6 Kisah Nabi Ibrahim Lengkap dan Singkat Beserta Mukjizatnya

Kisah Nabi Ibrahim
Image by: al-monitor.com

Warta News – Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail begitu agung untuk diketahui. Beliau dikenal begitu sabar dan gigih mengajak kaumnya untuk menjauhi berhala.

Putranya yang bernama Ismail pun sangat patuh pada beliau dan taat akan perintah Allah. Keduanya bahkan ditugasi untuk membangun Baitullah.

Kisah Nabi Ibrahim Lahir

Negeri tempat kelahiran Nabi Ibrahim bernama Babylonia yang masuk dalam daratan Irak. Tahun kelahiran beliau sekitar 2295 sebelum masehi.

Apabila diruntut dari Nabi Nuh, beliau merupakan generasi yang ke-10 dari salah seorang putra Nabi Nuh bernama Sam bin Nuh.

Pada masa itu, Babylonia merupakan kota yang besar dan diperintah oleh Raja Namrud. Ia telah berkuasa sekitar 400 tahun dan sudah menaklukan hampir keseluruhan wilayah di dunia. Namrud memiliki sifat yang sangat angkuh sampai-sampai ia menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Suatu waktu Namrud bermimpi kemudian ditafsirkan sebagai akan datang seorang pemuda yang memusnahkan kekuasannya.

Mendengar hal tersebut, Namrud ketakutan dan memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki.

Setelah kabar tersiar, ayah Nabi Ibrahim membawa istrinya ke hutan yang terdapat goa. Dalam goa tersebutlah, ibunda Nabi Ibrahim melahirkan.

Karena Raja Namrud masih memburu bayi laki-laki, maka beliau ditinggalkan sendirian. Kisah Nabi Ibrahim hidup di goa saat masih bayi berlangsung sekitar 15 hari. Allah memberikan susu dan madu melalui jari-jari yang dihisap beliau.

Ketika situasi sudah membaik, ibunda Nabi Ibrahim menengok ke gua dan mendapati beliau masih hidup. Saat itulah, pertama kalinya Nabi Ibrahim dibawa keluar untuk melihat lapangnya dunia. Kemudian, Nabi Ibrahim pun kembali tinggal di rumahnya.

Kisah Nabi Ibrahim Mendapat Wahyu Kenabian

Diceritakan bahwa ayahanda Nabi Ibrahim adalah pemahat patung yang dijadikan sesembahan penduduk saat itu.

Semenjak kecil, beliau sudah diberi karunia berupa akal yang cerdas sehingga mulai mempertanyakan siapa Tuhannya dan mengapa justru patung yang disembah.

Singkat cerita, pada umur 40 tahun, Allah mengangkat beliau menjadi seorang nabi sekaligus rasul. Kisah Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu tidak melalui perantara suara malaikat tetapi tulisan.

Kumpulan tulisan yang diturunkan oleh Allah tersebut dikenal sebagai Suhuf Ibrahim. Fakta tersebut disinggung dalam QS Al-A’la ayat 19 yang artinya “Kitab-kitab milik Ibrahim dan Musa.”

Kisah Nabi Ibrahim Berdakwah kepada Sang Ayah

Setelah mendapat wahyu dari Allah, Nabi Ibrahim pun memulai dakwah. Orang pertama yang beliau ajak untuk beriman adalah sang ayah.

Keprihatinan atas fenomena penyembahan berhala dan berbagai benda langit mendorong Nabi Ibrahim bersemangat menyebarkan ajaran Allah.

Tetapi ayahanda Nabi Ibrahim menolak ajakan anaknya. Dia justru membela sesembahannya dan mengancam hukuman yang berat untuk beliau.

Kisah Nabi Ibrahim mengajak sang ayah untuk menyembah Allah diabadikan dalam QS Maryam ayat 42 sampai dengan 48). Berikut kronologisnya:

1. Nabi Ibrahim bertanya dengan lembut kepada sang ayah “Wahai ayahku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang sama sekali tidak dapat melihat, mendengar dan menolong?” Lalu, beliau mengajak sang ayah untuk berpaling dari para berhala dan mengikutinya untuk menyembah Allah semata. (QS Maryam ayat 42 sampai 45)

2. Jawaban sang ayah sungguh tidak diduga. Dia berujar “Apakah kamu membenci tuhanku-tuhanku? Jika kamu tidak mau berhenti, akan aku rajam kamu dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.” (QS Maryam ayat 46)

3. Mendengar hal tersebut, Nabi Ibrahim tidak lantas marah. Beliau memiliki hati yang lembut dan sifat penyabar. Kemudian beliau menjawab penolakan sang ayah justru dengan mendoakannya: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, dan aku akan memohonkan ampun untukmu kepada Tuhanku.” (QS Maryam ayat 47 sampai 48)

Kisah Nabi Ibrahim Berdakwah kepada Penduduk Babil dan Hiran

Pada zaman Nabi Ibrahim, kaumnya memiliki berbagai jenis sesembahan. Penduduk Babil, misalnya, mereka menyembah patung sedangkan penduduk Hiran menyembah bintang. Karena kecerdasan orak beliau, Nabi Ibrahim memiliki cara tersendiri untuk berdakwah.

