5 Kisah Nabi Ayub Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Ayub
image by: .republika.co.id

Warta News – Kisah Nabi Ayub adalah kisah yang sarat akan hikmah serta pelajaran. Kisah Nabi dan Rasul yang mulia ini mengajarkan kepada kita terutama mengenai ujian kesabaran dan bagaimana seharusnya kita menyikapi ujian dari Allah.

Nabi Ayub alaihissalam adalah Nabi dan Rasul yang diutus untuk berdakwah di daerah Dataran Hauran, yang terletak di perbatasan antara negara Syria dan Yordania.

Silsilah Keluarga dan Keturunan Nabi Ayub

Nabi Ayub alaihissalam disebutkan dianugerahi oleh Allah dengan banyak harta dan juga banyak keturunan. Namun, semua anak-anak beliau kemudian meninggal ketika Nabi Ayub alaihissalam ditimpa cobaan berupa sakit dan juga kefakiran.

Setelah menderita sakit selama kurang lebih 18 tahun, beliau pun kemudian diberikan kesehatan kembali oleh Allah dan diberikan anak-anak yang banyak.

Salah satu keturunan dari Nabi Ayub alaihissalam menjadi seorang Nabi dan Rasul yang namanya disebutkan di dalam Al Quran. Anak beliau yang menjadi Nabi dan Rasul yakni Nabi Zulkifli alaihissalam.

Nabi Dzulkifli alaihissalam disebutkan sebanyak 2 kali di dalam Al Quran. Nabi Dzulkifli alaihissalam sendiri dilahirkan pada tahun 1500 SM saat Nabi Ayub alaihissalam berusia 40 tahun

Garis keturunan Nabi Ayyub alaihissalam hingga sampai kepada Nabi Adam alaihissalam yakni:
1. Nabi Adam alaihissalam
2. Nabi Syits alaihissalam
3. Anusy
4. Qinan
5. Mihlail
6. Yarid
7. Nabi Idris alaihissalam
8. Matusyalih
9. Lamak
10. Nabi Nuh alaihissalam
11. Sam
12. Arfakhsyad
13. Syalih
14. Abir
15. Falij
16. Ra’u
17. Saruj
18. Nahur
19. Tarakh
20. Nabi Ibrahim alaihissalam
21. Nabi Ishaq alaihissalam
22. al – ‘Aish
23. Tawakh
24. Amush
25. Nabi Ayub alaihissalam

Nabi Ayub alaihissalam dilahirkan pada tahun 1540 dan meninggal dunia pada tahun 1420 SM. Beliau hidup hingga usia 120 tahun di dataran Hauran. Selama masa hidupnya, Nabi Ayub alaihissalam berdakwah kepada kaum yang disebut bangsa Arami dan Amori yang mendiami daerah Yordania dan Syria.

Nama Nabi Ayub alaihissalam disebutkan hingga 4 kali di dalam Alquran. Nabi Ayub alaihissalam memiliki anak sebanyak 26 orang yang salah satunya adalah Nabi Dzulkifli alaihissalam.

Kisah Nabi Ayub alaihissalam: Awal Kehidupan

Nabi Ayub alaihissalam dikenal sebagai Nabi dan Rasul yang diberkahi harta berlimpah, keturunan yang banyak serta tubuh yang kuat. Ia memiliki banyak hewan ternak serta tanah yang sangat luas.

Meski begitu, seluruh berkah yang diberikan oleh Allah ini tidak sekalipun membuatnya sombong dan takabur. Nabi Ayub alaihissalam tetap rendah hati dan selalu bersyukur kepada Allah akan berkah yang diberikan.

Kisah Nabi Ayub alaihissalam: Saat Menerima Ujian

Allah menguji kesabaran dan ketakwaan Nabi Ayub alaihissalam dengan menarik seluruh kesenangan dunia berupa anak, harta dan kesehatan. Nabi Ayub alaihissalam pun jatuh miskin dan seluruh keturunannya meninggal dunia. Bahkan seluruh keluarganya menjauh karena sakit yang ia derita. Hanya ada istri serta 2 orang saudara yang merawatnya.

Tubuh Nabi Ayub alaihissalam sangat lemah hingga ia membutuhkan istrinya hanya untuk buang hajat. Penyakit yang menyerangnya menggerogoti seluruh tubuh hingga tidak tersisa satu pori-pori pun yang terlewat, kecuali hati Nabi Ayub. Dikatakan di dalam hadist bahwa Nabi Ayub alaihissalam menderita penyakit selama 18 tahun seperti yang diriwayatkan melalui Anas bin Malik.

“Sesungguhnya Nabiyullah Ayub alaihissalam berada dalam ujiannya selama delapan belas tahun. Baik keluarga dekat maupun keluarga jauh menolaknya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya. Kedua saudara itulah yang selalu memberinya makan dan menemuinya.”

kisah Nabi Ayub alaihissalam: Allah Menyembuhkan Nabi Ayub

Kesembuhan Nabi Ayub alaihissalam merupakan sebuah mukjizat besar apalagi beliau sembuh dalam waktu sangat singkat. Kesembuhan Nabi Ayub dikisahkan di dalam Al Quran surah As – Shad 41 hingga 43.

