4 Kisah Nabi Adam Singkat dan Lengkap

kisah nabi adam
image by: republika.co.id

Warta News – Kisah Nabi Adam terusir dari surga menjadi awal keberadaan umat manusia pada saat ini.

Istri Nabi Adam yang bernama Hawa melahirkan banyak keturunan yang terus menerus bertambah jumlahnya.

Dalam masa Nabi Adam jugalah, kejahatan pertama kali terjadi di bumi. Hal tersebut diakibatkan oleh hasutan iblis yang merupakan musuh umat manusia.

Kisah Nabi Adam Diciptakan dan Tinggal di Surga

Sebelum Allah berkehendak untuk menciptakan manusia, malaikat terlebih dahulu diciptakan.

Pada suatu waktu, Allah melakukan dialog dengan para malaikat mengenai penciptaan makhluk jenis lain yaitu manusia. Peristiwa tersebut diabadikan dalam QS Al-Baqarah ayat 30.

Ayat tersebut memuat tentang Allah yang akan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Tetapi, malaikat meragukan hal tersebut sebab mereka takut kalau manusia akan menimbulkan kerusakan dan pertumpahan darah.

Kemudian, Allah menutupnya dengan berfirman “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.” (QS Al-Baqarah: 30).

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Allah menciptakan Nabi Adam pada hari Jumat. Kisah Nabi Adam yang diciptakan langsung oleh Allah juga tertulis dalam hadits yang diriwayatkan oelh HR. Tirmidzi.

Hadits tersebut menjelaskan bahwa Allah mengumpulkan semua jenis tanah yang ada di bumi untuk menciptakan manusia pertama yakni Nabi Adam.

Tanah tersebut memiliki beragam warna dan tekstur. Oleh sebab itu, umat manusia keturunan Nabi Adam memiliki warna kulit dan sifat yang bervariasi.

Allah menyempurnakan bentuk Nabi Adam untuk kemudian meniupkan ruh ke dalam jasad tersebut. Setelah itu, Nabi Adam dapat berjalan, bergerak dan berbicara.

Dalam QS Al-Baqarah ayat 31, dijelaskan bahwa Allah-lah yang secara langsung memberitahukan nama semua benda kepada Nabi Adam.

Nabi Adam dipersilakan masuk ke surga dan tinggal di dalamnya. Selain itu, Allah juga menciptakan pasangan untuk beliau yang diberi nama Hawa.

Dia diciptakan oleh Allah dari tulang rusuk sebelah kiri milik Nabi Adam saat beliau sedang terlelap. Kisah Nabi Adam dan Hawa tinggal di surga pun dimulai.

Allah membebaskan Nabi Adam untuk melakukan apapun, menikmati makanan apapun dan meneguk minuman apapun di surga.

Hanya saja, ada satu larangan yang harus Nabi Adam jauhi yaitu memakan buah khuldi. Larangan tersebut ada di dalam QS Al-Baqarah ayat 35:

“Wahai Adam, diamilah olehmu dan istrimu surga ini dan makanlah makanan mana saja yang kamu suka, dan jangan sekali-kali kamu mendekati pohon ini. Sebab kamu akan dimasukkan ke golongan orang yang zalim.”

Kisah Iblis yang Tidak Mau Sujud kepada Nabi Adam

Seperti halnya malaikat, iblis juga diciptakan sebelum manusia. Allah memilih api sebagai bahan dasar iblis.

Hal tersebut tertulis dalam QS Al-Hijr ayat 26 yang penggalan artinya yaitu “Dan Kami telah menciptakan jin (iblis) dari api yang menyala panas sebelum penciptaan Adam.”

Setelah diciptakan, Allah menyuruh Nabi Adam untuk mengucapkan salam kepada para malaikat. Kemudian, Allah memerintahkan mereka untuk bersujud kepada Nabi Adam.

Karena ketaatan para malaikat tinggi, mereka melakukan apa yang Allah suruh. Tetapi tidak dengan iblis sebab ia langsung menolak.

Dalam QS Shaad ayat 76, iblis dengan sombongnya menjawab pertanyaan Allah. Ia menganggap bahwa golongan iblis mempunyai derajat yang lebih baik dibanding Nabi Adam.

Iblis terbuat dari api sedangkan Nabi Adam hanya terbuat dari tanah. Seketika itu juga, Allah menghukumnya seperti yang dipaparkan dalam surat Shaad ayat 77 sampai 78:

“Keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu termasuk orang yang terkutuk. Kutukan yang Aku berikan kepadamu berlaku sampai hari pembalasan.”

Peristiwa pembangkangan iblis itulah yang menjadi awal mengapa Nabi Adam dan anak keturunannya dimusuhi oleh iblis hingga kini.

