mesir adalah bangsa yang Nabi Idris alaihissalam diutus kepada mereka sekitar tahun 4533 SM sampai 4188 SM sehingga hal ini bisa menjadi bukti yang menguatkan bahwa Nabi Idris alaihissalam adalah orang pertama di muka bumi yang mengenalkan tulisan. Selain bukti-bukti di atas, baru-baru ini juga ditemukan bukti perabotan kuno peninggalan bangsa Sumeria tahun 4000 SM.

Benda perabotan kuno ini adalah lempengan terbuat dari tanah yang di atasnya terdapat tulisan terkait matematika dengan bentuk huruf paku. Mukjizat Nabi Idris alaihissalam yang lainnya adalah kemampuannya untuk memanfaatkan bintang sebagai penentu waktu untuk bercocok tanam, penunjuk arah serta perkiraan kondisi cuaca.

Kisah Nabi Idris alaihissalam Diangkat oleh Allah ke Langit

Beberapa sumber menyampaikan kisah Nabi Idris alaihissalam yang meminta kepada malaikat Izroil untuk mencabut nyawanya. Namun, malaikat Izroil tentunya tidak akan mencabut nyawa makhluk kecuali atas izin dari Allah.

Maka Allah pun kemudian mengabulkan permintaan Nabi-Nya yang mulia ini dengan memerintahkan malaikat Izroil untuk mencabut nyawanya.

Setelah nyawa Nabi Idris alaihissalam dicabut, maka Allah mengembalikan rohnya kembali ke tubuhnya. Seketika itu Nabi Idris merasa sedih karena rasa sakit ketika sakaratul maut itu tak tertahankan. Nabi Idris alaihissalam pun semakin giat berdakwah kepada kaumnya untuk beribadah kepada Allah.

Ada riwayat menyampaikan bahwa Nabi Idris alaihissalam tidak diwafatkan Allah di bumi namun diangkat Allah ke langit. Nabi Idris saat itu meminta kepada Allah agar ia diangkat ke langit untuk menyaksikan neraka dan surga. Malaikat Izroil yang telah diizinkan oleh Allah untuk mengangkat Nabi Idris alaihissalam ke langit untuk melihat neraka dan surga.

Ketika Nabi Idris alaihissalam melihat neraka, maka ia pun pingsan seketika itu juga. Neraka terlalu mengerika untuk dilihat karena rupa malaikat penjaga neraka yang menyeramkan apalagi ditambah dengan siksaan yang ada di sana. Namun ketika Nabi Idris alaihissalam dibawa ke surga, maka ia pun sangat bahagia melihat pemandangannya yang sangat indah mempesona.

Nabi Idris alaihissalam dikatakan enggan untuk pulang ke bumi setelah melihat surga. Terkait wafatnya sendiri masih banyak diperdebatkan apakah beliau diwafatkan di bumi atau dicabut nyawanya ketika berada di langit keempat.

Kisah Nabi Idris alaihissalam mengajarkan kepada kita pelajaran yang baik berupa ketaatan dalam beribadah kepada Allah. Ketakutan beliau ketika melihat neraka harusnya menjadi pengingat untuk kita agar terus berusaha berbuat baik dan meminta kepada Allah agar dijauhkan dari neraka.