“Dan ingatlah kepada hamba Kami Ayyub saat menyeru Tuhan – nya. Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.”
(Allah berfirman), “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.”

Nabi Ayub alaihissalam menjalankan perintah tersebut yakni menghentakkan kakinya ke tanah. Seketika itu juga air memancar dari tanah tersebut yang digunakan Nabi Ayub untuk minum dan mandi. Allah memberi kesembuhan kepada Nabi Ayub lewat air tersebut.

Sebelum sembuh, Nabi Ayub alaihissalam pernah bernazar akan mencambuk istrinya sebanyak 100 kali cambukan karena ada perbuatan istrinya yang dianggap salah atau tidak menyenangkan olehnya. Untuk menunaikan nazarnya berupa mencambuk istri beliau ketika sudah sembuh, Allah memberikan kemudahan dengan cara mengganti 100 kali cambukan tersebut dengan seikat jerami satu kali pukulan.

Sebelumnya Nabi Ayub alaihisisalam memang sudah merasa berat melaksanakan nazarnya ini karena tidak tega kepada istrinya yang sudah setiap menemaninya ketika ia sakit. Kemudahan yang Allah berikan kepada Nabi Ayub alaihisisalam terkait nazarnya ini bisa dilihat di Al Quran surat As – Shad ayat ke 44.

“Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).”

Dari ayat ini kita juga belajar bahwa hukuman kepada orang yang berzina belum menikah berupa cambuk bisa menggunakan cara yang dilakukan seperti Nabi Ayum alaihisisalam.

Pertimbangan ini dapat diambil apabila orang yang akan dicambuk sangat lemah dan tengah sakit. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah memerintahkan cambuk satu kali kepada pria sakit menggunakan 100 lidi pelepah kurma.

Selain mengembalikan kesehatan Nabi Ayub alaihissalam, Allah juga berkehendak mengembalikan harta serta keturunan yang lebih banyak dari sebelum ia diuji. Hal ini bisa dilihat dari Al Quran surah Shad ayat 43.

“Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.”

Hikmah Kisah Nabi Ayub

Kisah Nabi Ayub mengajarkan kepada kita semua sebuah nilai kehidupan yang sangat penting. Pasalnya, ujian dan cobaan memang akan dihadapi oleh setiap manusia dalam bentuk yang berbeda-beda.

Sementara itu, ujian berupa harta, anak dan kesehatan adalah beberapa ujian utama yang hingga kini paling banyak dihadapi oleh manusia. Berikut pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Nabi yang mulia ini:

1. Kisah Nabi yang mulia di atas mengajarkan kita adab-adab yang harus kita lakukan ketika kita menghadapi ujian cobaan berat berupa keturunan, harta dan kesehatan.

Jika kita telaah lebih jauh lagi, sesungguhnya harta yang besar, keturunan yang banyak dan kesehatan itu juga merupakan ujian. Allah melihat apakah kita akan tetap taat baik saat sempit maupun saat lapang.

2. Optimisme tinggi dari Nabi Ayub alaihissalam kepada Allah subhanahu wa ta’ala pada akhirnya akan membuahkan hasil yang bahkan jauh lebih baik ketimbang yang beliau dapatkan sebelumnya.

Meski diuji dengan berbagai macam ujian baik harta, keturunan dan kesehatan, Nabi Ayub alaihissalam tidak pernah kehilangan kepercayaan dan keimanannya akan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.

3. Jadilah orang yang sabar ketika menghadapi ujian. Yakinlah bahwa segala sesuatu apabila dihadapi dengan kesabaran akan berbuah baik.

4. Segala yang kita miliki di dunia ini sejatinya milik Allah subhanahu wa ta’ala baik itu harta, jiwa, tubuh (kesehatan), hingga keturunan. Oleh sebab itu janganlah sombong ketika manusia diberi kelebihan kesenangan di dunia.

Pasalnya, dalam waktu sebentar pun Allah bisa mencabut semua kesenangan itu. Sebaliknya, Allah juga bisa memberi kembali kesenangan tersebut dalam waktu singkat.

5. Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kemudahan dan tidak memberatkan makhluknya yang berusaha taat dan bertakwa kepada-Nya. Hal ini bisa kita pelajari dari bagaimana Allah memberi keringanan kepada Nabi Ayub alaihissalam yang ingin menunaikan nazarnya kepada sang istri.

Kisah Nabi Ayub selama 120 tahun hidupnya mengajarkan kepada kita mengenai arti dari kesabaran dan bagaimana menghadapi ujian. Beliau diuji sangat berat berupa dicabutnya seluruh kesenangan di dunia hingga tidak mampu untuk sekedar bekerja mencari makan. Oleh sebab itu, ketika kita menerima ujian di dunia, jangan pernah menyerah dan ikutilah cara Nabi Ayub alaihissalam menghadapinya.