Nabi Ibrahim membuat sebuah dialog yang menarik. Tujuannya untuk mengajak penduduk agar berpikir secara rasional apakah memang pantas manusia menjadikan benda-benda langit untuk disembah.

Padahal benda tersebut adalah bukti nyata kekuasaan Allah. Kisah Nabi Ibrahim berdakwah pada kaum penyembah bintang tertuang dalam QS Al-An’am ayat 75 sampai 79.

Dalam ayat tersebut digambarkan bahwa ketika Nabi Ibrahim melihat bintang di langit, ia bergumam:

“Inilah Tuhanku?” kemudian saat mengetahui bintang mulai tenggelam, beliau berkata “Aku tidak menyukai sesuatu yang tenggelam.”

Lalu, ketika beliau melihat bulan, pertanyaan yang sama muncul “Inilah Tuhanku?” Tetapi kemudian bulan mulai terbenam dan beliau berkata “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberikan petunjuk, pasti aku akan termasuk dalam golongan yang sesat.”

Berlanjut saat Nabi Ibrahim melihat matahari, beliau berseru ‘Inilah Tuhanku! Ini yang lebih besar.” Namun, lagi-lagi matahari terbenam ketika menjelang malam. Setelah selesai, sampailah beliau pada sebuah kesimpulan besar untuk kaumnya yaitu:

“Sesungguhnya aku melepaskan diriku dari apa yang kamu persekutukan, hai kaumku. Aku menghadapkan wajahku kepada Yang telah menciptakan langit dan bumi dan agama yang memang benar. Sesungguhnya aku bukan orang yang menyekutukan Tuhan.”

Kisah Nabi Ibrahim Dibakar Hidup-Hidup

Cerita ini berawal dari penghancuran berhala yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim. Hal tersebut membuat Raja Namrud marah sehingga menghukum beliau dengan cara dibakar.

Nabi Ibrahim sama sekali tidak gentar dan beliau pun berdoa kepada Allah. Dalam QS Al-Anbiya ayat 69, pertolongan Allah pun diabadikan:

“Allah berfirman ‘Hai api! Dinginlah dan jadilah keselamatan bagi Ibrahim.”

Maka, Nabi Ibrahim dapat selamat dari jilatan api atas izin Allah. Berkat kesabaran, ketabahan dan ketaatan beliau, Allah mengirimkan bantuan.
Kisah Nabi Ibrahim dan Penyembelihan Ismail

Setelah Nabi Ibrahim menikah dengan Siti Hajar, beliau dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Kisah Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail sangat masyhur hingga kini.

Beliau begitu tabah mendapat cobaan tersebut dan Ismail pun menerimanya dengan ikhlas. Allah mewahyukan perintah tersebut melalui mimpi Nabi Ibrahim.

Jawaban Ismail atas mimpi sang ayah diabadikan dalam QS Ash-Shaffat ayat 102. Ismail mengatakan kepada ayahnya untuk melaksanakan perintah Allah, lalu ia berkata “Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk dalam golongan penyabar.”

Saat Ismail akan disembelih, Allah menghentikan dan mengganti Ismail dengan seekor kambing kibas. Keduanya lantas bersyukur dan memberikan pujian terhadap Allah.

Peristiwa agung tersebut terjadi pada 10 Dzulhijjah. Allah kemudian menyuruh umat Islam yang mampu untuk menyembelih kurban pada hari tersebut atau dikenal dengan Idul Adha.

Nabi Ibrahim dan Ismail Membangun Ka’bah

Allah memberikan perintah mulia kepada Nabi Ibrahim yaitu membangun Ka’bah. Allah mengabadikannya dalam QS Al-Baqarah ayat 127:

“Ingatlah ketika Ibrahim meninggikan dasar (pondasi) Baitullah bersama dengan Ismail. Mereka kemudian berdia ‘Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sungguh Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”

Setelah mendapat perintah tersebut, Nabi Ibrahim dan Ismail melakukan perjalanan ke Makkah. Tinggi bangunan Ka’bah yang dibuat beliau antara 7 hingga 9 hasta dengan lebar sekitar 22 hasta dan panjang sekitar 30 hasta. Nabi Ibrahim mengambil bahan untuk membangun dari lima gunung yakni Libnan, Thursina, Judi, Nur dan Thurzita.

Saat itu, Ka’bah belum dilengkapi dengan penutup bagian atas. Nabi Ibrahim kemudian menyuruh putranya untuk membawa sebongkah batu dari Jabal Qubais.

Tahap terakhir pembangunan Ka’bah adalah diletakkannya Hajar Aswad di dalam bangunan Ka’bah.

Begitu banyak peristiwa besar dalam kisah Nabi Ibrahim semasa hidup. Dengan takdir Allah, beliau wafat pada usia sekitar 175 tahun. Beliau merupakan salah satu nabi yang bergelar Ulu Azmi.