Kebencian yang mendarah daging membuat iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan umat manusia. Namun, terdapat pengecualian untuk hamba Allah yang sepenuhnya beriman.

Kisah Nabi Adam dan Hawa Turun ke Bumi

Setelah terusirnya iblis dari surga, maka ia memulai misi untuk membalas dendam kepada Nabi Adam.

Iblis menyusun tipu muslihat yang dapat menyebabkan Nabi Adam mendapat murka Allah. Kisah Nabi Adam yang dibujuk iblis untuk memakan buah khuldi tertuang dalam QS Thaha ayat 120.

“Wahai Adam! Maukah kamu ku tunjukki pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan pernah binasa?”

Bisikan tersebut terus menerus iblis lancarkan kepada Nabi Adam. Iblis mengiming-imingi Nabi Adam dengan buah yang akan membuat siapapun hidup kekal dan mempunyai kerajaan yang tidak akan punah. Lama kelamaan, Nabi Adam pun terpengaruh dan mendatangi pohon terlarang bersama Hawa. Lalu, mereka pun memakan buahnya.

Seketika itu juga, baju yang mereka kenakan langsung tersingkap. Aurat keduanya terbuka dan mereka sangat malu sehingga mengambil dedaunan sebagai penutup.

Teguran Allah untuk Nabi Adam dan Hawa tercantum dalam QS Al-A’raf ayat 22. Allah menegaskan bahwa syaitan (iblis) adalah musuh yang teramat nyata bagi manusia.

Pada akhirnya, Allah menerima taubat Nabi Adam dan Hawa. Kemudian Allah mengeluarkan keduanya dari surga dan menempatkan mereka di muka bumi.

Kisah Nabi Adam dan Hawa hidup di bumi berbeda halnya saat mereka masih hidup penuh kenikmatan di surga Allah.

Keduanya tidak diturunkan di satu tempat yang sama. Nabi Adam ditempatkan oleh Allah di sekitar Hindustan sedangkan Hawa ditempatkan di wilayah Jeddah.

Atas izin Allah, keduanya bertemu di bukit yang bernama Jabal Rahmah setelah melalui pencarian yang lama. Letak bukit tersebut ada di Jazirah Arab.

Selama hidup di bumi, mereka dikaruniai banyak keturunan. Nabi Adam selalu mengingatkan anak-anak beliau untuk selalu menyembah Allah, mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah dan jangan sampai terhasut oleh bisikan jahat dari iblis.

Kisah Nabi Adam: Perseteruan Qabil dan Habil

Anak yang dilahirkan dari rahim Hawa selalu kembar sepasang laki laki-perempuan sebab Allah menghendaki demikian.

Qabil dan Iklima adalah anak kembar Nabi Adam dan Hawa yang pertama. Setelah itu, disusul oleh sepasang kembar yang bernama Habil dan Labuda.

Secara fisik, Iklima lebih cantik dibandingkan Labuda. Sedangkan Qabil merupakan anak laki-laki yang bersifat lebih kasar dibandingkan Habil yang santun.

Kisah Nabi Adam yang menyaksikan kejahatan pertama kali di bumi berawal dari kedengkian yang tumbuh di hati Qabil. Saat mereka berempat tumbuh dewasa, Allah memerintahkan agar anak Nabi Adam menikah.

Tetapi, Allah tidak memperbolehkan pernikahan antara saudara kembar. Akhirnya, Qabil dipasangkan dengan Labuda dan Habil dipasangkan dengan Iklima.

Merasa tidak adil, Qabil akhirnya protes. Dia ingin menikahi Iklima yang lebih rupawan. Nabi Adam pun menyuruh mereka berdua untuk memberikan kurban. Siapa yang kurbannya diterima Allah, maka berhak menikahi Iklima.

Ternyata kurban dari Habil-lah yang diterima. Qabil tetap menentang dan hal tersebut dimanfaatkan iblis untuk membisikkan perbuatan jahat kepada Qabil.

Godaan iblis pun ampuh, dan Qabil memutuskan untuk membunuh Habil dengan memukul kepalanya menggunakan batu. Setelah itu, ia menguburkan Habil di dalam tanah setelah melihat burung gagak melakukan hal yang tersebut.

Menjelang wafatnya Nabi Adam, para malaikat turun ke bumi dengan membawa kain kafan, wewangian dan peralatan untuk mengubur.

Setelah wafat, jasad Nabi Adam dimandikan, dikafani hingga dikuburkan oleh para malaikat Allah tersebut.

Semua peristiwa dalam kisah Nabi Adam menjadi pelajaran awal bagi manusia generasi selanjutnya.